Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 22-28
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 20/11/2023 Selesai revisi: 10/12/2023 Disetujui: 30/01/2023 Diterbitkan: 20/03/2024
22
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Peran Pendidikan Karakter dalam Menciptakan Sikap Peduli
Lingkungan Siswa di SMP PGRI 35 Serpong
Yulita Pujilestari
1
, Ahmad Nana Mahmur Mulyana
2
, Abd. Chaidir Marasabessy
3
,
Isnaini Septa Azzahra
4
, Ajeng Helmatasya Puteri
5
, Ayudhiya Permata Sari
6
Hilda Rahmayanti
7
1,2,3,4,5,6,7
Universitas Pamulang, Indonesia
e-mail:
1
dosen00442@unpam.ac.id,
2
dosen00248@unpam.ac.id,
3
dosen02633@unpam.ac.id,
4
isnainiazzahra31@gmail.com,
5
ajenghelmatasyaputeri@gmail.com,
6
ayu.dhiyasari@gmail.com,
7
hildarahmayanti0199@gmail.com
Abstrak
Sosialisasi ini dilatar belakangi oleh pentingnya pembentukkan karakter peduli
lingkungan. Karakter peduli lingkungan merupakan sebuah usaha untuk
menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan. Karakter peduli lingkungan sangat
dibutuhkan oleh setiap orang karena dengan menjaga lingkungan dan peduli akan
lingkungan akan menyebabkan lingkungan menjadi terasa nyaman, terhindar dari
penyakit dan mencegah kerusakan lingkungan. Lingkungan Sekolah adalah lembaga
pendidikan yang paling depan dalam mengembangkan pendidikan karakter.
Melalui sekolah proses-proses pembentukan dan pengembangan karakter siswa
mudah dilihat dan diukur. Guru perlu mengajarkan pendidikan karakter di sekolah
kepada siswa karena tidak semua siswa mendapatkan pendidikan karakter di
rumahnya, salah satu jenis pendidikan karakter yang perlu diterapkan di sekolah
yaitu karakter peduli lingkungan. Melihat pentingnya karakter peduli lingkungan ini
sangat perlu di tanamkan sejak dini kepada siswa dimulai dari sekolah dasar dan
sekolah menengah pertama. Guru memegang peran yang sangat penting dalam
membentuk karakter di sekolah karena proses interaksi siswa di sekolah banyak
terjadi dengan guru, guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru oleh peserta
didik. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam
bagaimana peran guru dalam membentuk karakter peduli lingkungan siswa, faktor
pendukung dan pengambat peran guru dalam membentuk karakter peduli
lingkungan siswa.
Kata Kunci: Pendidikan, Lingkungan, Karakter
Abstract
This socialization is motivated by the importance of shaping the character of environmental
care. Environmental care character is an effort to instill a sense of care for the environment.
The character of caring for the environment is needed by everyone because by protecting the
environment and caring for the environment will cause the environment to feel comfortable,
avoid disease and prevent environmental damage. The school environment is the foremost
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 29-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 23
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
educational institution in developing character education. Through school, the processes of
forming and developing student character are easily seen and measured. Teachers need to
teach character education at school to students because not all students get character
education at home, one type of character education that needs to be applied at school is the
character of caring for the environment. Seeing the importance of the character of
environmental care is very necessary to be instilled early on to students starting from
elementary school and junior high school. Teachers play a very important role in shaping
character at school because the process of student interaction at school happens a lot with
teachers, teachers are figures who are digugu and imitated by students. So the purpose of this
study is to examine more deeply how the role of teachers in shaping students' environmental
care character, supporting and inhibiting factors for the role of teachers in shaping students'
environmental care character.
Keywords: Education, Environment, Character
Pendahuluan
Lingkungan sekolah (guru) saat ini memiliki peran sangat besar dalam pembentukan
karakter anak/siswa. Peran guru tidak sekedar sebagai pengajar semata, pendidik
akademis tetapi juga merupakan pendidik karakter, moral dan budaya bagi
siswanya. Guru menduduki posisi penting dalam berhasil atau tidaknya pendidikan
karakter di sekolah. Karena pendidikan karakter sesungguhnya mempunyai esensi
yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Kerusakan lingkungan
terjadi diakibatkan dari sikap peduli lingkungan yang masih rendah, sikap manusia
yang akan menentukan baik atau buruknya kondisi yang ada di lingkungan. Apabila
manusia peduli terhadap lingkungan maka akan terjaga lingkungan tersebut
begitupun sebaliknya.
Pendidikan lingkungan hidup dijadikan solusi, karena dengan pendidikan
lingkungan maka siswa akan mendapatkan pengetahuan mengenai lingkungan
hidup, kemudian akan menimbulkan kesadaran pada dirinya sendiri dan orang lain
dan akhirnya melakukan tindakan yang positif terhadap lingkungan.
Ketidakpedulian siswa akan kebersihan lingkungan sekolah mengakibatkan
lingkungan tidak nyaman dan tidak enak dipandang. Mengatasi masalah yang
terjadi perlu adanya kepedulian siswa terhadap lingkungan. Kepedulian siswa
terhadap lingkungan ini sangat diperlukan agar tercipta suasana yang nyaman,
sehingga proses belajar mengajar juga akan berjalan lebih kondusif. Maka dari itu
tujuan penelitian ini adalah untuk membangun pendidikan karakter siswa yang
peduli terhadap lingkungan.
Gambar.1 Sekolah SMP PGRI Serpong
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 29-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 24
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Realitas bahwa di masyarakat kita, terkhusus lembaga pendidikan, konsep karakter
atau moral masih sebatas pengetahuan, karakter diajarkan dengan definisi-definisi,
istilah, konsep, dan lainnya yang berkaitan dengan knowledge (pegetahuan), tapi
masih kurang dalam aktualisasinya. Oleh karena itu, sebagai upaya dalam
menegakkan kesadaran peduli lingkungan di kalangan siswa SMP 35 PGRI Serpong,
Kami Mahasiswi beserta Tim Dosen Prodi PPKn Universitas Pamulang tergerak
untuk mengadakan Penyuluhan dengan judul : Peran Pendidikan Karakter dalam
Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan Siswa SMP PGRI 35 Serpong. Diharapkan
dapat memberikan edukasi kepada siswa serta guru tentang pentingnya
menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan sekitar.
Metode
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlokasi di SMP PGRI 35
Serpong, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11 Maret 2024, waktu
pelaksanaan ini kurang lebih 5 jam. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini
terdiri dari 45 orang yang terdiri dari siswa siswi kelas 9 SMP, guru, kepala sekolah
dan juga mahasiswa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah
penyuluhan dan sosialisasi serta diskusi. Susunan kegiatannya dimulai dari
sambutan oleh kepala sekolah kemudian sambutan dari ketua pelaksana pengabdian
kepada masyarakat, dan di isi dengan materi peran pendidikan karakter dan
dilanjutkan dengan materi sikap peduli terhadap lingkungan.
Gambar.2 Proses sosialisasi
Hasil dan Pembahasan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlokasi di SMP PGRI 35 Serpong,
yang bertemakan peran pendidikan karakter dalam menciptakan sikap peduli
lingkungan siswa. Kegiatan sosialiasi ini mendapatkan sambutan positif dari pihak
sekolah yaitu kepala sekolah, guru dan juga peserta didik. Kegiatan penyuluhan dan
sosialisasi ini menjadi salah satu upaya penting dalam menegakkan kesadaran
peduli lingkungan di kalangan siswa SMP 35 PGRI Serpong. Selain itu juga
diharapkan dapat memberikan edukasi kepada siswa serta guru tentang pentingnya
menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan sekitar.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 29-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 25
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Tabel 1. Jumlah peserta penyuluhan dan sosialisasi peran pendidikan karakter dalam
menciptakan sikap peduli lingkungan siswa di SMP PGRI Serpong
No
Responden
Total
1
Kepala sekolah
1
2
Guru
3
3
Peserta didik
38
4
Mahasiswa
3
Total
45
Dapat terlihat dari jumlah peserta kegiatan penyuluhan dan sosialisasi peran
pendidikan karakter dalam menciptakan sikap peduli lingkungan siswa di SMP
PGRI Serpong mencakup 45 peserta dari pihak sekolah, Dosen sebagai pelaksana
kegiatan dibantu oleh tim mahasiswa.
Gambar.3 Setelah kegiatan penyuluhan dan sosialisasi serta diskusi peran
pendidikan karakter dalam menciptakan sikap peduli lingkungan siswa, Tangerang
Selatan.
Pembahasan:
Menurut Purwanti, D, Karakter peduli lingkungan merupakan karakter yang wajib
diimplementasikan bagi sekolah di setiap jenjang pendidikan. Semua warga sekolah
harus mempunyai sikap peduli terhadap lingkungan dengan cara meningkatkan
kualitas lingkungan hidup, meningkatkan kesadaran warga sekolah tentang
pentingnya peduli lingkungan serta mempunyai inisiatif untuk mencegah kerusakan
lingkungan. Pendidikan karakter peduli lingkungan ditanamkan sejak dini kepada
siswa sehingga dapat mengelola secara bijaksana sumber daya alam yang ada di
sekitar, serta untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kepentingan
generasi penerus yang akan datang. Ketika karakter peduli lingkungan sudah
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 29-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 26
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
tumbuh menjadi mental yang kuat, maka akan mendasari perilaku seseorang dalam
kehidupan sehari-hari.
Maka dapat disimpulkan bahwa karakter peduli lingkungan merupakan suatu
perilaku yang ada pada diri seseorang yang tecerminkan dalam bentuk perbuatan
yang berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan. dengan adanya indikator
karakter peduli lingkungan di sekolah dapat mewujudkan keseimbangan antara
siswa dengan lingkungan hidup, dapat menciptakan manusia yang memiliki sikap
peduli terhadap lingkungan sekitar dan juga dapat menjaga lingkungan dan
berupaya menjaga dari kerusakan lingkungan.
Proses Pembentukkan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah yaitu Program
Pengembangan Diri yang terdiri dari:
1. Kegiatan rutin sekolah, seperti cuci tangan sebelum dan sesudah makan, cuci
tangan dengan sabun setelah buang air, menggosok gigi, memotong rambut dan
kuku secara berkala dan mencucui rambut dengan shampoo.
2. kegiatan spontan, yang dilakukan bisa berupa teguran maupun nasehat.
3. Keteladanan, Bentuk keteladanan yang dilakukan misalnya berpakaian rapi,
datang tepat pada waktunya, bekerja keras, bertutur kata sopan, serta merawat
dan membersihkan lingkungan sekolah.
4. Pengkondisian, Pengkondisian yang dilakukan oleh sekolah diantaranya berupa
penyediaan fasilitas kebersihan yang memadahi, penyediaan toilet yang bersih,
tempat sampah yang diletakkan di tempat yang strategis dilengkapi dengan
pemisahan jenis sampah, penyediaan tempat cuci tangan, tempat pembuangan
sampah, serta taman dan kolam sekolah sebagai cerminan dari sanitasi sekolah
yang baik.
5. Pengintegrasian dalam Mata Pelajaran, contohnya seperti Mengembangkan
proses pembelajaran yang aktif, sehingga peserta didik dapat secara langsung
mempraktikan nilai atau perilaku peduli lingkungan, Menyelenggarakan lomba
kebersihan lingkungan antar kelas pada acara-acara tertentu.
a. Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Karakter Peduli Lingkungan Faktor
Pendukung dan Penghambat Karakter Peduli Lingkungan sebagai berikut: a. Faktor
pendukung
1) Kegiatan Rutin di Sekolah
Kegiatan rutin adalah kegiatan yang dilaksanakan peserta didik secara terus
menerus dan konsisten setiap saat
2) Peran guru
Guru merupakan personalia penting dalam pendidikan karakter di sekolah.
Sebagian besar interaksi yang terjadi di sekolah adalah interaksi peserta didik
dengan guru, pendidik merupakan figur yang di harapkan mampu mendidik
anak yang bekarakter. Pendidik merupakan teladan bagi siswa dan memiliki
peran yang sanagat besar dalam pembentukkan karakter.
b. Faktor Penghambat
Adapun faktor penghambat dalam pembentukkan karakter peduli lingkungan
adalah:
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 29-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 27
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
1) Faktor Internal
Siswa yang kurang antusias dalam berkontribusi dalam kegiatan kebersihan.
2) Faktor eksternal
Kurangnya fasilitas yang memadai dan Kurangnya kerjasama orang tua dengan
guru sekolah.
Simpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, maka
dapat disimpulkan bahwa pada pengabdian masyarakat ini hasil yang didapatkan
adalah untuk membangun pendidikan karakter siswa yang peduli terhadap
lingkungan. Kegiatan ini dilakukan supaya siswa mendapatkan pengetahuan
mengenai lingkungan hidup, kemudian akan menimbulkan kesadaran pada dirinya
sendiri dan orang lain dan akhirnya melakukan tindakan yang positif terhadap
lingkungan.
Ketidakpedulian siswa akan kebersihan lingkungan sekolah mengakibatkan
lingkungan tidak nyaman dan tidak enak dipandang. Mengatasi masalah yang
terjadi perlu adanya kepedulian siswa terhadap lingkungan. Kepedulian siswa
terhadap lingkungan ini sangat diperlukan agar tercipta suasana yang nyaman,
sehingga proses belajar mengajar juga akan berjalan lebih kondusif. Salah satu upaya
mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara memberi pembinaan lingkungan
sekolah yang sehat.
Pembinaan lingkungan sekolah yang sehat merupakan penggabungan antara upaya
pendidikan dan upaya kesehatan yang terdiri dari lingkungan fisik dan mental
(psikis). Lingkungan fisik sekolah terdiri dari sekolah dan lingkungannya,
sedangkan lingkungan mental (psikis) menyangkut kesadaran untuk membiasakan
hidup sehat dan bersih serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Salah satu
pembelajaran karakter yang harus diberikan kepada siswa yaitu karakter peduli
lingkungan. Pendidikan karakter peduli lingkungan diharapkan mampu
menanamkan sikap peduli siswa terhadap lingkungan. Sikap peduli tersebut
diharapkan mampu mengubah sikap siswa untuk lebih arif terhadap lingkungan.
Pendidikan tentang lingkungan hidup dapat diajarkan di sekolah, dan perlu
diajarkan sejak dini.
Peduli lingkungan menjadi salah satu karakter yang dikembangkan disekolah sesuai
dengan kebijakan pemerintah Kemendiknas. Membangun karakter bukanlah sebuah
pekerjaan yang instan dan dilakukan secara simultan, tapi sebuah pekerjaan yang
membutuhkan sebuah proses yang lama dan bersinergi. Namun, yang menjadi ironis
saat ini pendidikan karakter tidak lebih pada ranah pengetahuan. Sehingga
keprihatinan tersebut muncul sebuah gagasan untuk menerapkan proses pendidikan
karakter di sekolah/kampus. Pencapaian visi dalam pengelolaan, pemanfataan, dan
pelestarian lingkungan hidup dapat dilatih melalui pengintegrasian pendidikan
lingkungan hidup dalam proses pembelajaran baik secara kulikuler maupun
ekstrakulikuler.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 1, February 2024, page: 29-35
E-ISSN: 3047-2474 (online) 28
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Daftar Pustaka
Afrizal. (2014). Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upuya Mendukung
Penggunaan Penelitian Kualitatif dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta:
Rajagrafindo Persada.
Anwar, Arifin. (2015) Memahami Paradikma Baru Pendidikan Nasional Dalam
Undangundang Sisdiknas.Jakarta: Direktorat Jendral Kelembagaan Agama
Islam,Departemen Agama RI.
Arikunto. (2017). Suharni Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta. Asmani, Jamal Ma’mur, Buku Panduan Internalisasi Pendidikan
Karakter di Sekolah, Yogyakarta: DIVA Press.
Azzet, Akhmad Muhaimin. (2015). Urgensi Pendidikan Karakter Di Indonesia,
Yogyakarta: ArRuz Media.
David Wijaya S.E., M.M. (2017). Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Untuk
Sekolah dan Perguruan Tinggi, Jakarta: Mitra Wacana Media.
Daryanto, et al. (2014). Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah, Yogyakarta:
Gava Media.
Daryant. (2014). Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Gava
Media, Depdikbut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Efendia Nofriz Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. (2019). Universitas Negeri Padang:
Vol.29.
Fathurrohman, Pupuh et all. (2017). Pengembangan Pendidikan Karakter. Bandung:
PT Refika Aditama.
Fitri, Agus Zaenul. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah,
Yogyakarta: Ar-Russ Media.
Gunawan, Heri. (2014). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi, Bandung:
Alfabeta.
Hapsari, Dwi. (2015). Pengaruh Lingkungan Sehat, Dan Perilaku Hidup Sehat
Terhadap Status Kesehatan. Journal of Envirotment.