Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 7-12
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 15/11/2023 - Selesai revisi: 30/11/2023 - Disetujui: 5/1/2024 - Diterbitkan: 1/2/2024
7
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Desa wisata Watu Ledhek Dusun Dayakan Kelurahan Sardonoharjo
Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Kevin Christian Harsanto, Tri Suyud Nusanto, Danang Prasetyo
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, Indonesia
e-mail: kevinchristianharsanto@gmail.com, trisuyudnusanto@stipram.ac.id,
danangprasetyo@stipram.ac.id
Abstrak
Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STIPRAM Yogyakarta bekerja di Dusun
Dayakan, Sleman. Proker individu yang saya kerjakan proker di bidang kuliner yaitu
cara membuat nugget wortel di Desa Wisata Watu Ledhek. Adapun faktor
pendorong yaitu meningkatkan wawasan masyarakat agar dapat mengetahui cara
membuat nugget dengan varian berbeda serta dapat dijual ataupun untuk disantap
keluarga. Adapun faktor penghambat yaitu keterbatasan peralatan yang masih
kurang. Hasilnya yaitu nugget wortel yang mudah dibuat dan praktis.
Kata Kunci: Desa Wisata Watu Ledhek, Nugget Wortel, Kuliner
Abstract
The Real Work Lecture (Kuliah Kerja Nyata or KKN) conducted by students of STIPRAM
Yogyakarta took place in Patihan, Bantul. The individual project I undertook was creating a
promotional video for camping at Goa Cemara Beach. The driving factors included raising
awareness, building trust, and attracting tourist interest. The inhibiting factors encompassed
limited facilities, unpredictable weather, and technical knowledge gaps. The outcome was a 3-
minute promotional video shared on social media platforms, yielding positive responses and
boosting visits and revenue at Goa Cemara Beach. In conclusion, social media proves effective
in promoting tourism, yielding favorable impacts for the local community.
Keywords: Watu Ledhek Tourist Village, Carrot Nugget, Cullinary
Pendahuluan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu bentuk pengabdian masyarakat
yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
KKN bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar dan berkontribusi bagi
mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. KKN juga merupakan sarana untuk mengembangkan keterampilan,
sikap, dan nilai-nilai positif yang dibutuhkan oleh mahasiswa sebagai calon agen
perubahan dan pemimpin masa depan.
Salah satu tempat pelaksanaan KKN yang dipilih oleh kelompok kami adalah
Desa Wisata Watu Ledhek, Dusun Dayakan, Kabupaten Bantul. Dusun Dayakan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 7-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 8
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
merupakan desa yang memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang cukup
besar, namun masih memerlukan bantuan dalam hal pengembangan promosi,
sarana, dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, kami merasa tertantang untuk
memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Dusun Dayakan melalui program-
program KKN yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka.
Tujuan penyelenggaraan KKN di Dusun Dayakan adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif mahasiswa
dalam berinteraksi dan berpartisipasi dengan masyarakat.
2. Menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan agama yang dimiliki
mahasiswa untuk membantu menyelesaikan permasalahan dan memenuhi
kebutuhan masyarakat.
3. Membangun kerjasama dan sinergi antara mahasiswa, masyarakat,
pemerintah desa, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam rangka
pengembangan Dusun Dayakan.
4. Mendorong pemberdayaan dan kemandirian masyarakat Dusun Dayakan
dalam bidang promosi, sarana, dan sumber daya manusia.
Desa Wisata Watu Ledhek adalah salah satu destinasi wisata yang menarik di
Dusun Dayakan, Kelurahan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Watu Ledhek memiliki potensi yang sangat besar
baik dari alam, sejarah, ataupun budayanya. Karena bermodalkan hal tersebut, Desa
Watu Ledhek membangun wisata yang bersifat edukasi. Pada beberapa tahun awal,
Desa Watu Ledhek berkembang dengan sangat baik hingga adanya pandemi yang
masuk ke Indonesia membuat kegiatan pariwisata yang tak hanya di desa Watu
Ledhek tetapi di seluruh Indonesia diberhentikan. Hal tersebut membuat Desa Watu
ledhek menjadi terbengkalai seperti taman-taman, kolam, outbound dan fasilitas
yang ada mulai tidak terawat. Saat ini Desa Watu Ledhek mulai bangkit kembali.
Pokdarwis dan warga setempat mulai bergerak memulihkan desa.
Dalam rangka melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebagai
mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STiPRAM) berinisiatif untuk
membuat program memasak nugget dengan varian baru yaitu nugget wortel.
Program memasak ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat khususnya
ibu-ibu di bidang kuliner bahwa nugget itu bisa dibikin banyak varian, dan juga dari
nugget ini juga dapat dijual untuk menaikkan sector umkm.
Metode
a. Kegiatan di Bidang Kuliner
Bidang kuliner adalah bidang yang bergerak dalam makanan ataupun
minuman baik cara pembuatan, penyajian, hingga sampai penjualan. Disini
program yang saya kerjakan adalah program membuat nugget wortel, target
saya adalah untuk ibu-ibu dengan tujuan menambah wawasan masyarakat
ibu-ibu bahwa nugget pun bisa dibikin banyak varian. Penulis menggunakan
varian nugget wortel karena menyesuaikan dengan petani yang ada di Desa
Watu Ledhek.tidak hanya sayuran wortel masih banyak lagi sayuran yang
bisa di mix dengan nugget, contohnya bayam. Selain menambah wawasan
tentang nugget, juga nugget wortel ini pun juga bisa untuk dijual agar dapat
menaikkan sector umkm. Pembuatannya pun juga simple dengan bahan yang
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 7-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 9
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
murah dan mudah didapatkan. Dalam berjalannya program memasak nugget
ini saya dibantu 1 orang untuk memasak, 2 orang bagian dokumentasi, dan 7
orangnya sebagai penonton acara.
Kegiatan ini dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 10 Agustus 2023
Waktu : Pukul 16.00 sampai dengan 17.15 WIB
Lokasi : Desa Wisata Watu Ledhek
b. Metode
Metode pembuatan nugget wortel ini menggunakan metode pelatihan
secara demo. Saya tampil memasak dan juga menjelaskan tata caranya dari
awal hingga siap jadi di depan ibu ibu PKK sebanyak 30 orang. Ibu ibu
henya menonton dan memahami program pelatihan pembuatan nugget ini
serta mencicipinya.
Gambar.1 Tahap Proker Kerja
Hasil dan Pembahasan
a. Hasil
Hasil dari program kerja individu yang telah saya kerjakan yaitu
berjalan dengan baik, karena mendapatkan respon positif dari masyarakat
ibu-ibu PKK. Program pembuatan Nugget Wortel ini awalnya saya
koordinasikan dengan bu Dukuh selaku ketua ibu PKK. Awalnya saya
hampir ganti masakan karena kurangnya alat disana, tetapi setelah saya
berkoordinasi dengan salah satu warga di Dusun Dayakan akhirnya saya
mendapatkan alat masak yang saya butuhkan. Program saya pun disetujui
bu Dukuh, dan akhirnya saya adakan saat acara arisan ibu-ibu PKK. Saya
berharap dengan membuat nugget wortel ibu-ibu yang menyaksikan saya
membuatnya nugget ini dapat menambah wawasan ibu-ibu untuk dapat
meneruskan membuat produk yang praktis ini dan dapat dijual. Berikut
alokasi pendanaan untuk program individu untuk pembuatan Nugget
Wortel:
No
Nama kebutuhan
Jumlah
Harga
Keterangan
1.
Ayam
300 gr
Gratis
Diberikan oleh salah satu
warga yang menjual
daging ayam
2.
Minyak
300 ml
Rp. 4000
3
Roti Tawar
2 lembar
Rp. 2500
4.
Telur
1 btr
Rp. 2000
5.
Wortel
½ bh
Rp. 1500
Planning
Prepare
Process
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 7-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 10
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
6.
Susu
50 ml
Rp. 1000
7
Bawang putih
2 siung
Rp. 1000
8.
Tepung maizena
5 sdm
Rp, 2000
9.
Tepung Terigu
3 sdm
Rp. 1000
10.
Baking powder
½ sdt
Rp. 500
11.
Garam
1 sdt
Rp. 500
12.
Royco Ayam
3 sdt
Rp. 500
13
Merica
1 sdt
Rp. 500
Jumlah
Rp. 17.000
Tabel 1. Daftar Bahan bahan
b. Pembahasan
Adapun faktor-faktor yang membuat video ini bisa berjalan dan
ada juga faktor-faktor penghambat yang membuat video ini kurang
maksimal dalam pembuatannya antara lain:
1. Faktor Pendorong
Alasan dilaksanakan pembuatan nugget wortel adalah:
1. Untuk menambah wawasan masyarakat tentang nugget yang
dapat di variasikan dengan dicampur berbagai sayuran
2. Untuk menambah ide berbisnis di bidang kuliner agar dapat
menaikkan sector umkm
3. Untuk menghemat pengeluaran dan tentunya praktis serta
ramah di lingkungan keluarga. Karena daripada membeli nugget
diluar lebih baik membuat nugget sendiri.
4. Untuk kalangan keluarga bagi yang tidak suka dengan sayur
dapat dicampurkan di nugget dan lebih enak
Gambar 1. Foto proses proker memasak
Gambar 2. Ibu ibu PKK yang menyaksikan
proker memasak
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 7-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 11
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
2. Faktor Penghambat
Faktor penghambat pelaksanaan pembuatan nugget wortel ini
sebagai program individu adalah :
1. Kurangnya alat untuk memasak
2. Waktu yang sangat terbatas karena bersamaan
dengan arisan ibu ibu pkk
Simpulan dan Rekomendasi
a. Simpulan
Pembuatan nugget wortel di Desa Wisata Watu Ledhek merupakan salah satu
bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi pengembangan
wawasan masyarakat Dusun Dayakan. Nugget Wortel ini mendapat respons
positif dari masyarakat, khususnya ibu dukuh serta para ibu ibu PKK Dusun
Dayakan.
Nugget Wortel ini dapat divariasikan dengan sayuran lain selain wortel, seperti
bayam, kangkung, dll. Nugget wortel ini juga dapat dijual secara online
ataupun offline dalam bentuk frozen food ataupun dalam bentuk catering.
b. Rekomendasi
Semoga ide Nugget saya ini bisa dikembangkan sebagai bisnis di Watu Ledhek
ini agar dapat meningkatkan pendapatan UMKM.
c. Ucapan Terimakasih
Terakhir, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah mendukung dan membantu kami dalam melaksanakan kegiatan KKN ini.
Kami berterima kasih kepada:
1. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah memberikan arahan dan
bimbingan kepada kami.
2. Pihak STiPRAM yang telah memberikan fasilitas dan dukungan kepada
kami.
3. Pihak Desa dan Pengelola Desa Wisata Watu Ledhek yang telah
memberikan izin dan kerjasama kepada kami.
4. Masyarakat sekitar Desa Wisata Watu Ledhek yang telah menyambut dan
berpartisipasi dalam kegiatan kami.
5. Teman-teman sekelompok KKN yang telah bekerja sama dengan baik dan
saling membantu.
Demikian laporan KKN ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Saya mohon
maaf jika ada kesalahan atau kekurangan dalam laporan ini. Kami siap menerima
kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Daftar Pustaka
Luwena, G. (2023, Mei 14). Blog Sribu. From Sribu: https://www.sribu.com/id/blog/promosi-
melalui-media-sosial/?ssp=1&darkschemeovr=1&setlang=en-ID&safesearch=moderate
Swawikanti, K. (2023, Juni 21). Pojok Kampus. From Brain Academy:
https://www.brainacademy.id/blog/mengenal-kuliah-kerja-nyata-
kkn#:~:text=KKN%20merupakan%20kepanjangan%20dari%20Kuliah,desa%20atau%2
0wilayah%20setingkat%20desa
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 7-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 12
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Anwas, O.M. 2011. Kuliah Kerja Nyata Tematik Pos Pemberdayaan Keluarga sebagai Model
Pengabdian Masyarakat di Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 17
(5): 565-575, (online), (http://jurnaldikbud.kemdikbud.go.id/index.p
hp/jpnk/article/view/49/46), diakses 25 Agustus 2023.
Muwisnawangsa, V. R., & Aristoteles. 2017. Analisis Pengelompokan Mahasiswa KKN
Berdasarkan Kriteria Jenis Kelamin, Fakultas dan Sekolah. Jurnal Komputasi, 5 (1): 1-
7, (online), (https://jurnal.fmipa.unila.ac.id/index.php/ko
mputasi/article/view/1410/1219), diakses 25 Agustus 2023.
(2023, July 13). Retrieved from Kompas.com:
https://www.kompas.com/food/read/2022/07/13/090300675/resep-nugget-ayam-wortel-
simpel-bikin-tanpa-pengawet-dan-msg