PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
127
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata
Terhadap Peningkatan Kepuasan Wisatawan di Karst
Tubing Sedayu
Aprillia Brilliani
a,1
, Danang Prasetyo
b,2
, Damiasih
c,3
a, b, c
Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, Indonesia
1
alyabrilliy@gmail.com;
2
danangprasetyo@stipram.ac.id;
3
damiasih@stipram.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 1 Juli 2024
Direvisi: 25 Juli 2024
Disetujui: 30 Juli 2024
Tersedia Daring: 1 September 2024
Sektor pariwisata pada Kabupaten Bantul selama ini hanya menonjolkan
destinasi wisata berbasis ekowisata atau ecotourism berupa pantai, hutan
pinus, dan gumuk pasir. Karst Tubing Sedayu merupakan bagian dari
destinasi wisata berbasis ecotourism namun jumlah pengunjungnya tidak
sebanyak destinasi wisata berbasis ecotourism lainnya yang berada di
Kabupaten Bantul. Oleh sebab itu, peningkatan kepuasan wisatawan dirasa
perlu dilakukan untuk meningkatkan jumlah pengunjung dari Karst Tubing
Sedayu. Dengan demikian, penelitian ini mempunyai tujuan guna
mengetahui bagaimana pengaruh fasilitas serta citra destinasi wisata
terhadap peningkatan kepuasan wisatawan sendiri. Peneliti memakai
metode kuantitatif dengan jenis penelitian kausal komparatif dan dari
penelitian ini menghasilkan pernyataan bahwa fasilitas berpengaruh
terhadap peningkatan kepuasan wisatawan, begitu juga dengan citra
destinasi wisata berpengaruh pada peningkatan kepuasan wisatawan.
Sehingga dapat dilakukan penarikan kesimpulan yakni fasilitas serta citra
destinasi wisata dengan cara bersamaan memberikan pengaruh signifikan
pada peningkatan kepuasan wisatawan. Kendati demikian, alangkah baiknya
jika pengelola dan pemerintah terkait untuk saling bersinergi dalam
meningkatkan kualitas destinasi wisata Karst Tubing Sedayu agar tercipta
lebih banyak lagi rasa puas dari wisatawan yang mana diharapkan dapat
meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Karst Tubing Sedayu
Kabupaten Bantul.
Kata Kunci:
Ekowisata
Karst Tubing Sedayu
Kepuasan Wisatawan
Pariwisata
ABSTRACT
Keywords:
Ecotourism
Karst Tubing Sedayu
Tourism
Tourist Satisfaction
The tourism sector in Bantul Regency has so far only highlighted ecotourism-
based tourist destinations in the form of beaches, pine forests, and sand dunes.
Sedayu Karst Tubing is part of an ecotourism-based tourist destination, but the
number of visitors is not as many as other ecotourism-based tourist
destinations in Bantul Regency. Therefore, enhancing tourist satisfaction is
essential to boost the number of visitors to Karst Tubing Sedayu. Thus, this
research aims to find out how the facilities and image of tourist destinations
influence increasing tourist satisfaction. Researchers used quantitative
methods with a comparative causal research type, and this research produced
the statement that facilities had an effect on increasing tourist satisfaction, as
well as that the image of tourist destinations had an effect on increasing
tourist satisfaction. Therefore, we can draw the conclusion that both the
facilities and the tourist destination's image significantly influence the
increase in tourist satisfaction. However, it would be beneficial if the
management and the relevant government collaborated to enhance the quality
of the Sedayu Karst Tubing tourist destination. This would foster a greater
sense of satisfaction among tourists, thereby potentially increasing the number
of visits to Sedayu Karst Tubing, Bantul Regency.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
128
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
©2024, Aprillia Brilliani, Danang Prasetyo, Damiasih
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bernama Kabupaten
Bantul. Dengan luas wilayah Kabupaten Bantul yang sebesar 506,85 km², kemudian
menghasilkan sebanyak 17 kecamatan. Pada kabupaten ini pula terkenal akan legenda Nyi
Roro Kidul yang dipercaya oleh sebagian besar masyarakat berada pada pantai selatan lebih
tepatnya pada Pantai Parangtritis. Selain itu, terdapat berbagai destinasi pariwisata yang
dimiliki oleh Kabupaten Bantul, baik destinasi pariwisata dengan pesona, budaya, wisata
alam, maupun buatan. Jaringan sarana serta prasarana, fasilitas tambahan, dan layanan yang
membantu wisatawan memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan mereka diperlukan untuk
pengembangan sektor pariwisata. Namun, dalam benak wisatawan modern, reputasi suatu
tempat adalah komponen penting yang tidak boleh diabaikan. Hal tersebut dikarenakan citra
dari destinasi wisata adalah faktor penentu dari aspek keamanan dan kenyamanan bagi
wisatawan yang akan mengunjungi suatu destinasi wisata. Dengan mengetahui aspek
keamanan dan kenyamanan dari suatu destinasi wisata, besar kemungkinan bagi wisatawan
untuk mengunjungi destinasi wisata tersebut tanpa harus berpikir panjang. Sehingga, bagi
pengelola destinasi wisata, citra yang telah dibangun terhadap suatu destinasi wisata dapat
digunakan sebagai indikator dalam upaya peningkatan kepuasan wisatawan.
Karst Tubing Sedayu adalah destinasi pariwisata yang memiliki daya tarik wisata
berwujud pesona wisata alam (natural). Keindahan sungai dengan dinding karst menambah
karakteristik dari Karst Tubing Sedayu sekaligus daya tarik utama yang ditawarkan. Oleh
sebab itu, pada Karst Tubing Sedayu tersedia atraksi wisata yang menjadi primadona bagi
wisatawan yakni berupa river tubing. Bagi wisatawan yang menyukai tantangan, river
tubing ini merupakan pilihan yang tepat untuk berwisata, karena river tubing merupakan
salah satu aktivitas yang dapat memacu adrenaline. Dengan menggunakan ban dalam,
wisatawan diajak menyusuri sungai secara beregu dan dipandu oleh pemandu wisata yang
telah disediakan. Adapun fasilitas lain yang ditawarkan pada Karst Tubing Sedayu, antara
lain outbond, jemparingan (olahraga memanah dengan posisi badan duduk), paintball,
belajar gamelan, dan camping ground.
Adapun alasan peneliti dalam melakukan penulisan artikel ilmiah ini dengan memilih
destinasi wisata Karst Tubing Sedayu sebagai objek dari penelitian peneliti, yaitu seperti
yang diketahui sektor pariwisata pada Kabupaten Bantul selama ini hanya menonjolkan
destinasi wisata berbasis ecotourism berupa pantai, hutan pinus, dan gumuk pasir. Dengan
jumlah pengunjung pada tahun 2023 sebesar 507.792 untuk Pantai Parangtritis, 331.353
untuk Hutan Pinus Pengger, dan 11.819 untuk Gumuk Pasir (Dinas Pariwisata Kabupaten
Bantul, 2024). Hal tersebut sangat kontras jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung
pada Karst Tubing Sedayu yang hanya mencapai 4.500 pengunjung pada tahun 2023.
Sehingga berdasarkan pada pernyataan tersebutlah yang kemudian menjadi alasan kuat
sekaligus dorongan bagi peneliti untuk mengangkat Karst Tubing Sedayu agar dapat
diketahui oleh publik, karena karst sendiri merupakan bagian dari ecotourism yang juga
memiliki keunikan tersendiri namun belum begitu populer dan di sisi lain diharapkan
dengan ini akan timbul keterbaruan dalam sektor pariwisata di Kabupaten Bantul.
2. Metode
Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif sebagai metodologi penelitian dalam
studi ini. dengan jenis penelitian yaitu penelitian kausal-komparatif dengan topik
pembahasan yakni “Pengaruh Fasilitas Dan Citra Destinasi Wisata Terhadap Peningkatan
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
129
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
Kepuasan Wisatawan Di Karst Tubing Sedayu”. Karst Tubing Sedayuberalamatkan di Desa
Surobayan, Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa
Yogyakarta. Waktu yang diperlukan pada penelitian ini ialah dalam periode waktu enam
bulan yaitu pada bulan November 2023 - bulan April 2024. Populasi penelitian ini terdiri
dari wisatawan yang singgah di destinasi pariwisata Karst Tubing Sedayu, dan bersumber
dari informasi yang diberikan oleh pemilik Karst Tubing Sedayu, didapati sebanyak 4.500
wisatawan dalam kurun waktu satu tahun pada tahun 2023. Sampel sebanyak 100 responden
diperoleh dari hasil perhitungan yang dilaksanakan dengan memakai rumus Slovin yang
didapatkan dari pembulatan 97,82. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan, yaitu
berupa kuesioner dan observasi. Adapun teknik analisis data yang diterapkan dalam
penelitian ini, yakni dengan menggunakan analisis regresi berganda dan disertai serangkaian
uji yang berupa uji normalitas, uji hipotesis, serta koefisien determinasi.
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil Profil Responden
Berdasarkan pada populasi dan sampel, penelitian ini didapati responden dengan
kriteria-kriteria, antara lain usia, jenis kelamin, dan asal daerah. Adapun jenis responden
utama yang dibutuhkan dalam penelitian ini, yaitu wisatawan yang mengunjungi Karst
Tubing Sedayu, baik wisatawan yang berasal dari Kota Yogyakarta ataupun wisatawan dari
luar daerah. Dari sejumlah 100 responden dikelompokkan menjadi berikut ini.
a. Data Responden Berdasarkan Gender
Tabel 1. Tabel Distribusi Gender Responden
Gender
Frekuensi
Presentase
Laki-laki
56
56%
Perempuan
44
44%
Total
100
100%
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Merujuk pada hasil yang ditunjukkan pada tabel 1, menampilkan yakni terdapat sebanyak
56 (56%) responden mempunyai gender laki-laki serta 44 (44%) responden mempunyai
gender perempuan dengan total responden keseluruhan sebesar 100 responden. Perihal
terkait memberikan tanda yakni pada penelitian ini diberikan dominasi oleh responden
dengan gender laki-laki karena jumlahnya yang lebih besar jika dilakukan perbandingan
dengan responden perempuan.
b. Data Responden Berdasarkan Usia
Tabel 2. Tabel Distribusi Usia Responden
Usia
Frekuensi
Presentase
16 - 23 Tahun
36
36%
24 - 31 Tahun
17
17%
32 - 39 Tahun
17
17%
40 - 47 Tahun
13
13%
>48 Tahun
17
17%
Total
100
100%
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Tabel 2 menampilkan yakni dari total keseluruhan responden (100 responden), sejumlah
36 (36%) responden mempunyai usia 16 - 23 tahun, 17 (17%) responden mempunyai usia
24 - 31 tahun, 17 (17%) responden dengan usia 32 - 39 tahun, 13 (13%) responden dengan
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
130
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
usia 40 - 47 tahun, serta 17 (17%) responden berusia > 48 tahun. Dengan demikian, usia
16 - 23 tahun merupakan jumlah terbanyak usia dari responden pada penelitian ini.
c. Data Responden Berdasarkan Asal Daerah
Tabel 3. Tabel Distribusi Asal Daerah Responden
Asal Daerah
Frekuensi
Presentase
D.I Yogyakarta
33
33%
Jawa Tengah
29
29%
Jawa Timur
12
12%
Jawa Barat
12
12%
Luar Jawa
14
14%
Total
100
100%
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Berdasarkan pada tabel 3 bisa diartikan yakni dari total keseluruhan responden (100
responden), ada sejumlah 33 (33%) responden berdomisili dari Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta, 29 (29%) responden berasal dari Provinsi Jawa Tengah, 12 (12%) responden
bermula dari Provinsi Jawa Timur, 12 (12%) responden bermula dari Provinsi Jawa Barat,
dan 14 (14%) responden berasal dari luar Pulau Jawa. Maka, dapat ditarik kesimpulan
bahwa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan asal daerah terbanyak dari
responden dalam penelitian ini.
Hasil Analisis Deskriptif Data Penelitian
Dilakukannya analisis deskriptif pada data dari penelitian ini menghasilkan penilaian
yang diberikan oleh responden pada butir pernyataan setiap variabel. Adapun deskripsi
penilaian tersebut, antara lain yakni:
Tabel 4. Analisis Deskriptif Variabel Fasilitas
Variabel Fasilitas (X1)
Skor
Jumlah
SS
S
N
TS
STS
X1.1
31
53
14
2
0
100
X1.2
39
53
8
0
0
100
X1.3
34
53
9
4
0
100
X1.4
0
4
12
55
29
100
Jumlah
104
163
43
61
29
400
Presentase
26%
41%
11%
15%
7%
100%
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Pada Tabel 4 menerangkan bahwasanya jawaban responden dengan presentase tertinggi
yaitu terletak pada opsi jawaban Setuju (S) dengan presentase sebesar 41%. Sementara itu,
jawaban responden dengan presentase terendah yaitu terletak pada opsi jawaban Sangat Tidak
Setuju (STS) dengan presentase sebesar 7%.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
131
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
Tabel 5. Analisis Deskriptif Variabel Citra Destinasi Wisata
No Pernyataan
Variabel Citra
Destinasi Wisata
(X2)
Skor
Jumlah
SS
S
N
TS
STS
5
X2.1
28
60
11
1
0
100
6
X2.2
36
59
3
2
0
100
7
X2.3
2
7
10
54
27
100
8
X2.4
7
19
30
32
12
100
Jumlah
73
145
54
89
39
400
Presentase
18%
36%
14%
22%
10%
100%
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Pada Tabel 5 tertulis bahwa presentase jawaban responden tertinggi terletak pada opsi
jawaban Setuju (S) dengan presentase sebesar 36%. Sedangkan presentase jawaban responden
terendah terletak pada opsi jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) dengan presentase sebesar
10%.
Tabel 6. Analisis Deskriptif Variabel Peningkatan Kepuasan Wisatawan
No Pernyataan
Variabel
Peningkatan
Kepuasan
Wisatawan (Y)
Skor
Jumlah
SS
S
N
TS
STS
9
Y.1
26
66
6
2
0
100
10
Y.2
27
62
8
3
0
100
11
Y.3
25
48
22
4
1
100
12
Y.4
2
8
11
54
25
100
Jumlah
80
184
47
63
26
400
Presentase
20%
46%
12%
16%
6%
100%
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Selanjutnya, pada Tabel 6 menampilkan bahwa jawaban responden dengan presentase
tertinggi terletak pada opsi jawaban Setuju (S) dengan presentase sebesar 46%. Sementara itu,
jawaban responden dengan presentase terendah terletak pada opsi jawaban Sangat Tidak
Setuju (STS) dengan presentase sebesar 6%.
Hasil Uji Instrumen Penelitian
Hasil Uji Validitas
Uji validitas merupakan kegiatan pengujian kebenaran dari data-data yang digunakan
yang mana kegiatan ini dilakukan sebelum dilaksanakannya analisis data. Nilai R-tabel
sendiri didapatkan dari tabel statistik yang di dalamnya menjelaskan bahwa sampel sejumlah
100, apabila akan di uji dua sisi dengan mengaplikasikan jumlah signifikansi sebesar 0,05,
dengan demikian didapatkan nilai R-tabel 0,196. Capaian uji validitas yang telah dilakukan,
yakni berikut ini.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
132
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
Tabel 7. Hasil Uji Validitas Variabel Fasilitas
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Penjelasan:
R.Hitung > R.Tabel = Valid
R.Hitung < R.Tabel = Tidak Valid
Berdasarkan pada Tabel 7, diketahui bahwasanya item pernyataan di variabel fasilitas
memiliki besaran R.Hitung antara 0,633 hingga 0,826, yang mana R.Hitung tersebut bernilai
lebih besar daripada dengan R.Tabel, yakni 0,196. Dengan demikian bisa dilakukan penarikan
kesimpulan yakni pada tiap item pernyataan pada variabel fasilitas (X1) ialah valid.
Tabel 8. Hasil Uji Validitas Variabel Citra Destinasi Wisata
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Penjelasan:
R.Hitung > R.Tabel = Valid
R.Hitung < R.Tabel = Tidak Valid
Tabel 8 menunjukkan bahwa item pernyataan dalam variabel citra destinasi wisata
memiliki besaran R.Hitung antara 0,594 hingga 0,770, yang mana R.Hitung tersebut memiliki
makna lebih besar daripada R.Tabel yang besarannya 0,196. Dengan demikian, dilakukan
penarikan kesimpulan yakni tiap item pernyataan pada variabel citra destinasi wisata (X2)
ialah valid.
Tabel 9. Hasil Uji Validitas Variabel Peningkatan Kepuasan Wisatawan
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Penjelasan:
R.Hitung > R.Tabel = Valid
R.Hitung < R.Tabel = Tidak Valid
Dalam Tabel 9 membuktikan bahwasanya item pernyataan dalam variabel peningkatan
kepuasan wisatawan memiliki besaran R.Hitung antara 0,640 hingga 0,867. Hal tersebut
memiliki artian yakni R.Hitung > R.Tabel yang besarannya 0,196. Oleh sebab itu,
disimpulkan bahwa tiap item pernyataan pada variabel peningkatan kepuasan wisatawan (Y)
ialah valid.
No Pernyataan
Item
R.Tabel
R.Hitung
Keterangan
1
X1.1
0,196
0,788
Valid
2
X1.2
0,196
0,826
Valid
3
X1.3
0,196
0,774
Valid
4
X1.4
0,196
0,633
Valid
No Pernyataan
Item
R.Tabel
R.Hitung
Keterangan
5
X2.1
0,196
0,674
Valid
6
X2.2
0,196
0,594
Valid
7
X2.3
0,196
0,701
Valid
8
X2.4
0,196
0,770
Valid
No Pernyataan
Item
R.Tabel
R.Hitung
Keterangan
9
Y.1
0,196
0,811
Valid
10
Y.2
0,196
0,765
Valid
11
Y.3
0,196
0,867
Valid
12
Y.4
0,196
0,640
Valid
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
133
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
Hasil Uji Reliabilitas
Data dalam sebuah kuesioner diungkapkan reliabel apabila dalam pengujiannya, data
tersebut mempunyai nilai Cronbach’s Alpha sebesar >0,60 dalam suatu variabel. Selanjutnya,
capaian uji reliabilitas pada penelitian ini dilakukan penyajian pada tabel 4.10.
Tabel 10. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Fasilitas, Citra Destinasi Wisata, Dan
Peningkatan Kepuasan Wisatawan
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Tabel 10 menampilkan yakni nilai Cronbach’s Alpha yang dimiliki oleh tiap-tiap
variabel mencapai nilai reliabel yang telah ditentukan, yakni sebesar >0,60. Maka, bisa
diungkapkan bahwa seluruh variabel pada penelitian ini yakni reliabel.
Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas pada penelitian ini memakai uji Kolmogorov-Smirnov serta P-Plot
Regresi, yang mana dalam uji ini data dapat diungkapkan normal bisa mempunyai nilai
signifikasi >0,05. Kemudian, dalam uji P-Plot Regresi data bisa diungkapkan normal apabila
titik-titik tersebar pada sekitar garis serta melakukan pengikutan arah garis diagonal. Hasil uji
normalitas yang telah dilakukan pada penelitian ini, antara lain:
Tabel 11. Hasil Uji Normalitas
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Pada tabel 11 menunjukkan yakni data dari penelitian ini memiliki tingkat signifikansi
sebesar 0,07, yang mana hal tersebut dapat diartikan yakni data yang telah diuji pada
penelitian ini berdistribusi normal dikarenakan mempunyai tingkat signifikansi di atas 0,05 .
Item
Nilai Reliabel
Cronbach’s Alpha
Keterangan
X1
0,60
0,739
Reliabel
X2
0,60
0,609
Reliabel
Y
0,60
0,748
Reliabel
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
134
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
Gambar 1. Hasil Uji Normalitas P-Plot Regresi
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Pada gambar 1 menampilkan yakni titik-titik tersebar di sekitar garis dan melakukan
pengikutan arah garis diagonal, yang mana hal terkait memberikan tanda yakni data yang diuji
dengan menggunakan uji P-Plot Regresi berdistribusi normal.
Uji Asumsi Klasik
Uji Multikolinearitas
Tabel 12. Hasil Uji Multikolinearitas
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Keterangan:
Collinearity Tolerance >0,1 = Tidak Timbul Multikolinearitas
Collinearity Tolerance <0,1 = Timbul Multikolinearitas
Statistics VIF 10< = Tidak Timbul Multikolinearitas
Statistics VIF >10 = Timbul Multikolinearitas
Berdasarkan pada tabel 12, nilai collinearity tolerance dari variabel X1 adalah 0,6, begitu
pun nilai collinearity tolerance dari variabel X2 adalah 0,6. Sementara itu, nilai Statistics VIF
dari variabel X1, yakni 1,4 serta nilai Statistics VIF dari variabel X2 ialah 1,4. Maka, bisa
dilakukan penarikan kesimpulan yakni tidak timbul multikolinearitas pada variabel X1 serta
variabel X2.
Uji Heteroskedastisitas
Tabel 13. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
135
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
Keterangan:
Sig >0,05 = Tidak Timbul Heteroskedastisitas
Sig <0,05 = Timbul Heteroskedastisitas
Tabel 13 menampilkan yakni nilai Sig variabel X1 yakni 0,3 dan nilai variabel X2 yakni
0,2, perihal terkait memberikan tanda yakni variabel X1 serta variabel mempunyai nilai Sig
>0,05. Dengan demikian, bisa dilakukan penarikan kesimpulan yakni pada variabel X1 serta
variabel X2 tidak timbul heteroskedastisitas.
Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Ketentuan:
1. Distribusi titik-titik tidak merata atau tidak beraturan
2. Titik-titik tersebar di sekitar angka 0 atau di bawah dan di atas
3. Distribusi titik-titik tidak melakukan pembentukan pola gelombang.
Dilihat dari gambar 2 dan ketentuan yang ada, disimpulkan yakni tidak timbul
heteroskedastisitas dikarenakan distribusi titik-titik tidak beraturan dan distribusi titik-titik
tidak melakukan pembentukan pola bergelombang.
Teknik Analisis Data
Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda dipergunakan guna menghitung seberapa besar pengaruh
dari Fasilitas, Citra Destinasi Wisata pada Peningkatan Kepuasan Wisatawan pada objek wisata
Karst Tubing Sedayu, yang mana hasilnya dapat dipergunakan untuk pedoman dalam
mengembangkan Karst Tubing Sedayu. Hasil uji dan model analisis, antara lain:
Tabel 14. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Adapun penjelasan terkait tabel 14, yaitu sebagai berikut.
1. Nilai konstanta yakni 0,436 dengan tanda positif mengungkapkan yakni variabel X1 dan
variabel X2 dianggap konstan, sehingga nilai variabel Y ialah 0,436.
2. Nilai koefisien regresi variabel X1 ialah 0,700 dengan tanda positif melakukan pernyataan
yakni variabel X1 memberikan pengaruh pada variabel Y sebesar 0,700.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
136
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
3. Nilai koefisien regresi variabel X2 yakni 0,256 dengan tanda positif menyatakan yakni
variabel X2 memberi pengaruh pada variabel Y yakni 0,256.
Uji Hipotesis
Uji Simultan (uji f)
Tabel 15. Hasil Uji Simultan (uji f)
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Keterangan:
Nilai Signifikansi <0,05 = Terdapat Pengaruh
Nilai Signifikansi >0,05 = Tidak Ada Pengaruh
Tabel 15 menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel X1 serta variabel X2 pada
variabel Y yakni yakni <0,01, yang mana nilai signifikansi tersebut memenuhi syarat adanya
pengaruh (<0,05). Dengan demikian bisa dilakukan penarikan kesimpulan yakni ada pengaruh
diantara variabel X1 serta X2 terhadap Y.
Uji Parsial (uji t)
Tabel 16. Hasil Uji Parsial (uji t)
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Keterangan:
Nilai Signifikansi <0,05 = Ada Pengaruh
Nilai Signifikansi >0,05 = Tidak Ada Pengaruh
Pada tabel 16 menampilkan yakni nilai signifikansi variabel X1 pada variabel Y, yakni
<0,01 serta nilai signifikansi variabel X2 pada variabel Y yakni <0,01. Sehingga bisa dilakukan
penarikan kesimpulan yakni ada pengaruh diantara variabel X1 (Fasilitas) pada variabel Y
(Peningkatan Kepuasan Wisatawan), dan begitu juga dengan variabel X2 (Citra Destinasi
Wisata) yang mana variabel X2 juga pengaruh pada variabel Y.
Koefisien Determinasi
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
137
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
Tabel 17. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Sumber: Data dilakukan pengolahan dengan SPSS versi 29.2 (2024)
Tabel 17 menampilkan yakni variabel X1 (Fasilitas) serta variabel X2 (Citra Destinasi
Wisata) mempunyai pengaruh pada variabel Y (Peningkatan Kepuasan Wisatawan). Besaran
presentase pengaruh dari variabel X1 serta variabel X2 pada variabel Y yaitu sebesar 65,1%,
sementara itu 34,9% diberikan pengaruh oleh aspek lain yang tidak dilakukan penelitian pada
penelitian ini.
Pembahasan
Karst Tubing Sedayu Kabupaten Bantul merupakan salah satu destinasi pariwisata
berbasis ekowisata, yang mana destinasi pariwisata ini menawarkan atraksi wisata sekaligus
pengalaman yang tidak terlupakan bagi wisatawan berupa atraksi wisata river tubing di sungai
yang memiliki keindahan dinding sungai berbatuan kapur (karst). Karst Tubing Sedayu adalah
destinasi pariwisata kedua di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengusung atraksi wisata
tubing setelah destinasi pariwisata Goa Pindul di Kabupaten Gunungkidul, sehingga Karst
Tubing Sedayu dapat dikatakan satu-satunya destinasi pariwisata tubing di Kabupaten Bantul.
Kurangnya jumlah pengunjung pada Karst Tubing Sedayu jika dibandingkan dengan
destinasi pariwisata lain berbasis ekowisata di Kabupaten Bantul menimbulkan permasalahan
sekaligus keingintahuan peneliti untuk meneliti apakah terdapat pengaruh antara fasilitas
terhadap peningkatan kepuasan wisatawan di Karst Tubing Sedayu Kabupaten Bantul dan
pengaruh antara citra destinasi wisata terhadap peningkatan kepuasan wisatawan di Karst
Tubing Sedayu Kabupaten Bantul.
Fasilitas merupakan elemen yang penting dalam pembangunan suatu destinasi pariwisata.
Semakin lengkap fasilitas dalam suatu destinasi pariwisata, maka wisatawan akan merasa
senang dan terbantu, terlebih apabila fasilitas tersebut dalam kondisi yang baik dan terawat.
Sementara itu citra destinasi wisata tidak kalah pentingnya, semakin baik citra yang dibangun
dari suatu destinasi pariwisata, tentunya akan menimbulkan persepsi yang baik dari wisatawan.
Terdapat pembahasan dari capaian pengolahan data pada penelitian ini yakni.
1. Pengaruh Fasilitas Terhadap Peningkatan Kepuasan Wisatawan
Hasil analisis penelitian ini menampilkan yakni fasilitas terdapat pengaruh signifikan
serta positif pada kenaikkan kepuasan wisatawan. Merujuk pada uji regresi yang
dilakukan, diperoleh hasil bahwa fasilitas berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan
wisatawan sebesar 0,700. Perihal ini menampilkan yakni fasilitas yang diantaranya toilet,
pemandu wisata, perlengkapan tubing, petugas keamanan, dan tempat ibadah berupa
mushola mampu meningkatkan rasa puas dari wisatawan di destinasi pariwisata Karst
Tubing Sedayu Kabupaten Bantul.
Penelitian ini dapat dikatakan selaras dengan penelitian milik (Natalia et al., 2020) yang
mengungkapkan yakni ada pengaruh signifikan serta positif diantara fasilitas pada
kepuasan wisatawan. Fasilitas yakni seluruh hal yang tersedia guna digunakan serta
dirasakan nikmat oleh para wisatawan untuk membuat mereka merasa nyaman saat
menggunakan layanan (Larasati, 2022). Untuk meningkatkan kepuasan wisatawan,
sebuah destinasi pariwisata musti dapat mencukupi kebutuhan wisatawan, satu
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
138
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
diantaranya yakni penyediaan fasilitas wisata yang selaras dengan keinginan pengunjung
selama berada di destinasi.
2. Pengaruh Citra Destinasi Wisata Terhadap Peningkatan Kepuasan Wisatawan
Capaian analisis dari penelitian ini menampilkan yakni citra destinasi wisata memberikan
pengaruh positif serta signifikan pada peningkatan kepuasan wisatawan. Merujuk pada
uji regresi yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa citra destinasi wisata memberikan
perngaruh pada peningkatan kepuasan wisatawan yakni 0,256. Hal ini menunjukkan
yakni citra destinasi wisata yang meliputi pendapat responden bahwa Karst Tubing
Sedayu merupakan pilihan yang cocok untuk melakukan kegiatan berwisata, pendapat
responden bahwa responden merasa mudah dalam menjangkau keberadaan lokasi Karst
Tubing Sedayu, pendapat responden bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas Karst
Tubing Sedayu sudah baik, dan pendapat responden bahwa citra destinasi berpengaruh
dalam pengambilan keputusan responden untuk berwisata ke Karst Tubing Sedayu.
Penelitian ini bisa dikatakan selaras dengan penelitian milik (Ester et al., 2020), yang
mengungkapkan yakni ada pengaruh positif signifikan diantara citra destinasi pada
kepuasan wisatawan. Citra destinasi merupakan bagaimana pandangan wisatawan
terhadap suatu tempat berdampak pada mereka (Farikhin et al., 2020). Untuk
meningkatkan kepuasan wisatawan, suatu destinasi pariwisata harus membangun citra
yang baik, namun apabila citra destinasi pariwisata tersebut sudah baik, maka destinasi
pariwisata tersebut harus mempertahankannya.
3. Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap Peningkatan Kepuasan
Wisatawan
Secara bersama-sama fasilitas serta citra destinasi wisata puya pengaruh yang signifikan
pada peningkatan kepuasan wisatawan. Adapun nilai pengaruh fasilitas serta citra
destinasi wisata pada peningkatan kepuasan adalah sebesar 65,1%. Hal ini memberikan
tanda semakin baik fasilitas dan citra destinasi wisata, dengan demikian akan meningkat
pula rasa puas dari wisatawan.
Capaian penelitian ini selaras dengan penelitian milik (Putri et al., 2019) yang melakukan
pengungkapan yakni adanya pengaruh diantara fasilitas wisata dengan citra destinasi
terhadap kepuasan wisatawan. Fasilitas dianggap penting karena merupakan salah satu
komponen berdirinya suatu destinasi pariwisata, tanpa adanya fasilitas, destinasi wisata
tentu akan kurang menarik dan tidak akan mampu meningkatkan kepuasan wisatawan.
Semakin baik fasilitas dalam suatu destinasi wisata, dengan demikian dipastikan akan
menaikkan kepuasan dari wisatawan.
Citra destinasi wisata atau reputasi destinasi wisata adalah bentuk baik buruknya suatu
destinasi wisata di mata publik. Semakin baik citra dari suatu destinasi pariwisata, maka
akan meningkatkan kepuasan dari wisatawan. Dengan citra yang baik itu, suatu destinasi
pariwisata secara tidak langsung akan mendapatkan nilai tambah dari wisatawan karena
wisatawan akan lebih percaya dengan destinasi pariwisata tempat mereka berwisata dan
rasa puas dari wisatawan akan timbul bahkan meningkat.
Kepuasan merupakan respons emosional seseorang ketika membandingkan harapannya
dengan kinerja yang dirasakan dari produk yang memenuhi atau melebihi harapannya
(Pranitasari & Sidqi, 2021). Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa wisatawan Karst
Tubing Sedayu telah terpenuhi harapannya melalui fasilitas yang tersedia dan citra
destinasi wisata yang dimiliki oleh destinasi pariwisata Karst Tubing Sedayu.
4. Kesimpulan
Penulisan Artikel Ilmiah dengan judul “Pengaruh Fasilitas Dan Citra Destinasi Wisata
Terhadap Peningkatan Kepuasan Wisatawan Di Karst Tubing Sedayu Kabupaten Bantul” ini
telah berhasil seusai melewati serangkaian tahapan berupa penelitian, pengumpulan data,
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 1, No. 3, September 2024, page: 127-139
E-ISSN: 3047-2288
139
Aprillia Brilliani et.al (Pengaruh Fasilitas dan Citra Destinasi Wisata Terhadap.)
pengelolaan data, serta analisis data. Dengan demikian, dapat dilakukan penarikan
kesimpulan yakni ada pengaruh secara signifikan di antara fasilitas dan citra destinasi wisata
pada peningkatan kepuasan wisatawan di Karst Tubing Sedayu oleh wisatawan yang
berkunjung.
Berdasarkan pada serangkaian uji pengolahan data, diperoleh hasil bahwa variabel
fasilitas dan variabel citra destinasi wisata dengan cara bersamaan memberikan pengaruh
signifikan pada peningkatan kepuasan wisatawan oleh wisatawan yang berkunjung pada Karst
Tubing Sedayu. Hal tersebut didasari pada hasil uji analisis yang telah dilaksanakan dengan
dibantu program SPSS versi 29.2, yang mana hasil menunjukkan bahwa besaran nilai
signifikansi 0,01 < 0,05, baik variabel fasilitas terhadap peningkatan kepuasan wisatawan
maupun variabel citra destinasi wisata terhadap peningkatan kepuasan wisatawan. Maka dari
itu dapat dilakukan penarikan kesimpulan yakni H0 dilakukan penolakan serta Ha
dilakukan penerimaan, dengan demikian variabel fasilitas (X1) serta citra destinasi wisata
(X2) dengan cara bersamaan memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan kepuasan
wisatawan di Karst Tubing Sedayu Kabupaten Bantul. Besaran pengaruh dari fasilitas serta
citra destinasi wisata pada peningkatan kepuasan wisatawan adalah sebesar 65,1%, yang
mana 34,9% diberikan pengaruh oleh faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
5. References
Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. (2024). Jumlah Pengunjung Wisata Menurut Objek
Wisata Beretribusi Dinas Pariwisata. Sedata Sebantul. https://demo5.kab-
bantul.id/search/detail?data_id=3.26.0003&ryear=2021 - 2023
Ester, A., Syarifah, H., & ZA Zainurossalamia Saida. (2020). Pengaruh daya tarik wisata citra
destinasi dan sarana wisata terhadap kepuasan wisatawan citra niaga sebagai pusat
cerminan budaya khas kota samarinda. Jurnal Manajemen, 12(1), 145153.
Farikhin, A., Mansur, M., & Priyono, A. A. (2020). Pengaruh Citra Destinasi Dan Kualitas
Pelayanan Terhadap Minat Kunjungan Kembali Wisatawan. Jurnal Riset Manajemen,
9(3), 8294.
Larasati, D. (2022). Pengaruh Fasilitas dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Wisatawan
di Desa Wisata Wanurejo Kabupaten Magelang. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata,
18(3), 132142.
Natalia, Y., Karini, N., & Mahadewi, N. (2020). Pengaruh Aksesibilitas Dan Fasilitas Terhadap
Kepuasan Wisatawan Ke Broken Beach Dan Angel’S Billabong. Jurnal IPTA, 8(1), 10.
Pranitasari, D., & Sidqi, A. N. (2021). Analisis Kepuasan Pelanggan Elektronik Shopee
menggunakan Metode E-Service Quality dan Kartesius. Jurnal Akuntansi Dan
Manajemen, 18(02), 1231.
Putri, R., Farida, N., & Dewi, R. (2019). Pengaruh Citra Destinasi, Fasilitas Wisata, Dan
Experiental Marketing Terhadap Loyalitas Melalui Kepuasan (Studi Pada Pengunjung
Domestik Taman Wisata Candi Borobudur). Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 4(1), 111.