Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 2, August 2025, page: 80-88
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 25/03/2025 Selesai revisi: 21/05/2025 Disetujui: 26/07/2025 Diterbitkan: 1/08/2025
80
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA
International License.
Merajut Harmoni Sosial Dalam Masyarakat Melalui Pendekatan
Participatory Rural Appraisal (PRA)
Elivia Pasma Putri
1*
, Heri Kurnia
2
, Saryono
3
, Hepta Bungsu Agung Jayawardana
4
1
Universitas Srwijaya, Indonesia
2
Universitas Pamulang, Indonesia
3
STKIP Kusuma Negara, Indonesia
4
Universitas PGRI Argopuro Jember, Indonesia
e-mail:
1*
epasmaputri@gmail.com,
2
dosen03087@unpam.ac.id,
3
saryono.bhumi@stkipkusumanegara.ac.id,
4
hepta2011@gmail.com
Abstrak
Pengabdian yang dilakukan oleh penulis bertujuan untuk mengetahui bagaimana
merajut harmoni sosial masyarakat di Dusun 3 Desa Pulau Semambu melalui
pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Pendekatan Participatory Rural
Appraisal (PRA), merupakan metode yang lebih mendekatkan pada partisipasi aktif
kelompok sasaran selam proses kegiatan berlangsung. Metode yang digunakan pada
kegiatan bina desa berbasis partisipasi aktif yang tujukan selama 3 bulan dari Oktober-
Desember, 2024 dengan fokus pada 3 divisi utama, yaitu lingkungan, kesehatan dan
Pendidikan. Bina Desa dilakukan dengan pembagian kegiatan dalam persiapan,
pelaksaan program serta evaluasi dengan pihak setempat. Hasil kegiatan bina desa
memberikan dampak positif dengan lebih dari 60% siswa memahami materi yang
telah disampaikan serta memberikan kesan yang baik atas apa yang telah diberikan
oleh Tim Volunter Bina Desa. Hasil lanjutan dari program kegiatan Bina Desa terdapat
kerja sama dalam program PPK Ormawa oleh Universitas Sriwijaya dibawah naungan
KEMDISTISAINTEK. Kegiatan bina desa di Dusun 3 Desa Pulau Semambu
diharapkan menciptakan desa yang mandiri, cerdas, sehat dan berakhlak mulia
berlandaskan nilai-nilai islami.
Kata Kunci: Participatory Rural Appraisal (PRA), Bina Desa, Harmoni Sosial,
Masyarakat
Abstract
The community service carried out by the author aims to find out how to weave social harmony
in the community in Hamlet 3, Pulau Semambu Village, through the Participatory Rural
Appraisal (PRA) approach. The Participatory Rural Appraisal (PRA) approach is a method
that is closer to the active participation of the target group during the activity process. The
method used in the village development activities is based on active participation aimed for 3
months from October to December 2024, with a focus on 3 main divisions, namely
environment, health, and education. Village development is carried out by dividing activities
into preparation, program implementation, and evaluation with local parties. The results of the
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 2, August 2025, page: 80-88
E-ISSN: 3047-2474 (online) 81
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
village development activities have had a positive impact, with more than 60% of students
understanding the material that has been presented and giving a good impression of what has
been provided by the Village Development Volunteer Team. The Village Development
program's follow-up results include Sriwijaya University's collaboration in the PPK Ormawa
program, under the auspices of KEMDISTISAINTEK. Village development activities in
Hamlet 3, Pulau Semambu Village are expected to create an independent, intelligent, healthy
and noble village based on Islamic values.
Keywords: Participatory Rural Appraisal (PRA), Village Development, Social
Harmony, Community
Pendahuluan
Desa merupakan wilayah administratif dengan lingkup yang paling kecil. Menurut
(Briet Maga, Ronny Gosal, 2017) yang melihat dari aspek sosial, desa adalah wilayah
yang bercirikan dengan penduduknya yang saling mengenal, hidup bergotong
royong, memiliki adat istiadat yang sama, serta mempunyai tata cara sendiri dalam
mengatur kehidupan masyarakatnya. Ciri khas tersebut, sangat melekat dalam
kehidupan sosial masyarakat Desa Pulau Semambu. Sebagai daerah administrasi yang
cukup strategis yaitu berjarak 26 kilometer dari ibukota Provinsi Sumatera Selatan dan
7 kilometer dari ibukota Kabupaten Ogan Ilir. Desa Pulau Semambu memiliki
kehidupan sosial yang khas, seperti keberagaman suku yang terdiri dari Suku Jawa
(60%), Suku Pegagan (3%), Suku Indralaya-Sakatiga atau Pribumi (10%), Suku
Penesak (3%) dan Suku Campuran (Padang,Batak,Komering,dll) sebesar 2%. Berbagai
macam suku tersebut menandakan bahwa Masyarakat Desa Pulau Semambu terbuka
dan toleransi atas keberagaman (Suryanto, 2014).
Sementara jika dilihat dari kehidupan sosial ekonomi, masyarakat Desa Pulau
Semambu memiliki aktivitas rutin yang tergabung dalam Lembaga kemasyarakatan,
yang terdiri dari kelompok arisan dan kelompok tani. Kelompok arisan di Desa Pulau
Semambu biasanya dihadiri oleh ibu -ibu dan mengadakan pertemuan rutin tiap
bulan. Kelompok tani yang terdapat di Desa Pulau Semambu sebanyak 12 kelompok
tani dengan jumlah anggota yang beragam. Kelompok tani di Desa Pulau Semambu
ini biasa mengadakan pertemuan rutin dan mendapatkan pengarahan dari penyuluh
setiap bulan.
Dari sinilah kita mengerti bahwa Desa Pulau Semambu memiliki potensi khas melalui
karakteristik keberagaman kehidupan sosial dan ekonominya. Karakteristik khas ini
merupakan potensi yang perlu dikembangkan lebih lanjut, karena mengingat setiap
ciri khas yang ada dalam kehidupan masyarakat desa, tentunya perlu untuk dikelola
dengan baik agar mampu mencipatakan keharmonisan sosial yang lebih optimal.
Harmoni sosial memiliki potensi yang sangat besar dalam mendukung
pengembangan kehidupan sosial yang lebih baik dan berkelanjutan dalam era modern
saat ini di mana negara terutama yang bertanggung jawab atas kesejahteraan dan
kebahagiaan warga negaranya (Hartoyo, 2022).
Salah satu cara yang dapat dilakukan guna mendorong keberhasilan dalam
mewujudkan harmoni sosial di Desa Pulau Semambu adalah melalui pendekatan
Participatory Rural Appraisal (PRA). Menurut Herdiana et al., dalam (Indriyanti &
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 2, August 2025, page: 80-88
E-ISSN: 3047-2474 (online) 82
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Ahwan, 2021), Participatory Rural Appraisal (PRA), merupakan metode yang lebih
mendekatkan pada partisipasi aktif warga dalam proses diseminasi informasi yang
sedang dilakukan dari tahap awal berupa persiapan hingga akhir berupa evaluasi
yang bermuara pada penerimaan manfaat bagi masyarakat. Penulis menginisiasi
pendekatan ini melalui Kegiatan Bina Desa yang diselenggarakan oleh UKM SBI (Seni
Budaya Islam). Pada kegiatan Bina Desa yang dilakukan oleh penulis, Teknik
Participatory Rural Appraisal (PRA) dilakukan dengan melibatkan masyarakat tidak
hanya sebagai objek saja, tetapi melibatkan mereka juga dalam seluruh kegiatan
pelaksanaan program yang akan dilakukan (Miliyanti et al., 2022). Oleh karena itu,
melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) pada Kegiatan Bina Desa ini
diharapkan dapat terciptanya desa yang mandiri, cerdas, sehat dan berakhlak mulia
berlandaskan nilai-nilai islami, sehingga dapat membantu dan menyejahterakan
masyarakat melalui kegiatan bina desa tersebut.
Metode
Kegiatan Bina Desa ini diselanggarakan di Dusun 3 Pulau Semambu, selama kurang
lebih 3 bulan dari Oktober-Desember, 2024. Bina Desa yang diadakan ini mengangkat
tema Devotion to Islamic values: terciptanya desa yang mandiri, cerdas, sehat dan
berakhlak mulia berlandaskan nilai-nilai islami. Kegiatan ini terdiri dari berbagai
agenda yang dilaksanakan seperti sosialisasi, berbagi kasih, kelas panahan, pemberian
materi pada tpa dan lain sebagainya yang disasarkan kepada seluruh masyarakat
Dusun 3 Desa Pulau Semambu.
Pelaksanaan Bina Desa melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA)
dilakukan melalui beberapa tahapan, sebagai berikut.
A. Persiapan Kegiatan
Melakukan peninjauan trelebih dahulu lokasi kegiatan yang akan
dilaksanakan.
Penentuan lokasi Kegiatan Bina Desa yang disesuaikan dengan fokus
perogram kerja.
Melakukan kerja sama dan perizinan dengan pihak aparat desa setempat
dan stakeholder terkait untuk memperoleh dukungan dalam melaksanakan
kegiatan sosialisasi.
B. Pelaksanaan Kegiatan
Mengadakan kegiatan bina desa selama tiga bulan yang terdiri dalam 3
divisi, yaitu lingkungan, keseharan dan tarbiyah (pendidikan).
Melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan program kerja yang telah
dibuat.
Melakukan pembinaan dan pendampingan sesuai dengan divisi yang telah
dibagikan setiap 1 minggu dalam kurun waktu ± 12 minggu.
C. Evaluasi
Monitoring dan evaluasi berkala dilaksnakan selama 2 minggu sekali.
Evaluasi akhir dilakukan bersama kepala dusun setempat dan dihadiri oleh
perangkat desa terkait.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 2, August 2025, page: 80-88
E-ISSN: 3047-2474 (online) 83
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Hasil dan Pembahasan
Pelaksanan kegiatan Bina Desa ini dilakukan melalui berbagai kegiatan yang
tergabung dalam 3 divisi utama, yaitu lingkungan, kesehatan dan pendidikan. Tujuan
adanya pembagian setiap divisi ini adalah untuk memaksimalkan potensi masyarakat
yang ada, melalui pengorganisasian individu yang disesuaikan dengan keahlian,
minat, dan bakat mereka. Adanya struktur dan pengorganisasian dalam setiap divisi
nantinya, maka setiap orang dapat lebih fokus untuk mendalami bidangnya masing-
masing dan tentunya ini akan berdampak pada output hasil pekerjaan yang lebih
berkualitas. Kejelasan peran dan tanggung jawab di setiap anggota juga akan sangat
berperan penting untuk menghindari tumpang tindih pekerjaan dan memastikan
semua tugas dapat diselesaikan secara efektif dan efisien (Andrie Setiawan A.Darise
et al., 2023). Secara jelasnya, berikut ini merupakan hasil Kegiatan Bina Desa yang
dilaksanakan di Dusun 3 Pulau Semambu yang terbagi dalam 3 divisi, yaitu
lingkungan, kesehatan dan pendidikan.
1. Divisi Lingkungan
Divisi lingkungan berperan dalam mengoptimalkan potensi di lingkungan Dusun
3 Pulau Semambu. Kegiatan Bina Desa dalam divisi lingkungan ini mencakup
beberapa kegiatan, yaitu pertanian terpadu, pembuatan tanaman obat keluarga dan
senam bersama.
1). Pembuatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Menurut Kuncoro dalam (Taufik & Harli, 2023), Tanaman Obat Keluarga
(TOGA) adalah tanaman herbal yang dibudidayakan di lingkungan rumah dan
memiliki manfaat untuk meningkatkan kesehatan, baik untuk pencegahan,
promosi kesehatan, maupun pengobatan. Bagian tanaman yang dapat
dimanfaatkan sebagai obat meliputi daun, kulit, buah, biji, dan akar. TOGA
umumnya digunakan sebagai minuman untuk kebugaran, ramuan untuk
keluhan kesehatan ringan, formula khusus untuk lansia, menjaga kesehatan ibu,
serta meningkatkan gizi anak.
Pembuatan TOGA dalam Kegiatan Bina Desa ini dilakukan dengan
pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang memfokuskan pada aspek
lokal masyrakat. Dimana, masyarakat Dusun 3, Desa Pulau Semambu memiliki
potensi lokal pertanian dengan tanah yang subur sehingga cocok untuk
dibudidayakan dengan tanaman apapun, termasuk halnya tanaman obat-
obatan. Pada kegiatan ini juga masyarakat diarahkan untuk aktif terlibat dalam
pembuatan tanaman termasuk dalam pengambilan keputusan jenis tanaman
yang akan dibuat, potensi lahan penempatan hingga pembudidayaan tanaman.
Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) pada kegiatan pembuatan
Toga ini bertujuan untuk memastikan adanya pendekatan aktif masyarakat yang
selaras dengan potensi lokal yang ada. Melalui pendekatan ini, masyarakat
dilibatkan secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
kegiatan pembuatan TOGA, sehingga dapat meningkatkan rasa memiliki dan
keberlanjutan program. Participatory Rural Appraisal (PRA) memungkinkan
identifikasi kebutuhan, potensi, dan kendala yang terjadi dengan memanfaatkan
pengetahuan dan sumber daya yang sudah ada di komunitas. Olah karena itu,
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 2, August 2025, page: 80-88
E-ISSN: 3047-2474 (online) 84
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
pembuatan tanaman TOGA ini tidak hanya bermanfaat dalam mendukung
peningkatan kesehatan, tetapi juga menambah pengetahuan di bidang pertanian,
serta memperkuat kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat
untuk kebutuhan sehari-hari.
Gambar 1. Kegiatan Penanaman Toga
2) Pelaksanaan Senam Bersama
Kegiatan senam bersama dilaksanakan pada minggu ke-6 dan ke-8. Divisi
lingkungan mengambil aktivitas ini karena mengingat aktivitas ibu-ibu Dusun 3
Desa Pulau Semambu sebelumnya juga hobi melaksanakan senam bersama-
sama setiap1 minggu sekali. Oleh karena itu, pendekatan Participatory Rural
Appraisal (PRA) sangat relevan dilakukan pada kegiatan ini karena sesuai dengan
hobi dan kebiasaan masyarakat setempat. Pelaksanaan kegiatan senam bersama
ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kesahatan serta meningkatkan
kebersamaan dan kerukunan yang lebih harmonis bagi warga setempat.
Gambar 2. Kegiatan Senam Bersama
2. Divisi Kesehatan
Dalam melaksanakan program, divisi kesehatan memfokuskan pada sosialisasi,
pemeriksaan kesehatan serta memebrikan edukasi positif seputar kesehatan untuk
masyarakat. Kegiatan yang dilakukan ini meliputi pemeriksaan cek gula darah,
koleterol dan tekanan darah tinggi. Pemeriksaan kesehatan ini juga ditujukan untuk
anak-anak Dusun 3 Pulau Semambu yang meliputi, pemeriksaan berat badan, tinggi
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 2, August 2025, page: 80-88
E-ISSN: 3047-2474 (online) 85
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
badan dan juga memberikan edukasi positif terkait menjaga kebersihan dan kesehatan
badan, seperti membuang sampah pada tempatnya serta mencuci tangan dengan
bersih.
Selain itu, divisi kesehatan juga mengadakan kegiatan penyuluhan tentang
pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang
anak-anak serta mencegah berbagai penyakit tidak menular. Kegiatan ini melibatkan
para orang tua di Dusun 3 Pulau Semambu agar mereka dapat memahami cara
memilih makanan yang bergizi dan mengelola pola makan keluarga secara lebih baik.
Untuk memperluas dampak program, divisi kesehatan bekerja sama dengan
puskesmas setempat guna menyediakan layanan imunisasi dasar bagi anak-anak serta
pemberian suplemen seperti vitamin A dan tablet tambah darah untuk remaja dan ibu
hamil. Selain itu, sesi edukasi interaktif juga diadakan dengan menggunakan media
visual dan permainan edukatif agar anak-anak lebih mudah memahami pentingnya
menjaga kesehatan. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran
masyarakat terhadap kesehatan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarwarga
dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Program kesehatan melalui
bina desa ini diharapkan terus berlanjut dengan melibatkan lebih banyak lagi aktivitas
para warga serta meningkatkan kesadaran warga dusun 3 Pulau Semambu untuk
lebih menjaga kesehatan masyarakat.
Gambar 3. Pemeriksaan Kesehatan
3. Divisi Pendidikan
Divisi tarbiyah atau pendidikan memiliki program kerja dalam memberikan
pengajaran kepada peserta didik khusunya anak-anak TPA Masjid Al-Ikhlas. Materi
atau bahan ajar disesuikan dengan kemampuan setiap individu. Dalam hal ini, tim
divisi tarbiyah memberikan metode atau pendekatakan yang disesuaikan dengan
kebiasaan mereka. Pendekatan Participatory Local Aprisial yang diterapkan dalam
proses mengajar TPA Masjid Al-Ikhlas dibuat dengan metode interaktif yang berfokus
pada sistem Among dengan materi dasar tajwid (hukum nun mati dan mim mati).
Sebelum memberikan bahan ajar, semua anak di arahkan untuk melaksanakan solat
sunah dhuha dan membaca doa sebelum belajar. Selama pembelajaran, guna
mencairkan suasana, tim volunter juga memberikan ice breaking dan games menarik
agar dapat memancing partisipasi aktif dari para peserta kegiatan. Puncak dari
kegiatan ini adalah diadakannya berbagai kegiatan lomba, yaitu lomba mewarnai,
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 2, August 2025, page: 80-88
E-ISSN: 3047-2474 (online) 86
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
adzan dan fashion snow. Melalui perlombaan ini tim berharap dalam menemukan
sekaligus meningkatkan potensi keterampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh
anak-anak TPA Masjid Al-Ikhlas.
Selain lomba, tim volunter bina desa juga mengadakan sesi cerita inspiratif melalui
kisah para nabi yang bertujuan untuk memotivasi anak-anak agar memiliki semangat
belajar yang tinggi. Kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi bersama, di mana anak-
anak diajak untuk mengisi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi pertanyaan
singkat atas materi yang telah disampaikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-
anak TPA Masjid Al-Ikhlas tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga semangat
untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri mereka.
Gambar 4. Kegiatan Pembelajaran di TPA Masjid Al-Ikhlas
4. Evaluasi
Evaluasi rutin dilaksanakan setiap 2 minggu sekali, dengan memberikan
kesempatan kepada setiap divisi untuk menyampaikan progres dan kendalanya
selama kegiatan. Selain itu, untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang
telah disampaikan setiap minggu, tim voluntermenilai melalui Lmebar Kerja Peserta
Didik (LKPD). Hasil yang didapat melalui LKPD didapat bahwa lebih dari 60% siswa
memahami materi yang telah disampaikan serta memberikan kesan yang baik atas apa
yang telah diberikan oleh Tim Volunter Bina Desa.
Sementara evaluasi akhir pada kegiatan bina desa Dusun 3 Desa Pulau Semambu
dilakukan dengan mengadakan pertemuan kepada pihak kepala desa dan ibu-ibu
setempat melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Pendekatan PRA
digunakan untuk memastikan partisipasi aktif warga dalam proses evaluasi, sehingga
suara dan kebutuhan masyarakat dapat terwakili secara menyeluruh. Evaluasi pada
kegiatan bina desa ini ditutup dengan komitmen bersama semua pihak untuk
melanjutkan pendekatan partisipatif ini guna memastikan keberlanjutan program dan
pemberdayaan masyarakat Dusun 3 Desa Pulau Semambu. Hasil lanjutan dari
program kegiatan Bina Desa ini didapatkan kerja sama lanjutan dalam program PPK
Ormawa oleh Universitas Sriwijaya dibawah naungan KEMDISTISAINTEK.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 2, August 2025, page: 80-88
E-ISSN: 3047-2474 (online) 87
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Simpulan dan Rekomendasi
Dusun 3 Desa Pulau Semambu memiliki potensi khas melalui karakteristik
keberagaman kehidupan sosial dan ekonominya. Pendekatan Participatory Rural
Appraisal (PRA) dilakukan oleh tim bertujuan untuk menarik partisipasi masyarakat
Dusun 3 Pulau Semambu agar tidak hanya sebagai objek saja, tetapi aktor aktif yang
memiliki pengaruh besar dalam setiap program yang telah dilakukan. Hasil evaluasi
selama kegiatan dilaksanakan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat
dimana lebih dari 60% siswa memahami materi yang telah disampaikan serta
memberikan kesan yang baik atas apa yang telah diberikan oleh Tim Volunter Bina
Desa. Hasil lanjutan dari program kegiatan Bina Desa ini didapatkan kerja sama
lanjutan dalam program PPK Ormawa oleh Universitas Sriwijaya dibawah naungan
KEMDISTISAINTEK. Oleh karena itu, melalui pendekatan Participatory Rural
Appraisal (PRA) pada Kegiatan Bina Desa ini diharapkan dapat terciptanya desa yang
mandiri, cerdas, sehat dan berakhlak mulia berlandaskan nilai-nilai islami, sehingga
dapat membantu dan menyejahterakan masyarakat melalui kegiatan bina desa
tersebut.
Daftar Pustaka
Andrie Setiawan A.Darise, Niluh Putu Evvy Rossanty, & Muh Riswandi Palawa.
(2023). Pembagian Kerja Dalam Rangka Meningkatkan Efektivitas Kerja
Karyawan Cv. Akai Jaya Motor. Jurnal Mutiara Ilmu Akuntansi, 1(2), 147154.
https://doi.org/10.55606/jumia.v1i2.1222
Briet Maga, Ronny Gosal, M. L. (2017). Peranan Pemerintah Desa Dalam Pelaksanaan
Tugas Administrasi. Jurnal Jurusan Ilmu Pemerintahan, 2(2), 23775736.
Damanhuri. (2017). Teori Harmoni Sosial 1. April, 2346.
Ester Harianja, Harisan Boni Firmando, Masniar Herawati Sitorus, Maringan
Sinambela, & Rusmauli Simbolon. (2024). Strategi Mewujudkan Harmoni Sosial
Pada Masyarakat Beragama Islam dan Kristen di Kecamatan Bukit Malintang
Kabupaten Mandailing Natal (Tahun 2024). RISOMA: Jurnal Riset Sosial
Humaniora Dan Pendidikan, 2(6), 1020.
https://doi.org/10.62383/risoma.v2i6.385
Ginting, J. S., Sumarno, E., Sitopu, S., & Lubis, A. R. (2025). Merajut Harmoni: Peran
Seni dan Budaya dalam Membentuk Sikap Hidup Generasi Muda. Jurnal
Kewarganegaraan, 22(1), 103112. https://doi.org/10.24114/jk.v22i1.64600
Hartoyo. (2022). Strategi Mengelola Harmoni sosial Dalam Kehidupan Masyarakat Lokal
Multikultural di Pedesaan Lampung.
Indriyanti, M., & Ahwan, M. A. (2021). Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Melalui Layanan Informasi Terseleksi Perpustakaan Desa dengan Participatory
Rural Appraisal (PRA). Daluang: Journal of Library and Information Science, 1(2),
9098. https://doi.org/10.21580/daluang.v1i2.2021.8008
Mawarny, A., Zulkarnain, I., & Sinabutar, M. (2024). Sedekah Bumi ( Studi Pada Petani
Di Desa Rias Kecamatan Toboali. Jurnal Socia Logica Vol.3, 2235.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 2, No. 2, August 2025, page: 80-88
E-ISSN: 3047-2474 (online) 88
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Melda Dahoklory, Hendrik Kenedy Tupan, Marselin Jamlaay, Josseano Amakora
Parera, Caryl Alyona, A. L. (2025). Jurnal simetrik vol 14, no. 2, bulan tahun. 14(2),
947952.
Merdiaty, N., Saputra, F., Putri, K. A., Syahra, M. N., Setiawan, T. A., & Grace, Y.
(2025). Krepa: Kreativitas Pada Abdimas. Krepa: Kreativitas Pada Abdimas, 1(3), 35
45.
Miliyanti, N., Rinaldy, R., & Alghifari, R. (2022). Application of Participatory Rural
Appraisal (PRA) Techniques in Waste Problems in Sukamanis Village
Kadudampit District. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari, 1(9), 985994.
https://doi.org/10.55927/jpmb.v1i9.2111
Putri, M., Haniva Ariantara, H., Massu Barlinti, I., Latifah Salma, M., Ilmi Rizqika, S.,
Sofiati, B., Rahmawati, P., Dewi Rahmawati, A., Nabilazen, T., Mayudaee, H.,
Puji Andini, M., Kharizi, G., Munawwir, Y., & Khoirun Nisa, S. (2025). Moderasi
Beragama dalam Harmoni Sosial: Studi Kasus di Desa Bedono, Kab. Semarang
Religious Moderation in Social Harmony: A Case Study in Bedono Village,
Semarang. ARDHI: Jurnal Pengabdian Dalam Negri, 3(2), 5364.
https://doi.org/10.61132/ardhi.v3i2.1131
SURIYANI. (2024). SOSIOLOGI PEDESAAN.
Suryanto, R. F. (2014). Bab 4 Hasil Dan Pembahasan Ispa. Paper Knowledge . Toward a
Media History of Documents, cm, 3454.
Taufik, M., & Harli, K. (2023). JURNAL. 6(5), 777785.
Walasary, T. (2022). Survey Paper tentang Analisis Sentimen. KONSTELASI:
Konvergensi Teknologi Dan Sistem Informasi, 2(1), 201206.
https://doi.org/10.24002/konstelasi.v2i1.5378
Wijayanti, I. R., & Fauziah, S. S. (2025). Harmonisasi Pendidikan Ruh , Akal , dan Badan
dalam Filsafat Pendidikan Islam: Mencapai Kesempurnaan Peserta Didik. 9(2).
https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2024.vol9(2).15598