Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 7-12
E-ISSN: 3047-2474 (online) 8
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
merupakan desa yang memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang cukup
besar, namun masih memerlukan bantuan dalam hal pengembangan promosi,
sarana, dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, kami merasa tertantang untuk
memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Dusun Dayakan melalui program-
program KKN yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka.
Tujuan penyelenggaraan KKN di Dusun Dayakan adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif mahasiswa
dalam berinteraksi dan berpartisipasi dengan masyarakat.
2. Menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan agama yang dimiliki
mahasiswa untuk membantu menyelesaikan permasalahan dan memenuhi
kebutuhan masyarakat.
3. Membangun kerjasama dan sinergi antara mahasiswa, masyarakat,
pemerintah desa, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam rangka
pengembangan Dusun Dayakan.
4. Mendorong pemberdayaan dan kemandirian masyarakat Dusun Dayakan
dalam bidang promosi, sarana, dan sumber daya manusia.
Desa Wisata Watu Ledhek adalah salah satu destinasi wisata yang menarik di
Dusun Dayakan, Kelurahan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Watu Ledhek memiliki potensi yang sangat besar
baik dari alam, sejarah, ataupun budayanya. Karena bermodalkan hal tersebut, Desa
Watu Ledhek membangun wisata yang bersifat edukasi. Pada beberapa tahun awal,
Desa Watu Ledhek berkembang dengan sangat baik hingga adanya pandemi yang
masuk ke Indonesia membuat kegiatan pariwisata yang tak hanya di desa Watu
Ledhek tetapi di seluruh Indonesia diberhentikan. Hal tersebut membuat Desa Watu
ledhek menjadi terbengkalai seperti taman-taman, kolam, outbound dan fasilitas
yang ada mulai tidak terawat. Saat ini Desa Watu Ledhek mulai bangkit kembali.
Pokdarwis dan warga setempat mulai bergerak memulihkan desa.
Dalam rangka melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebagai
mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STiPRAM) berinisiatif untuk
membuat program memasak nugget dengan varian baru yaitu nugget wortel.
Program memasak ini bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat khususnya
ibu-ibu di bidang kuliner bahwa nugget itu bisa dibikin banyak varian, dan juga dari
nugget ini juga dapat dijual untuk menaikkan sector umkm.
Metode
a. Kegiatan di Bidang Kuliner
Bidang kuliner adalah bidang yang bergerak dalam makanan ataupun
minuman baik cara pembuatan, penyajian, hingga sampai penjualan. Disini
program yang saya kerjakan adalah program membuat nugget wortel, target
saya adalah untuk ibu-ibu dengan tujuan menambah wawasan masyarakat
ibu-ibu bahwa nugget pun bisa dibikin banyak varian. Penulis menggunakan
varian nugget wortel karena menyesuaikan dengan petani yang ada di Desa
Watu Ledhek.tidak hanya sayuran wortel masih banyak lagi sayuran yang
bisa di mix dengan nugget, contohnya bayam. Selain menambah wawasan
tentang nugget, juga nugget wortel ini pun juga bisa untuk dijual agar dapat
menaikkan sector umkm. Pembuatannya pun juga simple dengan bahan yang