Kurnia Mengabdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Vol. 1, No. 2, August 2024, page: 42-49
E-ISSN: 3047-2474 (online) 44
https://kurniajurnal.com/index.php/kurnia-mengabdi
terhadap lingkungan dan meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam
pengelolaan destinasi wisata yang ada di sekitar mereka.
Pelaksanaan program pengabdian masyarakat tersebut bertempat di Desa
Ekowisata Pancoh, Kalurahan Girikerto, Kepanewon Turi, Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepanewon Turi memiliki luas wilayah seluas 4.309
Ha yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Gunung Merapi di sebelah
utara, Kepanewon Pakem di sebelah timur, Kepanewon Sleman di sebelah selatan,
dan Kepanewon Tempel di sebelah barat. Pemerintahan Kecamatan Turi menaungi
4 desa, yaitu Desa Girikerto, Desa Wonokerto, Desa Donokerto, dan Desa
Bangunkerto. Desa Ekowisata Pancoh merupakan salah satu desa yang berada di
Desa Girikerto. Batas wilayah daerah ini, yakni:
1. Sebelah Barat : Desa Wonokerto
2. Sebelah Timur : Desa Purwobinangun, Kepanewon Pakem
3. Sebelah Utara : Gunung Merapi
4. Sebelah Selatan : Desa Donokerto Banguntapan
Pada mulanya Desa Girikerto merupakan satu wilayah yang terdiri dari empat
kalurahan, yaitu kalurahan Ngandong, Tanggung, Nangsri Lor, dan Kemirikebo.
Adapun kemudian empat kalurahan tersebut kemudian bergabung menjadi satu
desa otonom yakni Desa Girikerto. Nama Girikerto ditetapkan berdasarkan
maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang terbit pada tahun 1946
mengenai pemerintahan kalurahan. Setelah itu, berdasarkan Maklumat Pemerintah
Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1948 mengenai perubahan daerah
kalurahan, Desa Girikerto resmi ditetapkan. Desa Ekowisata Pancoh pertama kali
didirikan oleh LSM LPTP Solo pada tahun 2010 yang bekerjasama dengan
Kementrian Lingkungan Hidup dan Pusat Studi Pariwisata UGM (Endiyanti &
Sarwadi, 2021). Pada saat itu, desa tersebut diberdayakan dengan tujuan untuk
membantu masyarakat pasca erupsi Gunung Merapi. LPTP Solo telah membantu
masyarakat Dusun Pancoh sejak mereka mengungsi hingga mereka aman dari
erupsi, yang berlangsung hingga tahun 2011 (Jadesta Kemenparekraf, 2024). Pada
akhirnya, tim LPTP Solo menemukan bahwa ada potensi untuk mengembangkan
daya tarik wisata dari sumber daya yang ada di Dusun Pancoh. Potensi alam Desa
Girikerto cukup beragam, khususnya di kawasan Desa Ekowisata Pancoh. Kawasan
desa ekowisata ini memiliki luasan lahan pertanian padi serta area perkebunan
salak dan cabai yang sangat potensial dikembangkan menjadi daya tarik agro.
Selain area cocok tanam, kawasan ini juga mengembangkan peternakan sapi,
kambing, dan budidaya ikan. Keseluruhan potensi tersebut sangat mendukung
keberadaan Dusun Pancoh sebagai desa berbasis ekowisata.
Desa Ekowisata Pancoh menganut lima prinsip dalam pengelolaannya, yakni
adil, mandiri, keterlibatan masyarakat, lokalitas, terbuka dan bertanggung jawab.
Selain itu, Desa Ekowisata Pancoh memiliki tujuan menciptakan desa ekowisata
yang bersih, nyaman, sehat, berbudaya, serta menjadi media atau wadah
pembelajaran kelestarian lingkungan melalui peningkatan kualitas sumber daya
manusia (SDM) dan penataan lingkungan untuk meningkatkan ekonomi
masyarakat. Ekowisata dikawasan pedesaan merupakan merupakan jenis
pariwisata baru yang dibuat agar wisatawan memperoleh pengalaman yang