tradisi setempat. Kupang sering disebut dengan kupang jawa atau bahasa ilmiah Musculitas
senhausia merupakan salah satu jenis binatang laut yang mempunyai cangkang yang termasuk
dalam pylum Mollusca. Pylum Mollusca memiliki tubuh yang lunak, yang dilindungi oleh
cangkang penyusun utamanya adalah kapur (Yuniar, 2019). Pengolahan kupang di Desa
Balongdowo telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan mewakili warisan budaya
yang diwariskan secara turun-temurun (Arisky & Hermawan, 2022). Dengan belajar proses
pengolahan kupang di Desa Balongdowo secara langsung, siswa berarti belajar dengan
pendekatan kearifan lokal yang kaya nilai budaya dan tradisi setempat.
Pada proses pengolahan kupang ada tahap-tahap yang perlu dilakukan antara lain seperti
pembersihan, perebusan, pengambilan daging, pengolahan dengan bumbu tradisional, serta
penyajian atau pengemasan. Pada proses tersebut terdapat hubungan yang erat dengan konsep
etnosains karena pengolahan kupang mencakup pemahaman proses tradisional yang
dipraktikkan oleh masyarakat setempat, serta bagaimana hal tersebut bisa dihubungkan dengan
pengetahuan ilmiah untuk meningkatkan kualitas atau mengedukasi masyarakat tentang
manfaatnya. Penelitian yang sama dilakukan mengenai kajian etnosains dalam pengolahan
pada Makanan Khas Usaku (Tepung Jagung) (Silla dkk, 2023). Serta penelitian kajian
Etnosains Masyarakat tentang Pembuatan Pupuk Kompos (Sastria dkk, 2024). Berdasarkan
latar belakang ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses pengolahan kupang
sebagai sumber belajar etnosains di sekolah dasar. Diharapkan penelitian ini dapat
memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan sumber belajar berbasis budaya
lokal yang tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa tetapi juga memperkuat rasa bangga
siswa terhadap identitas budaya lokalnya.
2. Metode
Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan
untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena melalui
pengumpulan data deskriptif. Penelitian yang menggali kedalaman sebuah fenomena yang
terjadi pada sebuah lokasi tertentu (Sugiono, 2019). Selain itu ada juga yang menjelaskan
bahwa metode penelitian kualitatif deskriptif merupakan metode yang bertujuan untuk
mendapatkan pemahaman kontekstual tentang pengalaman, perilaku, dan emosi manusia. Ini
memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang interpretasi peserta sesuai dengan
lingkungan sosiokultural mereka (Cissé & Rasmussen, 2022). Jadi dapat disimpulkan bahwa
metode penelitian kualitatif deskriptif merupakan metode yang bertujuan untuk memahami
fenomena sosial secara mendalam sesuai dengan sosiokultural daerah tertentu.
Penelitian ini berkonsentrasi pada mengeksplorasi dan memahami secara menyeluruh
proses pengolahan kupang Desa Balongdowo sebagai sumber belajar berbasis etnosains di
sekolah dasar. Penelitian ini berusaha menggali dan mendokumentasikan proses pembersihan,
perebusan, pengambilan daging, pengolahan dengan bumbu tradisional, serta penyajian atau
pengemasan kupang sebelum siap dikonsumsi. Penelitian ini tidak hanya mencatat fakta tetapi
juga berupaya memahami pengalaman, perspektif, dan interpretasi siswa, guru, dan
masyarakat tentang nilai-nilai budaya yang ada pada proses pengolahan kupang Desa
Balongdowo.
Berikut ini adalah teknik pengumpulan data dengan penelitian kualitatif deskriptif yang
digunakan untuk mengumpulkan informasi mendalam dari berbagai sumber, diantaranya
melalui (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) studi dokumentasi. Sedangkan langkah-langkah
penelitian meliputi perumusan masalah dan tujuan penelitian, pengumpulan data, analisis data,
dan penarikan kesimpulan (Yuliani, 2018). Teknik analisis data menggunakan langkah reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Rijali, 2019). Diharapkan bahwa penelitian
ini akan menunjukkan bagaimana proses pengolahan kupang Desa Balongdowo dapat