PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 120-126
E-ISSN: 3047-2288
120
Arvina Aizil Fitroh, Johan Subarkah (Pengaruh daya tarik wisata….)
Pengaruh daya tarik wisata terhadap keputusan
wisatawan: studi kasus di Obyek Wisata Pemandian
Air Panas Tempuran di Kabupaten Magelang
Arvina Aizil Fitroh
a,1
, Johan Subarkah
b,2
a
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta
b
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta
1
arvinaaizil2001@gmail.com;
2
johan.subarkah@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 30 Januari 2024
Direvisi: 20 Maret 2024
Disetujui: 22 Mei 2024
Tersedia Daring: 1 Juni 2024
Penelitian ini mengkaji pengaruh daya tarik wisata dan fasilitas terhadap
kepuasan wisatawan di Obyek Wisata Pemandian Air Panas Tempuran,
Kabupaten Magelang. Menggunakan metode asosiatif kuantitatif dengan
survei, penelitian ini mengukur atraksi (X1) dan fasilitas (X2) sebagai
variabel independen, serta kepuasan wisatawan (Y) sebagai variabel
dependen. Data dari 99 responden dianalisis menggunakan regresi linier
berganda dengan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa atraksi dan fasilitas
secara signifikan mempengaruhi kepuasan wisatawan. Variasi atraksi dan
kualitas fasilitas sangat menentukan tingkat kepuasan pengunjung.
Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengelola pariwisata
untuk meningkatkan daya tarik dan fasilitas guna meningkatkan kepuasan
wisatawan di Pemandian Air Panas Tempuran.
Kata Kunci:
Daya Tarik Wisata
Kepuasan Wisatawan
Pemandian Air Panas
Tempuran
Fasilitas
ABSTRACT
Keywords:
Tourist Attraction
Visitor Satisfaction
Tempuran Hot Springs
Facilities
This study examines how tourist attractions and facilities affect visitor
satisfaction at Tempuran Hot Spring in Magelang Regency. Using a
quantitative method with surveys, it evaluates two independent variables
attractions (X1) and facilities (X2)and one dependent variable, visitor
satisfaction (Y). Data from 99 respondents were analyzed using multiple linear
regression via SPSS. Results show that attractions and facilities significantly
influence visitor satisfaction. The findings provide insights for tourism
managers to enhance attractions and facilities to improve visitor satisfaction
at Tempuran Hot Springs.
©2024, Arvina Aizil Fitroh, Johan Subarkah
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendahuluan ditulis menggunakan spasi tunggal. Bagian ini harus memuat 1) latar
belakang, 2) kebaruan (wajib dijelaskan), 3) survei literatur (penelitian relevan), 4) analisis
kesenjangan, 5) tujuan penelitian, 6) kontribusi penelitian yang jelas.
Pariwisata adalah kegiatan kompleks yang melibatkan berbagai sektor seperti pemerintah,
bisnis, masyarakat, dan wisatawan. Sebagai salah satu sektor yang tumbuh paling cepat,
pariwisata mendukung ekonomi global dan merupakan sektor unggulan di Indonesia dengan
potensi pemasukan devisa yang besar. Magelang, kota di Provinsi Jawa Tengah, memiliki
potensi wisata beragam, termasuk pemandian air panas alami di Desa Sumberarum. Meski
demikian, banyak pengunjung merasa tidak puas dengan fasilitas yang tersedia.
Sektor pariwisata memberikan dampak signifikan pada ekonomi, sosial, dan budaya.
Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kontribusi sektor ini terhadap
PDB nasional mencapai 4,8% selama 2015-2019. Magelang, dengan posisi strategisnya,
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 120-126
E-ISSN: 3047-2288
121
Arvina Aizil Fitroh, Johan Subarkah (Pengaruh daya tarik wisata….)
menawarkan berbagai destinasi wisata yang menarik.
Namun, observasi menunjukkan bahwa 79% pengunjung pemandian air panas Tempuran
tidak puas dengan fasilitas yang ada. Kepuasan wisatawan merupakan faktor kunci kesuksesan
destinasi wisata. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi
kepuasan wisatawan, salah satunya adalah daya tarik wisata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya tarik wisata terhadap kepuasan
wisatawan di obyek wisata pemandian air panas Tempuran, Magelang. Penelitian ini
diharapkan dapat mengisi gap penelitian dan memberikan wawasan tentang pengembangan
destinasi wisata di Magelang. Oleh karena itu penelitian ini diberi judul, Pengaruh Daya
Tarik Wisata terhadap Kepuasan Wisatawan: Studi Kasus di Obyek Wisata Pemandian Air
Panas Tempuran di Kabupaten Magelang”.
Kajian Literatur dan Kajian Teori
Kajian Literatur
a. Pengaruh fasilitas wisata, daya tarik wisata dan kualitas layanan terhadap kepuasan
pengunjung wisata Pantai Ujong Blang Lhokseumawe oleh Nurmala, Sullaida,
Damanhur (2022). Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa fasilitas wisata, daya
tarik wisata, dan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pengunjung wisata
Pantai Ujong Blang Kota Lhokseumawe secara parsial. Diharapkan pemerintah daerah
lebih memperhatikan tata kelola wisata dengan meningkatkan fasilitas dan pelayanan
untuk meningkatkan minat pengunjung dan pertumbuhan ekonomi daerah.
b. Pengaruh daya tarik wisata halal terhadap kepuasan wisatawan berkunjung ke Kota
Sabang oleh Kasmaniar, dkk (2023). Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa
wisata halal memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan yang
berkunjung ke Kota Sabang dengan tingkat persentase pengaruh sebesar 58.4%,
sedangkan sisanya 41.6% dipengaruhi oleh faktor lain.
c. Pengaruh daya tarik, aksesibilitas dan fasilitas terhadap kepuasan wisatawan
berkunjung ke Pulau Karampuang di Mamuju Sulawesi Barat oleh Ma’ruf Armal,
Mashur Razak, Muhammad Hidayat (2023). Hasil dari penelitiannya menunjukkan
bahwa daya tarik, aksesibilitas, dan fasilitas berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan wisatawan berkunjung ke Pulau Karampuang di Mamuju Sulawesi
Barat, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menunjukkan nilai koefisien
determinasi (R²) sebesar 0,390, yang berarti bahwa variabel daya tarik, aksesibilitas,
dan fasilitas menjelaskan 39% kepuasan wisatawan, sementara 61% dijelaskan oleh
faktor lain di luar model.
Kajian Teori
Kepuasan Wisatawan
Kotler dalam (Sunyoto, 2013) menjelaskan bahwa kepuasan pelanggan adalah tingkat
perasaan seseorang setelah membandingkan (kinerja alau hasil) yang dirasakan dibandingkan
dengan harapannya. Kepuasan wisatawan menjadi penentu keberhasilan dalam industri
pariwisata, memerlukan komitmen pengelola tempat atraksi untuk menyusun strategi yang
memastikan kepuasan wisatawan. Kepuasan adalah hasil dari perbandingan antara harapan dan
kenyataan, di mana jika kenyataannya sesuai atau melebihi harapan, maka tingkat kepuasan
akan tinggi. Sebaliknya, jika kenyataannya di bawah harapan, tingkat kepuasan akan rendah.
Dalam konteks ini, kepuasan wisatawan sama dengan kepuasan pelanggan dalam bisnis.
Kepuasan pelanggan, menurut Kotler, adalah perasaan seseorang setelah membandingkan
kinerja yang dirasakan dengan harapannya. Kepuasan pelanggan memengaruhi pola perilaku
selanjutnya, di mana pelanggan yang puas cenderung kembali membeli produk atau jasa yang
sama dan memberikan referensi yang baik kepada orang lain. Oleh karena itu, untuk
menciptakan kepuasan pelanggan, pengelola tempat wisata perlu memahami kebutuhan dan
harapan wisatawan terlebih dahulu.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 120-126
E-ISSN: 3047-2288
122
Arvina Aizil Fitroh, Johan Subarkah (Pengaruh daya tarik wisata….)
Daya Tarik Wisata
Daya tarik wisata adalah aspek utama yang mendorong wisatawan untuk melakukan
perjalanan, meliputi atraksi alam dan fasilitas pendukung. Atraksi dapat berupa taman alam,
pantai, situs arkeologi, dan tempat bersejarah. Menurut Harris dan Howard (1992), daya tarik
wisata adalah ciri fisik atau budaya suatu tempat yang memenuhi kebutuhan wisatawan,
seperti iklim, pemandangan, teater, museum, atau air terjun.
Atraksi, menurut Rossadi dan Widayati (2018), mencakup keunikan, keindahan, dan nilai
alam, budaya, serta hasil buatan manusia yang menarik minat wisatawan. Atraksi yang baik
menawarkan kombinasi keindahan alam, budaya, fasilitas memadai, layanan ramah,
keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan kontribusi bagi komunitas lokal.
Fasilitas, menurut Kotler (2016), adalah peralatan fisik yang disediakan untuk
kenyamanan konsumen, termasuk tempat parkir, toilet, area istirahat, tempat makan, pusat
informasi, jalur pejalan kaki, fasilitas olahraga, dan akomodasi. Fasilitas yang baik
meningkatkan pengalaman dan kenyamanan pengunjung.
Kerangka Berpikir
Penelitian ini mengkaji pengaruh daya tarik wisata terhadap kepuasan wisatawan di
Pemandian Air Panas Tempuran, Magelang. Variabel independen adalah kepuasan wisatawan,
sedangkan variabel dependen adalah atraksi dan fasilitas. Kerangka pemikiran ini
memudahkan pemahaman penelitian.
Gambar 1. Skema Kerangka Berpikir
2. Metode
Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif untuk menguji pengaruh daya
tarik wisata terhadap kepuasan wisatawan di Obyek Wisata Pemandian Air Panas Tempuran,
Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilakukan pada Februari hingga Maret 2024 dengan
metode kuantitatif melalui survei dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Variabel
dependen adalah atraksi dan fasilitas, sedangkan variabel independen adalah kepuasan
wisatawan. Data primer diperoleh dari kuesioner, sementara data sekunder dari dokumentasi
dan penelitian terdahulu. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin, dengan 99
responden. Analisis data dilakukan dengan program SPSS, termasuk analisis regresi linear
berganda, uji t, uji F, koefisien determinasi (R²), dan uji non-parametrik (Mann Whitney).
Validitas dan reliabilitas instrumen diuji untuk memastikan keakuratan dan konsistensi data.
3. Hasil dan Pembahasan
Untuk memudahkan pemahaman dan pembacaan, hasil dan pembahasan tidak dipisah
dalam penulisannya. Hasil dan pembahasan harus menjawab permasalahan dan tujuan
penelitian. Subjudul hasil dan pembahasan disajikan terpisah. Pembahasan merupakan bagian
yang memiliki porsi paling banyak dalam badan artikel, minimum 60% dari keseluruhan
artikel.
Uji Validitas dan Reliabilitas
Tabel 1. Uji Validitas Instrumen
Pernyataan
R-hitung
R-tabel
X1.1
0,554
0,1975
X1.2
0,572
0,1975
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 120-126
E-ISSN: 3047-2288
123
Arvina Aizil Fitroh, Johan Subarkah (Pengaruh daya tarik wisata….)
X1.3
0,724
0,1975
X1.4
0,692
0,1975
X2.1
0,709
0,1975
X2.2
0,702
0,1975
X2.3
0,661
0,1975
X2.4
0,816
0,1975
Y3.1
0,786
0,1975
Y3.2
0,790
0,1975
Y3.3
0,770
0,1975
Y3.4
0,743
0,1975
Menggunakan sampel 99 responden dengan nilai r tabel 0,1975, uji validitas menunjukkan
semua item kuesioner memiliki koefisien korelasi signifikan dengan variabel yang diukur,
melampaui nilai kritis, sehingga instrumen penelitian ini terbukti valid.
Tabel 2. Uji Reliabilitas Instrumen
Variabel
Cronbach Alpha
Keterangan
Atraksi (X1)
0,727
Reliabel
Fasilitas (X2)
0,802
Reliabel
Kepuasan Wisatawan (Y)
0,856
Reliabel
Uji Regresi Linear Berganda
Tabel 3. Analisis Uji Regresi Linear Berganda
Persamaan regresi y = 0,605 + 0,458X1 + 0,510X2 menunjukkan bahwa nilai konstanta
0,605 adalah awal sebelum variabel atraksi (X1) dan fasilitas (X2) mempengaruhi keputusan
berkunjung. Peningkatan 1 satuan pada atraksi meningkatkan minat berkunjung sebesar 0,458,
dan peningkatan 1 satuan pada fasilitas meningkatkan minat berkunjung sebesar 0,510.
Uji t
Tabel 4. Analisis Pengaruh Atraksi Terhadap Kepuasan Wisatawan
Dengan taraf uji 5%, terbukti bahwa X1 mempengaruhi Y dengan nilai signifikan 0,000 <
0,05. Nilai t hitung variabel X1 (10,019) melebihi nilai t tabel (1,985), menunjukkan bahwa
atraksi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 120-126
E-ISSN: 3047-2288
124
Arvina Aizil Fitroh, Johan Subarkah (Pengaruh daya tarik wisata….)
Tabel 5. Analisis Pengaruh Fasilitas Terhadap Kepuasan Wisatawan
Dengan taraf uji 5%, terbukti bahwa X2 mempengaruhi Y (nilai signifikansi 0,000 <
0,05). Nilai t hitung 11,785 > t tabel 1,985, menunjukkan ada pengaruh antara fasilitas
terhadap kepuasan wisatawan.
Uji F
Tabel 6. Analisis Pengaruh Atraksi Terhadap Kepuasan Wisatawan
Nilai F hitung 100,384 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 menunjukkan variabel
independen secara simultan mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.
Tabel 7. Analisis Pengaruh Fasilitas Terhadap Kepuasan Wisatawan
Nilai F hitung 138,876 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 menunjukkan variabel
independen mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Pengaruh Atraksi Terhadap Keputusan Wisatawan
Tabel 8. Analisis Pengaruh Atraksi Terhadap Kepuasan Wisatawan
Nilai korelasi yaitu sebesar 0,713. Diperoleh nilai R square sebesar 0,509 dengan arti
pengaruh Atraksi terhadap kepuasan wisatawan sebesar 50,9%.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 120-126
E-ISSN: 3047-2288
125
Arvina Aizil Fitroh, Johan Subarkah (Pengaruh daya tarik wisata….)
Tabel 9. Analisis Pengaruh Fasilitas Terhadap Kepuasan Wisatawan
Nilai korelasi yaitu sebesar 0,767. Diperoleh nilai R square sebesar 0,589 dengan arti
pengaruh Fasilitas terhadap kepuasan wisatawan sebesar 58,9%.
Uji Non Parametrik (Mann Whitney)
Tabel 10. Analisis Uji Non Parametrik
Nilai asymp. sig. (2-tailed) sebesar 0,046 < 0,05 menunjukkan hipotesis diterima. Jadi,
ada perbedaan pengaruh antara atraksi dan fasilitas, serta daya tarik wisata mempengaruhi
kepuasan wisatawan.
Pembahasan
Pengaruh Atraksi Terhadap Kepuasan Wisatawan: Atraksi di pemandian air panas
Tempuran mempengaruhi kepuasan wisatawan. Arsitektur unik dan menarik serta kegiatan
tambahan seperti berenang dan relaksasi di spa meningkatkan pengalaman wisatawan,
membuat mereka merasa lebih puas.
Pengaruh Fasilitas Terhadap Kepuasan Wisatawan: Fasilitas yang memadai di pemandian
air panas Tempuran juga mempengaruhi kepuasan wisatawan. Kolam yang bersih, area
rekreasi luas, serta sarana pendukung seperti toilet dan kamar ganti yang nyaman
meningkatkan pengalaman pengunjung. Kebutuhan yang terpenuhi dengan baik meningkatkan
kepuasan mereka selama kunjungan.
4. Kesimpulan
Penelitian membuktikan ada pengaruh atraksi terhadap kepuasan wisatawan. Atraksi yang
menarik, seperti arsitektur unik dan kegiatan tambahan di sekitar pemandian, meningkatkan
daya tarik destinasi dan pengalaman wisatawan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa fasilitas yang memadai, termasuk kolam yang bersih,
area rekreasi luas, dan sarana pendukung yang nyaman, berperan penting dalam kepuasan
wisatawan. Untuk keberhasilan dan daya tarik Pemandian Air Panas Tempuran, penting untuk
terus meningkatkan atraksi dan fasilitas yang ditawarkan.
5. Daftar Pustaka
Coelho, M. S., Carlos, P. P., Pinto, V. D., Meireles, A., Negreiros, D., Morellato, L. P.
C., & Fernandes, G. W. (2018). Connection between tree functional traits and environmental
parameters in an archipelago of montane forests surrounded by rupestrian grasslands. Flora,
238, 51-59.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 2, June 2024, page: 120-126
E-ISSN: 3047-2288
126
Arvina Aizil Fitroh, Johan Subarkah (Pengaruh daya tarik wisata….)
Darmajati, 2001:28. Pengantar Pariwisata. Jakarta
Fandy Tjiptono, Pemasaran Jasa: Prinsip, Penerapan, Penelitian, Yogyakarta: Andi, 2014.
Handayani, S., Wahyudin, N., & Khairiyansyah, K. (2019). Fasilitas, Aksesibilitas Dan Daya
Tarik Wisata Terhadap Kepuasan Wisatawan. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 20(2),
123-133.
Irwanto, A., & Rohman, F. (2013). Analisis pengaruh kualitas produk dan strategi harga
terhadap kepuasan pelanggan, dan pengaruhnya pada terbentuknya word-of-mouth di
perumahan madani group Jabodetabek. Jurnal Aplikasi Manajemen, 11(1), 85-94.
Johnson, M. D. (2015). Customer Satisfaction. In International Encyclopedia of the Social &
Behavioral Sciences: Second Edition. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-097086-8.73025-X
Kotler, Philip and Kevin Lane Keller, 2016. Marketing Managemen, 15th Edition, Pearson
Education,Inc
Kotler, Philip and Kevin Lane Keller, 2016. Marketing Managemen, 15th Edition, Pearson
Education,Inc
Kotler, Philip. 2012. Manajemen Pemasaran Edisi 13, Bahasa Indonesia Jilid 1 dan 3 Cetakan.
Jakarta: Rajawali
Oliver, R. L. (2014). Satisfaction: A behavioral perspective on the consumer, Second edition. In
Satisfaction: A Behavioral Perspective on the Consumer, Second Edition.
https://doi.org/10.4324/9781315700892
Rangkuti, Freddy. (2011). SWOT Balanced Scorecard. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sadeh, Ehsan, Farid Asgari, Leila Mousavi & Sina Sadeh. (2012). Factors Affecting Tourist
Satisfac- tion and Its Consequences. Journal of Basic and Applied Scientific Research, 2,
No. 2, 1557-1560.
Simal, A. A. (2022). Pengaruh Daya Tarik Wisata Dan Kepuasan Wisatawan Terhadap Minat
Berkunjung Kembali Pada Dieng Plateau (Doctoral dissertation, Universitas Mercu Buana
Jakarta).
Sulayman, M. M., Ernawati, E., & Indarini, I. (2013). Pengaruh Dimensi Service Quality
Terhadap Customer Satisfaction Serta Pengaruh Customer Satisfaction Dan Trust Terhadap
Customer Loyalty Bca Di Surabaya. Calyptra, 1(1), 1-23.
Sunyoto, Danang. 2013. Perilaku Pelanggan. Yogyakarta: Center of Academic Publishing
Service (APS).
Tjiptono, F., & Chandra, G. (2011). Service, Quality & Satisfaction. In Edisi 4.
https://doi.org/10.3389/fgene.2015.00293
Widjaja, H. R., Rizkiyah, P., Royanow, A. F., Lemy, D. M., & Brian, R. (2023). The
Economic Impact of Tourism Development in Mandalika Lombok Indonesia.
Journal of Law and Sustainable Development, 11(9), e994-e994.
Yacob, S., Johannes, J., & Qomariyah, N. (2019). Visiting intention: A perspective of
destination attractiveness and image in Indonesia rural tourism. Sriwijaya International
Journal of Dynamic Economics and Business, 122-133.
Yollanda, Yollanda & Wardi, Yunia & Abror, Abror. (2018). The Influence of Islamic
Tourism on Word of Mouth about Tourism in West Sumatera. 10.2991/piceeba-18.2018.67