Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, November 2024, page: 103-109
E-ISSN: 3047-2474 (online) 108
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Gambar. 3 Ikebana Fujin
Awal mula ikebana sebenarnya tradisi mempersembahkan bunga di kuil Budha
yang ada di Jepang. Katanya sih, ikebana ini berkembang bersamaan dengan
perkembangan kepercayaan Budha yang ada di Jepang sekitar abad ke-6. Lalu ada
penelitian yang mengatakan, bahwa ikebana berasal dari tradisi animisme orang
jaman kuno yang menyusun kembali tanaman yang sudah di petik dari alam liar.
Animisme adalah kepercayaan bahwa setiap benda memiliki jiwa dan roh yang
harus di hormati.
Ikebana mengandung nilai. Pertama, nilai kehidupan, yang diwakili dalam
simbol harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan; kedua, nilai pengetahun, yang
diwakili dalam pemahaman yang lebih mendalam tentang pola alam; dan ketiga,
nilai keindahan, yang diwakili dalam ikebana melalui keindahan bentuk dan isi. Jika
dilihat dari segi bentuknya, itu adalah representasi dari konsep estetika timur dalam
bentuk yang sederhana. Dalam pengertiannya, keindahan isi menunjukkan
hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Keempat, nilai kepribadian
ikebana membedakannya dari seni merangkai bunga lainnya.
Menurut Yuana (2019), ikebana memiliki filosofi hidup, yang berarti bahwa
penuh adalah kosong dan kosong adalah penuh. Jika Anda melihat rangkaian
ikebana, Anda sering melihat ruang kosong di antara ranting, bunga, dan dedaunan.
Ini mewakili filosofi kosong dan penuh. Jika rangkaian penuh dengan bunga hingga
permukaan vas tidak terlihat, itu benar-benar rangkaian kosong. Tidak ada ruang
untuk bernapas dan menikmati keindahan antara cabang. Namun, jika Anda
memperhatikan lebih jauh, keindahan sebenarnya terpancar dari batang dan ranting
bunga, bukan dari bunga-bunga yang sudah memiliki aspek yang cantik. Oleh
karena itu, bunga tidak hanya berfungsi untuk menimbulkan efek indah, tetapi
hanya untuk menambah keindahan atau menarik perhatian. Karena kehidupan
bunga yang terbatas dan mewakili musim, bunga juga dianggap sebagai
penghargaan terhadap waktu, seperti di kebanyakan budaya lainnya. Rangkaian
ikebana harus tetap terlihat menyatu di antara bagian-bagiannya, meskipun ada
ruang kosong. Hal ini menunjukkan bahwa ruang kosong menunjukkan sesuatu
yang sangat indah. Orang juga belajar dari Ikebana.
Simpulan dan Rekomendasi
Kegiatan bermain memiliki peran yang sangat penting dalam proses trauma
healing bagi anak-anak pasca erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro. Melalui
kegiatan Ikebana ini : (1) seseorang dapat dapat mengekspresikan perasaan
mereka,dalam membuat macam-macam rangkaian bunga Ikebana. Masyarakat juga
boleh belajar tentang nilai-nilai dalam Ikebana Pertama, nilai kehidupan, yang
diwakili dalam simbol harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan; kedua, nilai
pengetahun, yang diwakili dalam pemahaman yang lebih mendalam tentang pola
alam; dan ketiga, nilai keindahan, yang diwakili dalam ikebana melalui keindahan
bentuk dan isi. Dalam hal ini terjadi pemulihan kesehatan mental mereka, Seni
merangkai Ikebana tak sekadar merangkai bunga tapi seni ini mampu
merelaksasi diri dan menyegarkan otak dan menyeimbangkan kebutuhan tubuh.