1.
Pendahuluan
Industri pariwisata semakin meningkat, kemudahan dalam penyebaran akses informasi
yang memudahkan dalam menuju objek-objek wisata baru. Sebagai trend baru di era milenial
mereka tidak hanya menghabiskan uang untuk bergaya namun disaat ini liburan dan berwisata
menjadi konsumsi yang lebih besar, sehingga mendatangi tempat wisata baru yang ditampilkan
dalam bentuk foto maupun video merupakan sesuatuyang dicari sebelum mendatangi objek
wisata. Sektor pariwisata memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan pajak, menarik
investasi asing, dan menciptakan lapangan kerja baru (Zainuri et al., 2021). Atraksi dalam konsep
pariwisata bisa disebut dengan daya tarik wisata. Atraksi dalam sebuah tempat wisata
diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: sesuatu yang bisa dilihat, sesuatu yang bisa dilakukan, dan
sesutau yang bisa dibeli (Rif’an dkk, 2023).
Media sosial memiliki peran yang signifikan dalam pengembangan industri pariwisata hal
ini memungkinkan destinasi wisata untuk mempromosikan diri mereka kepada audiens yang
lebih luas dan beragam. Perkembangan teknologi telah mengubah media menjadi alat yang
diciptakan oleh industri, sehingga kita mengenal istilah “dunia dalam genggaman”. Alasan media
menjadi alat yang paling utama dalam Masyarakat mendapatkan informasi yang sesuai
dikarenakan dengan adanya kemudahan dalam komunikasi. (Marta & Havifi, 2019). Selain
promosi, ketersediaan dan kualitas fasilitas di destinasi wisata juga dapat memengaruhi minat
wisatawan. Fasilitas seperti penginapan, restoran, toilet, tempat parkir, dan sarana rekreasi bisa
menjadi faktor penentu dalam keputusan wisatawan untuk mengunjungi suatu destinasi.
Bangunan yang berada diluar fasilitas yang utama guna memenuhi keperluan dan kebutuhan para
pengunjung ketika di lokasi wisata disebut dengan fasilitas (IH Listyawati, 2020). Empat dimensi
yang digunakan untuk melihat dan menilai fasilitas tersebut, yaitu kelengkapan fasilitas dan
kebersihan fasilitas yang disediakan. dan kebersihan fasilitas yang telah dipersiapkan, keadaan
dan pengoperasian fasilitas yang dipersiapkan serta mempermudah penggunaan fasilitas yang
tersedia (Sinaga et al., 2020). Untuk menunjang para pengunjung yang akan menuju ke objek
wisata tentunya diperlukan akses yang memadai. Menurut Irawati dan Rif’an (2023) Jejaring
aksesibilitas kawasan meliputi jalan utama yang menghubungkan daya tarik wisata serta jejaring
jalan di dalam masing-masing kawasan.
Kebumen merupakan kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.
Kabupaten ini mempunyai banyak atraksi wisata yang mencakup berbagai macam seperti alam,
budaya, sejarah, dan kuliner. Kebumen terkenal dengan keindahan alamnya. Kabupaten ini
memiliki pantai-pantai yang indah seperti Pantai Ayah, Pantai Karang Bolong, dan Pantai
Menganti yang menawarkan pasir putih, menikmati sunset dari atas tebing, dan berselancar.
Selain itu kabupaten ini kaya akan budaya yang unik, Salah satu contohnya adalah Pagelaran
Wayang Kulit Purwa yang masih dilestarikan dan tampil di berbagai acara budaya. Kearifan lokal
juga tercermin dalam kerajinan tangan seperti tenun troso dan batik Kebumen. Pantai Menganti
telah menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan yang mencari tempat yang indah dan
tenang untuk bersantai. Keindahannya yang alami dan upaya untuk memajukan pariwisata di
daerah tersebut menjadikannya salah satu pantai terpopuler di wilayah Jawa Tengah, dan terus
menarik minat wisatawan dari berbagai latar belakang. Dengan ini, penting sekali mengetahui