1.
Pendahuluan
Usaha tradisional merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian lokal yang
berakar pada kearifan budaya masyarakat. Keberadaan usaha tradisional tidak hanya
berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga, tetapi juga berperan sebagai penjaga
identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Kampung Lama, sebagai salah satu
kawasan dengan potensi wisata budaya, memiliki berbagai jenis usaha tradisional seperti kuliner
khas, kerajinan tangan, hingga jasa berbasis budaya lokal. Namun, dinamika perkembangan
zaman, meningkatnya persaingan pasar, serta keterbatasan inovasi dan strategi bisnis, sering kali
membuat usaha tradisional kurang mampu bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perlu
adanya alat bantu analisis untuk memahami model bisnis secara menyeluruh. Salah satu
pendekatan yang relevan digunakan adalah Business Model Canvas (BMC).
BMC merupakan kerangka kerja yang memperlihatkan sembilan elemen kunci dalam
model bisnis, mulai dari segmen pelanggan hingga struktur biaya. Dengan pendekatan ini, pelaku
usaha tradisional dapat lebih mudah memahami kekuatan dan kelemahan model bisnis yang
mereka jalankan, sekaligus menemukan peluang pengembangan agar usaha tetap bertahan dan
berdaya saing. Kampung Lama dikenal memiliki potensi wisata budaya yang tinggi, namun
usaha tradisional yang menjadi daya tarik utamanya masih menghadapi berbagai kendala.
Sebagian besar usaha dikelola secara sederhana dan turun-temurun, sehingga belum memiliki
strategi bisnis yang jelas. Permasalahan yang sering muncul meliputi keterbatasan pemasaran,
kurangnya inovasi produk, rendahnya literasi keuangan, serta minimnya jaringan kemitraan.
Dalam era digital dan persaingan global, usaha tradisional membutuhkan strategi baru agar tidak
tertinggal. BMC dapat digunakan sebagai alat untuk memetakan secara visual bagaimana usaha
tradisional dapat menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai. Melalui pemetaan sembilan
elemen BMC, pelaku usaha dapat memahami siapa pelanggan utama mereka, bagaimana
menciptakan proposisi nilai, saluran distribusi yang efektif, sumber daya yang dibutuhkan,
hingga struktur biaya yang harus dikelola. Dengan demikian, penelitian ini penting dilakukan
untuk menganalisis bagaimana model bisnis usaha tradisional di Kampung Lama berjalan, serta
memberikan rekomendasi pengembangan agar lebih adaptif dan kompetitif
2.
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di
Pasar Kamu Kampung Lama, Kabupaten Deli Serdang. Subjek penelitian terdiri atas pengelola
pasar, pedagang, dan pengunjung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan simpulan sebagaimana dikemukakan oleh Miles dan Huberman (Sugiyono, 2019).
3.
Hasil dan Pembahasan
Customer Segments
Segmen pelanggan Pasar Kamu Kampung Lama terdiri dari beberapa kelompok utama,
yaitu masyarakat lokal Kampung Lama dan sekitarnya, pengunjung dari luar kawasan yang
tertarik pada produk lokal, serta wisatawan domestik yang ingin merasakan suasana pasar