Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 2, August 2024, page: 83-89
E-ISSN: 3047-2474
Naskah dikirim: 10/03/2024 Selesai revisi: 19/05/2024 Disetujui: 12/07/2024 Diterbitkan: 01/08/2024
83
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 CC BY-SA International License.
Pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari benang macrame pada anak-anak di
Desa Wisata Sangurejo Kecamatan Turi Kabupaten Sleman
Wanda Adelya Putri
1
, Yeni Rahmawati
2*
1,2
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, Indonesia
e-mail:
1
wandaadelya91@gmail.com,
2*
yenirahmawati@stipram.ac.id
Abstrak
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada
masyarakat. kegiatan KKN diharapkan melahirkan pribadi yang tangguh, unggul,
berkepribadian mulia, serta dapat menjadi pribadi yang luar biasa ketika sudah
terjun di masyarakat, dan berjiwa kepemimpinan. KKN ini bertempat di Padukuhan
Sangurejo, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah
Istimewa Yogyakarta. Desa Wisata Sangurejo merupakan salah satu desa wisata
yang tepatnya berada di Padukuhan Sangurejo, Kelurahan Wonokerto, Kapanewon
Turi, Kabupaten Sleman. Program penulis yaitu pelatihan pembuatan kerajinan
tangam dari benang makrame pada anak di Desa Sangurejo. Tujuan dari program
pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan menciptakan jiwa
wirausaha muda.
Kata Kunci: KKN, Desa Wisata Sangurejo, Kerajinan Tangan, Benang Macrame
Abstract
Kuliah Kerja Nyata (KKN) is a form of real student service to the community. KKN activities
are expected to create a tough, superior, noble personality, and can be an extraordinary person
when they are involved in the community, and have a leadership spirit. This KKN is located
in Sangurejo Padukuhan, Wonokerto Sub-district, Kapanewon Turi, Sleman Regency,
Yogyakarta Special Region. Sangurejo Tourism Village is one of the tourist villages located in
Sangurejo Sub-Village, Wonokerto Village, Kapanewon Turi, Sleman Regency. The author's
programme is Training On The Making Of Hand Craft From Macrame Yarn For Students
Sangurejo Villages. The purpose of programme training is to increase creativity and create
young entrepreneurship.
Keywords: KKN, Sangurejo Tourism Village, Hand Craft, Macrame Yarn
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 2, August 2024, page: 83-89
E-ISSN: 3047-2474 (online) 84
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Pendahuluan
Pariwisata di Indonesia sangatlah beragam. Salah satunya adalah desa wisata.
Desa wisata merupakan salah satu konsep pengembangan industri pariwisata daerah
(Mumtaz & Karmilah, 2022). Desa wisata merupakan suatu kesatuan bentuk atraksi,
akomodasi, dan fasilitas penunjang yang diwujudkan dalam suatu kesatuan struktur
kehidupan masyarakat dalam tata cara dan tradisi yang telah ditetapkan
(Kemenparekraf, 2012). Akhir-akhir ini, desa wisata sangat digandrungi oleh banyak
orang, khususnya masyarakat pedesaan.
Kekayaan alam Indonesia yang begitu besar membuat masyarakat mulai
memanfaatkannya dengan membangun desa wisata. Desa wisata sudah bukan
barang langka lagi di Indonesia. Apalagi seiring berjalannya waktu, masyarakat pun
berkreasi dalam mentransformasi desanya masing-masing agar lebih dikenal
masyarakat luas khususnya di luar negeri (Wahyuningsih & Pradana, 2021). Desa
wisata kini menjadi program pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan
desa melalui sektor pariwisata (Alfian et al., 2021).
Tujuan diadakannya desa wisata adalah untuk membangun dan menambah
pemasukan khas desa tersebut. Pemerintah menggelontorkan dana di kelurahan-
kelurahan dengan harapan pengelola desa wisata bisa bekerja sama dengan warga
untuk menjadikan desa nya menjadi desa wisata. Harapannya adalah agar
masyarakat di sekitar desa wisata tersebut, khususnya ibu-ibu bisa menambah
penghasilan dengan berjualan beraneka macam makanan dan minuman. Selain itu,
juga membuat kerajinan tangan agar menarik para wisatawan.
Pada kesempatan kali ini, penulis mengambil judul “Pelatihan Pembuatan
Kerajinan Tangan dari Benang Macrame pada Anak-Anak di Desa Wisata Sangurejo
Kecamatan Turi Kabupaten Sleman”. Penulis melakukan pengabdian masyarakat
ketika mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program Kuliah Kerja Nyata
(KKN) menjadi salah satu mata kuliah wajib yang penulis ambil di semester tujuh
sebagai salah satu syarat dalam penulisan Jurnal Ilmiah sebagai tugas akhir kuliah.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan di sekolah yang memadukan antara
praktik tiga dharma besar perguruan tinggi dan metode pemberian pembelajaran
dan pengalaman kerja kepada mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan
masyarakat (Syardiansah, 2019). Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, siswa
membawa pengalaman sains dan teknologinya untuk mengamati cara mereka
memecahkan masalah dan merespons dengan tepat.
Tujuan utama dilaksanakannya Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah komunitas
dengan mahasiswa melakukan atau berkontribusi dalam pelaksanaan KKN di desa
binaan. Dengan cara ini, siswa dapat melakukan tindakan-tindakan positif seperti
menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah, dan lain-lain sehingga
meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya Masyarakat (Laia, 2022). Sekolah
Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta merupakan Perguruan Tinggi yang
memberikan pendidikan khususnya bidang pariwisata dan hospitality. Mahasiswa
KKN di Desa Sangurejo dapat memberikan pengetahuan tentang pariwisata
misalnya, kesadaran pariwisata, ilmu hodspitality (keramah-tamahan), ilmu kuliner
dan lain sebagainya.
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 2, August 2024, page: 83-89
E-ISSN: 3047-2474 (online) 85
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Tujuan umum dilaksanakannya Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah untuk
menerapkan, mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi
untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan (Laia & Zai,
E., 2020). Selain itu, melalui kegiatan KKN, kami berharap dapat melahirkan sumber
daya manusia yang tangguh, berprestasi dan berakhlak mulia yang mampu
berkembang menjadi pribadi yang luar biasa dan menunjukkan jiwa kepemimpinan
ketika terjun ke masyarakat. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga membantu
mahasiswa memperkuat nilai-nilai kekeluargaan khususnya di Desa Wisata
Sangurejo.
Sementara itu, tujuan khusus KKN adalah untuk meningkatkan
profesionalisme para praktisi dalam diundang di masa depan sebagai pendidik yang
tinggal di daerah, dan untuk memberikan keahlian yang relevan dari civitas
akademika untuk membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi daerah
untuk berkontribusi. Kemampuan intelektual Anda akan digunakan untuk
mengembangkan kecerdasan, kecerdasan emosional, dan kepekaan sosial Anda
dalam tugas masa depan Anda sebagai pendidik profesional (Laia et al., 2018).
Program KKN yang penulis lakukan bertempat di Padukuhan Sangurejo,
Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa
Yogyakarta. Selama kurang lebih 30 hari terhitung dari tanggal 08 Januari 2024
sampai tanggal 05 Februari 2024. Desa Wisata Sangurejo merupakan salah satu desa
wisata yang tepatnya berada di Padukuhan Sangurejo, Kelurahan Wonokerto,
Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Desa wisata ini memiliki banyak sekali
potensi-potensi wisata seperti halnya edukasi tanaman salak, susur sungai, batik eco
print dan lain sebagainya. Pada Desa Sangurejo, terdapat salah satu objek wisata
yang terletak di RT 03, yaitu objek wisata Embung Kaliaji, destinasi wisata ini
menyuguhkan keindahan alam embung.
Program Kerja Individu yang penulis ambil adalah Pelatihan Pembuatan
Kerajinan Tangan dari Benang Macrame pada Anak di Desa Wisata Sangurejo”.
Kerajinan tangan adalah hal-hal yang berkaitan dengan hasil karya tangan atau
kegiatan yang berkaitan dengan produk buatan tangan. Macrame kini menjadi
sebuah seni yang melibatkan penyambungan beberapa simpul yang terbuat dari
tali atau benang untuk menciptakan sebuah karya seni. Macrame disebut buatan
tangan karena dibuat dengan tangan atau biasanya dibuat dengan tangan (Tarifu et
al., 2023).
Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, mahasiswa membawa
pengalaman sains dan teknologinya untuk mengamati cara mereka memecahkan
masalah dan merespons dengan tepat. Tujuan utama dilaksanakannya Kuliah Kerja
Nyata (KKN) adalah komunitas dengan mahasiswa melakukan atau berkontribusi
dalam pelaksanaan KKN di desa binaan. Dengan cara ini, mahasiswa dapat
memberikan hal-hal positif yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah, dan lain-lain
(Laia, 2022). Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta merupakan
Perguruan Tinggi yang memberikan pendidikan khususnya bidang pariwisata dan
hospitality. Mahasiswa KKN di Desa Sangurejo dapat memberikan pengetahuan
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 2, August 2024, page: 83-89
E-ISSN: 3047-2474 (online) 86
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
tentang pariwisata misalnya, kesadaran pariwisata, ilmu hodspitality (keramah-
tamahan), ilmu kuliner, dan lain-lain.
Dalam program Pengabdian Masyarakat ini, Desa Wisata Sangurejo mampu
mengaitkan sistem sosial yang dimilikinya dengan pariwisata yang ada. Keterkaitan
antara aspek sosial dengan pariwisata dapat terjalin jika sistem sosial yang hidup di
masyarakat tersebut juga merupakan bagian dari pariwisata itu sendiri (Moscardo,
G., Konovalov, E., Murphy, L. & N. G., & Schurmann, 2017). Program KKN yang
penulis lakukan bertempat di Padukuhan Sangurejo, Kalurahan Wonokerto,
Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama kurang
lebih 30 hari terhitung dari tanggal 08 Januari 2024 sampai tanggal 05 Februari 2024.
Desa Wisata Sangurejo merupakan salah satu desa wisata yang tepatnya berada di
Padukuhan Sangurejo, Kelurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman.
Desa wisata ini memiliki banyak sekali potensi potensi wisata seperti halnya
edukasi tanaman salak, susur sungai, batik eco print dan lain sebagainya. Pada Desa
Sangurejo terdapat salah satu obyek wisata yang terletak di RT 03 yaitu objek wisata
Embung Kaliaji, destinasi wisata ini menyuguhkan keindahan alam embung.
Program Kerja Individu yang penulis ambil adalah Pelatihan Pembuatan
Kerajinan Tangan dari Benang Macrame pada Anak di Desa Wisata Sangurejo”.
Kerajinan tangan adalah hal-hal yang berkaitan dengan hasil karya tangan atau
kegiatan yang berkaitan dengan produk buatan tangan. Macrame kini menjadi
sebuah seni yang melibatkan penyambungan beberapa simpul yang terbuat dari tali
atau benang untuk menciptakan sebuah karya seni. Macrame disebut kerajinan
tangan karena dibuat dengan tangan atau biasanya dibuat hanmade karena
pembuatannya dengan tangan (Tarifu et al., 2023). Penulis memilih pelatihan
pembuatan kerajinan tangan dari benang macrame berupa gelang. Hal ini di
karenakan pembuatan gelang mudah dan banyak variasi. Target yang penulis tuju
untuk pelatihan ini adalah anak-anak di Desa Wisata Sangurejo karena dari
pembuatan kerajinan tangan tali macrame dapat meningkatkan kreativitas dan
melatih kesabaran.
Metode
Gambar 1. Tahapan-tahapan pelatihan
Metode yang digunakan penulis untuk merealisasikan rencana yang sudah
dibuat untuk melakukan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dengan benang
macrame. Program ini dilakukan pada anak-anak di Desa Wisata Sangurejo.
Program pelatihan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap. Adapun tahapan-
tahapan tersebut sebagai berikut.
1. Persiapan
a. Membuat perencanaan
b. Melakukan survei lokasi pengabdian masyarakat
Tahap 1
Persiapan
Tahap 2
Pelaksanaan
Tahap 3
Akhir
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 2, August 2024, page: 83-89
E-ISSN: 3047-2474 (online) 87
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
c. Mempersiapkan alat dan bahan
d. Melakukan uji coba pembuatan gelang dari benang macrame
2. Pelaksanaan Pelatihan
a. Menyiapkan materi, sebelum melakukan pembuatan kerajinan tangan dari
benang makrame penulis menjelaskan terlebih dahulu kerajinan tangan benang
makrame seperti apa, alat dan bahan yang digunakan beserta rincian biaya
yang harus dikeluarkan
b. Memperagakan pembuatan kerajinan tangan berupa gelang dari benang
macrame, pada tahap ini penulis memperagakan step by step pembuatan
gelang dari benang macrame.
3. Akhir
Pada tahap akhir ini, anak-anak menghasilkan hasil pembuatan kerajinan
tangan berupa gelang dari benang macrame. Masing-masing anak memakai
gelang yang mereka buat.
Hasil dan Pembahasan
Peserta yang hadir berjumlah 5 orang siswa dan siswi dari beberapa jenjang
kelas, yaitu kelas 1, 3, 5 SD dan 1 siswa SMP Kelas 3 dalam rangka mengikuti
kegiatan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari benang macrame, mengetahui
tentang pemanfaatan barang setengah jadi menjadi barang jadi, meningkatkan
kreativitas serta wirausaha muda. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Januari
2024.
Berdasarkan hasil pelatihan kerajinan tangan, yaitu kerajinan tangan dengan
menggunakan benang macrame pada bulan Januari 2024 yang diikuti oleh lima
orang siswa, materi dan latihan yang mengajarkan untuk menarik minat besar dari
para peserta yang bekerja dengan antusias. Dalam beberapa kegiatan, penulis
menggunakan sumber daya yang terbatas untuk melaksanakan program kursus
kerja nyata individu di Desa Wisata Sangurejo. Rincian dana dan peralatan yang
digunakan disajikan di bawah ini.
Tabel 1. Daftar Nama Benda dan Harga Pembuatan Kerajinan Tangan
dari Benang Makrame
Kegiatan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari benang makrame pada
anak di Desa Wisata Sangurejo untuk meningkatkan kekreativitas siswa dan siswi
Nama Benda
Harga
Keterangan
Benang tali makrame
warna Ungu dan pink
Rp9.000,00
Benang tali makrame
warna kuning dan ungu
Rp9.000,00
Gunting
Rp6.000,00
Total
Rp24.000,00
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 2, August 2024, page: 83-89
E-ISSN: 3047-2474 (online) 88
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Desa Wisata Sangurejo. Dengan adanya kerajinan tangan berupa gelang dari benang
makrame diharapkan dapat menjadi salah satu souvenir di Desa Wisata Sangurejo.
Gambar 2: Hasil gelang dari benang makrame Gambar 3: Hasil pelatihan gelang makrame
Simpulan dan Rekomendasi
Desa Wisata Sangurejo terletak dibawah kaki Gunung Merapi tepatnya berada
di Padukuhan Sangurejo, Kelurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten
Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa wisata ini memiliki banyak sekali
potensipotensi wisata seperti halnya susur sungai, batik eco print, edukasi tanaman
salak dan lain sebagainya. Desa Sangurejo tepatnya di RT 03 mempunyai salah satu
objek wisata, yaitu destinasi wisata Embung Kaliaji, obyek wisata ini menyuguhkan
keindahan alam berupa embung. Pada destinasi ini juga terdapat kedai kecil yang
menjual makanan dan minuman , selain itu juga terdapat fasilitas yang menarik
seperti gazebo dengan pemandangan embung. Kekurangan dari obyek destinasi ini
yaitu tidak tersedia kerajinan tangan atau souvenir maka dari itu penulis berinisiatif
untuk memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari benang makrame
pada anak di Desa Wisata Sangurejo.
Kerajinan tangan dari benang macrame dapat dijadikan beberapa produk
seperti gelang, tas, dompet, hiasan dinding dan lain sebagainya. Penulis mengambil
pelatihan kerajinan tangan ini berupa gelang, pembuatan kerajinan tangan dari
benang macrame bermanfaat meningkatkan kreativitas siswa dan siswi, selain itu
guna untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui kerajinan tangan dari
benang macrame. Pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari benang macrame juga
bermanfaat untuk melati kesabaran dan ketelatenan karena untuk membuat sebuah
produk dari benang macrame membutuhkan langkah-langkah yang banyak dan
teratur.
Daftar Pustaka
Alfian, T., Saputro, Y. A., & Sudiryanto, G. (2021). Pengembangan Desa Wisata Dan
Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Desa Watuaji. Jurnal Pengabdian
Masyarakat Multidisiplin, 5(1), 3038. https://doi.org/10.36341/jpm.v5i1.2085
Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 2, August 2024, page: 83-89
E-ISSN: 3047-2474 (online) 89
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
Kemenparekraf, K. (2012). Pedoman Kelompok Sadar Wisata.
https://kemenparekraf.go.id
Laia, B. (2022). Sosialisasi Dampak Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Di Desa (Studi: Desa
Sirofi). Haga: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 7484.
https://jurnal.uniraya.ac.id/index.php/HAGA/article/view/577
Laia, B., Telaumbanua, K., & Fau, S. (2018). Kontribusi Motivasi Dan Minat Belajar
Terhadap Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Mahasiswa Program Studi
Bimbingan Konseling Stkip Nias Selatan. Jurnal Education and Development, 6(1),
7077.
Laia, B., & Zai, E., P. (2020). Motivasi Dan Budaya Berbahasa Inggris Masyarakat
Daerah Tujuan Wisata Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Di Tingkat SLTA
(Studi Kasus: Desa Lagundri-Desa Sorake-Desa Bawomataluo). Jurnal Education
And Development, 8(4).
https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/2237/1197
Moscardo, G., Konovalov, E., Murphy, L., M., & N. G., & Schurmann, A. (2017).
Linking Tourism to Social Capital in Destination Communities. Journal of
Destination Marketing and Management, 6(4), 286295.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jdmm.2017.10.001
Mumtaz, A. T., & Karmilah, M. (2022). Digitalisasi Wisata di Desa Wisata. Jurnal
Kajian Ruang, 1(1), 1. https://doi.org/10.30659/jkr.v1i1.19790
Syardiansah, S. (2019). Peranan Kuliah Kerja Nyata Sebagai Bagian Dari
Pengembangan Kompetensi Mahasiswa. JIM UPB (Jurnal Ilmiah Manajemen, 7(1),
5768. https://doi.org/https://doi.org/10.33884/jimupb.v7i1.915
Tarifu, L., Rizal, R., Sartono, S., Jopang, J., Bakti, B., Djauziyah Patola, R., Sari Dewi,
R., Ananda Chaisarah, R., & Restu Yolita, V. (2023). Pelatihan Pembuatan
Kerajinan Tangan Dari Benang Macrame Yang Bernilai Ekonomis Pada Siswa
Sdit Insantama Kendari. Jurnal Pengabdian NUSANTARA, 3(1), 1119.
https://doi.org/10.33772/jpnus.v3i1.29578
Wahyuningsih, R., & Pradana, G. W. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Desa
Hendrosari Melalui Pengembangan Desa Wisata Lontar Sewu. Publika, 323334.
https://doi.org/10.26740/publika.v9n2.p323-334