PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 111-119
E-ISSN: 3047-2288
111
Annisa Nur Arifah et.al (Pengaruh media sosial dalam penyampaian.)
Pengaruh media sosial dalam penyampaian informasi terhadap minat berkunjung
Kembali di Museum H. M. soeharto
Annisa Nur Arifah, Viona Amelia*, Dwi Yoso Nugroho
a,b,c
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo
1
annisana264@gmail.com;
2
viona.amelia@stipram.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 29 Januari 2024
Direvisi: 18 Maret 2024
Disetujui: 20 Mei 2024
Tersedia Daring: 1 Juni 2024
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media
sosial sebagai wadah komunikasi dan penyampaian informasi terhadap
minat berkunjung kembali ke Museum HM Soeharto di Yogyakarta. Melalui
pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan metode survei untuk
mengumpulkan data dari pengunjung museum yang dipilih secara acak.
Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung Museum HM Soeharto,
sedangkan sampel ditentukan pada wisatawan yang pernah berkunjung ke
museum sebelumnya dan berusia minumal 14 tahun. Alat pengumpul data
yang digunakan adalah kuesioner tertutup dengan rentang 1-5 skor Skala
Likert. Hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan
antara penggunaan media sosial dan minat berkunjung kembali ke Museum
HM Soeharto. Koefisien regresi dan koefisien korelasi menunjukkan bahwa
setiap peningkatan dalam penggunaan media sosial dikaitkan dengan
peningkatan yang signifikan dalam minat berkunjung kembali ke museum
tersebut. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam konteks promosi dan
pemasaran museum serta kegiatan pariwisata budaya. Pengunjung Museum
HM Soeharto disarankan untuk mengikuti akun sosial media yang dimiliki
guna mendapatkan informasi terbaru. Dengan memanfaatkan media sosial
dengan baik, pengunjung dapat memberikan umpan balik kepada museum
mengenai pengalaman dalam berkunjung. Pengunjung juga dapat ikut serta
mengajak teman atau saudara untuk berkunjung bersama. Hal tersebut
dapat memberi kontribusi dalam meningkatkan minat berkunjung kembali
ke Museum HM Soeharto serta memperkaya pengalaman pengunjung dalam
menjelajahi warisan sejarah Indonesia.
Kata Kunci:
Media Sosial
Minat berkunjung kembali
Museum HM Soeharto
ABSTRACT
Keywords:
Social Media
Interest in Returning
Museum HM Soeharto
This study aims to determine how much influence social media as a forum
for communication and information delivery has on the interest in revisiting
HM Soeharto Museum in Yogyakarta. Through a quantitative approach, this
study uses a survey method to collect data from randomly selected museum
visitors. The population in this study were visitors to HM Soeharto Museum,
while the sample was determined on tourists who had visited the museum
before and were at least 14 years old. The data collection tool used was a
closed questionnaire with a range of 1-5 Likert Scale scores. The results of
data analysis showed a significant influence between the use of social media
and interest in revisiting HM Soeharto Museum. The regression coefficient
and correlation coefficient showed that any increase in social media usage
was associated with a significant increase in interest in revisiting the
museum. These findings have important implications in the context of
museum promotion and marketing as well as cultural tourism activities.
Visitors to HM Soeharto Museum are advised to follow their social media
accounts to get the latest information. By making good use of social media,
visitors can provide feedback to the museum about the experience of
visiting. Visitors can also invite friends or relatives to visit together. This can
contribute to increasing interest in visiting HM Soeharto Museum again and
enriching visitors' experience in exploring Indonesia's historical heritage.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 111-119
E-ISSN: 3047-2288
112
Annisa Nur Arifah et.al (Pengaruh media sosial dalam penyampaian.)
©2024, Annisa Nur Arifah, Viona Amelia, Dwi Yoso Nugroho
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pariwisata telah menjadi suatu kebutuhan pokok bagi masyarakat, sebagai akibat dari
kejenuhan yang dirasakan setelah rutinitas yang panjang. Selama periode lima tahun (2013-
2018) jumlah perjalanan wisatawan dalam negeri mengalami peningkatan lebih dari 21%,
seperti yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (Cemporaningsih, et al; 2020). Sementara
geliat aktifitas pariwisata mulai mulih pasca Covid-19 dan dilaporkan sebesar 433,57 juta
perjalanan yang dilakukan. Jumlah teresebut mengalami peningkatan sebesar 23,83 persen
dibandingkan dengan semester I pada tahun 2019 sebelum pandemi (Arieza,2023).
Peningkatan jumlah perjalanan wisatawan dipastikan memberikan tambahan pendapatan bagi
negara. Kesadaran wisatawan domestik terhadap kunjungan dalam negeri dapat memberikan
kontribusi positif bagi perkembangan sektor pariwisata di Indonesia serta turut ambil bagian
dalam pembangunan ekonomi sosial pada suatu wilayah (Polisda, 2023). Posisi ini diperkuat
dengan beragam atraksi atau daya tarik wisata yang telah berkembang di Indonesia, Suwena
& Widyatmaja (2017) mengidentifikasikan jenis pariwisata berdasarkan objek daya tariknya,
yakni wisata seni budaya, wisata kesehatan, wisata niaga/belanja, wisata olahraga, wisata
politik, wisata sosial, wisata religi, dan wisata air. Adapun wisata sejarah yang juga tidak
kalah beragam, kurang mendapat sorotan dari wisatawan. Kesan angker, kuno, dan tua serta
kurang menariknya pembelajaran sejarah di kelas menjadi stereotipe tersendiri di kalangan
wisatawan (Dipa, 2023; Sahroji, 2023). Secara konsep, wisata sejarah merupakan jenis
wisata yang menekankan pengenalan sejarah yang dikemas dalam kunjungan ke tempat-
tempat bersejarah, situs bersejarah, maupun museum yang berkaitan dengan peristiwa atau
tokoh penting dalam sejarah suatu daerah, negara atau peradaban. Wisata sejarah
memberikan kesempatan untuk dapat mengagumi keunikan situs sejarah dan wisatawan
dapat terhubung secara emosional dan intelektual dengan masa lalu, serta meningkatkan
pemahaman wisatawan (Prasetyo et al., 2021). Tujuan utama dari wisata sejarah adalah
untuk memahami, menghargai dan mempelajari warisan sejarah suatu tempat atau peristiwa
tertentu.
Dalam konteks wisata sejarah, Museum HM Soeharto memiliki peran penting dalam
melestarikan dan mempromosikan Sejarah Indonesia kepada generasi muda dan wisatawan
domestik maupun internasional. Menurut Agudjir (2021), museum HM Soeharto
memberikan beberapa dampak positif yaitu pertama, dengan keberadaan museum
memberikan lapangan kerja bagi Masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi
meningkat. Kedua, dengan kehadiran wisatawan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat
yang berjualan suvenir, kuliner, pengelolaan parkir, penyewaan sepeda dan pengelola
homestay. Ketiga, wisatawan yang berkunjung dapat mengenal budaya lokal di Museum HM
Soeharto. Dengan demikian, mengunjungi Museum HM Soeharto tidak hanya memberikan
pengalaman yang edukatif, tetapi juga dapat memberikan pemahaman sejarah, membantu
perekonomian masyarakat setempat, dan peningkatan apresiasi terhadap warisan budaya
Indonesia.
Minat berkunjung kembali memiliki kesamaan dengan minat pembelian. Effendi dan
Manvi (2021) menjelaskan, bahwa terdapat 3 indikator untuk minat berkunjung wisatawan
yaitu ketertarikan, preferensi atau prioritas dan pencarian informasi. Kepercayaan terhadap
penyedia jasa dapat menimbulkan loyalitas pelanggan jika produk atau layanan yang
diberikan dapat bermanfaat bagi wisatawan. Memberikan bukti empiris bahwa faktor
kepercayaan mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan wisatawan. Pada era digital,
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 111-119
E-ISSN: 3047-2288
113
Annisa Nur Arifah et.al (Pengaruh media sosial dalam penyampaian.)
penggunaan media sosial telah menjadi salah satu alat utama dalam menyebarkan informasi
mengenai berbagai destinasi wisata, termasuk museum (Syamsu et al., 2022). Penggunaan
sosial media menjadi salah satu alat utama dalam menyebarkan informasi mengenai berbagai
destinasi wisata. Sosial media memberikan platform yang luas bagi pengelola destinasi
wisata untuk mempromosikan atraksi dan layanan yang di miliki kepada khalayak yang lebih
luas. Promosi melalui media sosial merupakan salah satu bentuk digital marketing yang
umum dilakukan dalam dunia usaha (Talalu et al., 2021). Menurut Utomo (2023), besarnya
peran pariwisata bagi perkembangan ekonomi diperlukan digital marketing untuk
memperkenalkan dan menarik wisatawan ke suatu objek wisata. Pengguna media sosial kini
semakin merajalela dan hampir semua kalangan tidak lepas dari gawai. Hal tersebut dapat
dimanfaatkan oleh pengelola objek wisata untuk melakukan promosi secara online.
Sudarmawan dan Sofiani (2023) memaparkan bahwa, promosi secara online dapat
memberikan pengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan ke suatu destinasi. Apabila
promosi wisata dijalankan dengan baik melalui media sosial maka wisatawan akan tertarik
untuk berkunjung dan melakukan kunjungan kembali ke Museum HM Soeharto. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah pengetahuan dengan menginvestigasi secara
sistematis pengaruh media sosial dalam penyampaian informasi terhadap minat berkunjung
kembali di Museum HM Soeharto. Adapun hipotesis yang disusun pada penelitian ini adalah
sebagai berikut:
Ho : Tidak ada pengaruh dari media sosial dalam penyampaian informasi tentang Museum
HM Soeharto terhadap minat berkunjung kembali.
Ha : Terdapat pengaruh dari media sosial dalam penyampaian informasi tentang Museum
HM Soeharto terhadap minat berkunjung kembali.
2. Metode
Penelitian ini dilakukan di museum H.M Soeharto Yogyakarta, dengan durasi penelitian
selama 1 bulan, yakni pada bulan April 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah
kuantitatif yang mengandalkan pengukuran secara statistik (Sugiyono, 2017) melalui instrumen
penelitian berupa kuesioner tertutup, yakni kuesioner yang sudah disediakan jawaban, sehingga
mempermudah responden dalam menentukan jawaban ( Arikunto, 2010:195). Skala Likert
digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur sikap dan pendapat sekaligus memberikan skor
dengan skala 1-5 pada jawaban responden terhadap serangkaian pertanyaan dengan gradasi
mulai dari sangat setuju (SS), setuju (S), netral (N), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju
(STS) (Sugiyono, 2017: 134-135). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
pengunjung museum H.M Soeharto dalam 3 bulan pertama di tahun 2024 ( Januari- Maret) dan
diperoleh jumlah pengunjung sebesar 11.022 pengunjung, kemudian penentuan sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pengunjung museum dengan kriteria yang pernah
berkunjung dan minimal berusia 14 tahun, sehingga dapat dikatakan bahwa penentuan sampel
pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik
pengambilan sampel yang tidak didasarkan pada random, area, atau strata, tetapi didasarkan
pada pertimbangan yang difokuskan pada tujuan tertentu (Arikunto, 2006). Sebagai keperluan
dalam penelitian ini, maka dari total populasi ditetapkan jumlah sampel yang diambil,
diperoleh menggunakan rumus Slovin. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan
aplikasi SPSS sebagai alat untuk membantu melakukan analisis data. SPSS (Statistical Product
and Service Solutions) adalah sebuah program pengolahan data statistik yang berguna untuk
pengambilan keputusan terutama dalam bidang penelitian (Juliandi et al., 2018). Data yang
terkumpul akan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif untuk menggambarkan
karakteristik responden dan variabel penelitian. Selanjutnya analisis regresi linier digunakan
untuk menguji pengaruh variabel media sosial terhadap minat berkunjung kembali ke Museum
HM Soeharto.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 111-119
E-ISSN: 3047-2288
114
Annisa Nur Arifah et.al (Pengaruh media sosial dalam penyampaian.)
3. Hasil dan Pembahasan
Penelitian tentang pengaruh media sosial dalam penyampaian informasi terhadap minat
berkunjung kembali di Museum HM Soeharto menjadi relevan dalam konteks pariwisata.
Memahami bagaimana media sosial dapat digunakan untuk memperkuat hubungan antara
museum dan pengunjung, serta merangsang minat untuk mengunjungi kembali. Data pada
penelitian ini dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada wisatawan yang pernah
berkunjung ke Museum HM Soeharto. Responden dapat mengisi angket kuesioner yang
berisikan data pribadi responden. Data pribadi yang dimaksud seperti nama, jenis kelamin,
usia dan pekerjaan. Diharapkan responden dapat mengisi kuesioner yang sudah disediakan
untuk melengkapi data yang diperlukan. Penelitian yang penulis lakukan yaitu dengan
melibatkan sampel sejumlah 100 responden di mana responden adalah wisatawan yang
pernah berkunjung atau sedang berkunjung ke Museum HM Soeharto. Pada pengolahan data
berbentuk kuesioner atau butir pertanyaan dengan total 5 pertanyaan pada Variabel X dan 5
pertanyaan pada Variabel Y. Menggunakan Skala Likert 5 yang merepresentasikan nilai 5
sebagai nilai tertinggi dan 1 sebagai nilai terendah.
Profil Responden
Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada
wisatawan yang pernah berkunjung ke Museum HM Soeharto. Responden dapat mengisi
angket kuesioner yang berisikan data pribadi responden. Data pribadi yang dimaksud seperti
nama, jenis kelamin, usia dan pekerjaan. Berikut data responden yang mengisi kuesioner:
Tabel 1. Profil Responden
Profil
Jumlah
Keterangan
Jenis kelamin
66
Perempuan
Usia
50
17-25 Tahun
Asal daerah
68
D.I. Yogyakarta
Pekerjaan
56
Pelajar/ Mahasiswa
Sumber: Data diolah, 2024.
Data pengujian karakteristik jenis kelamin diperoleh melalui survei yang telah
dilakukan pada wisatawan yang sedang berkunjung di Museum HM Soeharto. Mayoritas
wisatawan yang sedang berkunjung di Museum HM Soeharto dan yang mengisi kuesioner
adalah perempuan. Sedangkan wisatawan yang sedang berkunjung di Museum HM Soeharto
dapat disimpulkan bahwa yang mengisi kuesioner memiliki rentang usia 17-25 tahun.
Wisatawan yang berkunjung ke Museum HM Soeharto yang mengisi kuesioner berasal dari
D.I. Yogyakarta. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa wisatawan yang berkunjung ke
Museum HM Soeharto dan yang mengisi kuesioner memiliki pekerjaan sebagai pelajar/
mahasiswa.
Uji Validitas
Tabel 2. Hasil Uji Validitas
r-Hitung
r-Tabel
P(Sig.)
Keterangan
0,680
0,195
0,000
Valid
0,654
0,195
0,000
Valid
0,605
0,195
0,000
Valid
0,730
0,195
0,000
Valid
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 111-119
E-ISSN: 3047-2288
115
Annisa Nur Arifah et.al (Pengaruh media sosial dalam penyampaian.)
0,647
0,195
0,000
Valid
0,685
0,195
0,000
Valid
0,726
0,195
0,000
Valid
0,710
0,195
0,000
Valid
0,602
0,195
0,000
Valid
0,381
0,195
0,000
Valid
Sumber: Data diolah, 2024.
Dari tabel di atas, terlihat hasil uji validitas menunjukkan bahwa keseluruhan indikator
pertanyaan memiliki nilai r-hitung yang lebih besar dari pada r-tabel. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa data dapat dikatakan valid.
Uji Reliabilitas
Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas
Jumlah Pertanyaan
Cronbach’s Alpha
r alpha
Keterangan
10
0,841
0,6
Reliabel
Sumber: Data diolah, 2024.
Pada tabel di atas, hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai cronbach’s alpha sebesar 0.841
dan lebih besar dari nilai r-alpha. Maka, menunjukkan bahwa instrumen penelitian tersebut
dapat dipercaya dalam mengumpulkan data yang akurat dan dapat diandalkan serta data dapat
dikatakan reliabel.
Uji Asumsi Klasik
Asumsi ini memiliki syarat yang harus dipenuhi supaya hasil statistik yang dihasilkan
bisa diandalkan. Uji asumsi penting dilakukan untuk memeriksa apakah data yang digunakan
mematuhi kriteria-kriteria ini. Ketika asumsi tidak terpenuhi, langkah perbaikan mungkin
diperlukan seperti transformasi data atau menggunakan teknik statistik yang berbeda.
Memahami dan menguji asumsi klasik merupakan langkah awal yang krusial untuk
memastikan validitas dan keandalan hasil analisis statistik dalam penelitian kuantitatif
(Mardiatmoko, 2020).
Tabel 4. Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N
100
Asymp. Sig. (2-tailed)
.200
Sumber: Data diolah, 2024.
Uji Normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang
dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Berdasarkan tabel di atas, data
dapat dikatakan berdistribusi normal dengan nilai Asymp.sig (0.200) lebih besar dari 0.05.
Maka, dapat disimpulkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menolak hipotesis bahwa data
memiliki distribusi yang normal.
Tabel 5. Hasil Uji Linearitas
Berkunjung Kembali*
Media Sosial
Sum of
Squares
df
Mean Square
F
Sig.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 111-119
E-ISSN: 3047-2288
116
Annisa Nur Arifah et.al (Pengaruh media sosial dalam penyampaian.)
Deviation from Linearity
59.53
5
1
5
3.969
.
649
.825
Sumber: Data diolah, 2024.
Berdasarkan tabel di atas, nilai deviation from linearity sig. (0.825) lebih besar dari 0.05
maka dapat dikatakan ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel independen
dengan variabel dependen. Dapat disimpulkan bahwa, terdapat hubungan antara variabel media
sosial dan minat berkunjung kembali di Museum HM Soeharto.
Regresi Linear Sederhana
Tabel 6. Regresi Linear Sederhana
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
B
Std.
Error
Beta
(Constant)
9.730
1.142
8.519
MEDSOS
.559
.064
.661
8.724
Sumber: Data diolah, 2024.
Pada tabel di atas, nilai constant sebesar 9.730 dan apabila tidak ada variabel media
sosial (X) maka nilai minat berkunjung kembali (Y) sebesar 9.730. Sedangkan nilai koefisien
regresi sebesar 0.559, apabila setiap variabel media sosial (X) mengalami peningkatan 1%
maka variabel minat berkunjung kembali (Y) akan meningkat sebesar 0.559. Dengan demikian
hasil regresi linear sederhana menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap minat berkunjung kembali ke Museum HM Soeharto.
Uji Hipotesis
Hasil Uji T (Parsial)
Uji T bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara satu variabel
independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Membandingkan nilai signifikansi dengan
nilai probabilitas 0,05 (Sugiyono, 2013).
Tabel 7. Hasil Uji T (Parsial)
t-Hitung
t-Tabel
8.724
1.984
Sumber: Data diolah, 2024.
Pada tabel di atas, karena t-hitung sebesar 8.724 lebih besar dari t-tabel yaitu 1.984, maka
pengaruh variabel independen (media sosial) terhadap variabel dependen (minat berkunjung
kembali) adalah signifikan secara statistik.
Hasil Koefisien Korelasi
Analisis koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui arah dan kuatnya hubungan
antar dua variabel atau lebih. Arah dinyatakan dalam bentuk hubungan positif dan negatif,
sedangkan kuat atau lemahnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi
(Sugiyono, 2013).
Tabel 8. Hasil Koefisien Korelasi
Correlations
MINAT
MEDSOS
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 111-119
E-ISSN: 3047-2288
117
Annisa Nur Arifah et.al (Pengaruh media sosial dalam penyampaian.)
Pearson Correlation
MINAT
1.000
.661
MEDSOS
.661
1.000
Sig. (1-tailed)
MINAT
.
.000
MEDSOS
.000
.
N
MINAT
100
100
MEDSOS
100
100
Sumber: Data diolah, 2024.
Nila p-value untuk kedua korelasi di atas, minat berkunjung kembali dan media sosial
adalah 0.000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara keduanya
adalah signifikan secara statistik. Maka dapat dikatakan bahwa, tingkat kekuatan hubungan
media sosial terhadap minat berkunjung kembali memiliki tingkat hubungan yang kuat.
Uji Koefisien Determinasi
Tabel 9. Koefisien Determinasi
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate
1
.661
a
.437
.431
2.405
Sumber: Data diolah, 2024.
Pada tabel di atas, nilai Adjustic R-square 0.431 lebih besar dari 0.33 dan lebih kecil dari
0.67, maka data dikatakan moderat. Sedangkan nilai R Square yaitu 0.437 sebesar 43.7%
menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat menjelaskan sebagian besar variasi yang
diamati. Sisanya sebesar 56.3% variasi dalam minat berkunjung kembali tidak dapat dijelaskan
oleh variabel independen dan dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam
analisis. Dengan demikian, hubungan antara penggunaan sosial media dan minat berkunjung
kembali ke museum HM Soeharto memiliki tingkat kecocokan yang cukup baik.
Pengaruh Media Sosial dalam Penyampaian informasi terhadap minat berkunjung
kembali
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
penyampaian informasi melalui media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
minat berkunjung kembali ke Museum HM Soeharto. Analisis regresi linear menunjukkan
adanya hubungan positif yang signifikan antara penggunaan media sosial dan minat berkunjung
kembali ke museum tersebut. Koefisien regresi untuk variabel media sosial (X) adalah positif
sebesar 0.559 dan signifikan secara statistik dari t-Hitung sebesar 8.724 dan p-value sebesar
0.000, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan dalam penggunaan media sosial dikaitkan
dengan peningkatan yang signifikan dalam minat berkunjung kembali ke Museum HM
Soeharto. Hal ini didukung juga oleh hasil koefisien korelasi antara variabel X dan Y, yang
menunjukkan korelasi positif yang moderat sebesar 0.661 dan signifikan secara statistik yaitu
p-value sebesar 0.000. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.437 juga menunjukkan
bahwa sekitar 43.7% dari variasi dalam minat berkunjung kembali ke Museum HM Soeharto
dapat dijelaskan oleh penggunaan media sosial. Meskipun masih ada faktor-faktor lain yang
memengaruhi minat berkunjung kembali yang tidak dimasukkan dalam model, hasil ini
menegaskan bahwa penggunaan media sosial memiliki kontribusi yang signifikan terhadap
peningkatan minat berkunjung kembali ke museum. Oleh karena itu, temuan ini memiliki
implikasi penting bagi pihak-pihak yang terlibat dalam promosi dan pemasaran Museum HM
Soeharto. Penggunaan media sosial dapat dianggap sebagai alat yang efektif untuk
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 111-119
E-ISSN: 3047-2288
118
Annisa Nur Arifah et.al (Pengaruh media sosial dalam penyampaian.)
meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung kembali ke museum tersebut. Dengan
memanfaatkan media sosial dengan baik, museum dapat lebih efektif dalam menyampaikan
informasi, memperluas jangkauan audiens, dan memperkuat keterlibatan masyarakat dengan
koleksi dan program-programnya. Ini juga menunjukkan pentingnya mengembangkan strategi
pemasaran yang berbasis digital dan berorientasi pada penggunaan media sosial dalam
mempromosikan destinasi pariwisata budaya seperti museum.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penyampaian informasi melalui
media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung kembali ke
Museum HM Soeharto. Analisis regresi linear menunjukkan adanya hubungan positif yang
signifikan antara penggunaan media sosial dan minat berkunjung kembali ke museum
tersebut. Koefisien regresi yang positif dan signifikan, serta koefisien korelasi yang moderat
dan signifikan, mendukung temuan ini. Informasi yang disampaikan melalui media sosial
membantu memperkuat hubungan emosional pengunjung dengan museum yang akhirnya
mendorong minat wisatawan untuk berkunjung kembali. Meskipun masih ada faktor-faktor
lain yang memengaruhi minat berkunjung kembali, penggunaan media sosial memiliki
kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan minat berkunjung kembali ke museum.
5. Daftar Pustaka
Agudjir, A. (2021). Dampak Keberadaan Museum HM Soeharto Yogyakarta Terhadap
Kehidupan Sosial, Ekonomi dan Budaya Masyarakat Desa Argomulyo (Doctoral
dissertation, STP AMPTA Yogyakarta).
Arikunto, S. (2006). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Ari Kunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka
Cipta
Arieza, U. (3 Agustus 2023). Perjalanan Wisatawan Nusantara Lampau Angka Sebelum
Pandemi. Kompas. Diakses melalui
https://travel.kompas.com/read/2023/08/03/174000827/perjalanan-wisatawan-nusantara-
lampaui-angka-sebelum- pandemi-.
Cemporaningsih, et al. (2020). Ekonomi Kreatif Sebagai Poros Pengembangan Pariwisata di
Kecamatan Kledung dan Bansari, Kabupaten Temanggung. Jurnal Nasional Parwisata,
12 (2),106-125.
Dipa, M. (18 Agustus 2023). Ini Kata Sosiolog Terkait Rendahnya Minat Milenial Kunjungi
Objek Wisata Sejarah. Warta Kota Live. Diakses melalui
https://wartakota.tribunnews.com/2023/08/18/ini-kata-sosiolog-terkait-rendahnya-minat-
milenial-kunjungi-objek-wisata-sejarah.
Effendi, F. Z., & Manvi, K. I. (2021). Minat Berkunjung Wisatawan ke Museum
Adityawarman Kota Padang. Jurnal Kajian Pariwisata Dan Bisnis Perhotelan, 2(3), 275-
281.
Juliandi, A., Manurung, S., & Satriawan, B. (2018). Mengolah data penelitian bisnis dengan
SPSS. Lembaga Penelitian dan Penulisan Ilmiah AQLI.
Polisda, Y. (2023). Karakteristik Wisatawan Mancanegara di Industri Perhotelan. Jurnal
Pariwisata Bunda, 3(2), 1-17.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 111-119
E-ISSN: 3047-2288
119
Annisa Nur Arifah et.al (Pengaruh media sosial dalam penyampaian.)
Prasetyo, D., Manik, T. S., & Riyanti, D. (2021). Pemanfaatan museum sebagai objek wisata
edukasi. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 15(1), 1-11.
Sahroji, A. (23 Januari 2023). Kenapa Kunjungan ke Museum Jarang Diminati? Simak Uraian
Berikut. Era.id. Diakses melalui https://era.id/travel/115803/kenapa-kunjungan-ke-
museum-jarang-diminati-simak-uraian-berikut.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suwena, I. K., & Widyatmaja, I. G. N. (2017). Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata (Revisi).
Pustaka Larasan
Syamsu, M. N., Sasongko, G., & Andadari, R. K. (2022). The relationship of experience,
satisfaction, and trust of y generation tourist Instagram social media users to tourism
destination loyalty in Yogyakarta. Technium Soc. Sci. J., 33, 516.
Talalu, T. R., Putri, C. F. I. L. D., & Mokodompit, I. V. (2021). Digital Marketing: Metode
Utama Komunikasi Pemasaran Atraksi Wisata Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
ETTISAL: Journal of Communication, 6(2), 215-224.
Utomo, S. B. (2023). Pemanfaatan Digital Marketing dalam Memperkenalkan Kawasan Wisata
Jalan Tunjungan di Surabaya. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and
Business, 3(2), 449-458.