PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 219-224
E-ISSN: 3047-2288
219
Ferry Cahyadi et.al (Analisis Model Bisnis di Pasar....)
Analisis Model Bisnis di Pasar Kamu Kabupaten Deli
Serdang Menggunakan Pendekatan Business Model
Canvas
Ferry Cahyadi
a,1
, Tri Handayani Simanjuntak
b,2
, Kristin Jesika Samosir
c,3
, Hatta Adisaro
Zega
d,4
Program Studi Destinasi Pariwisata, Politeknik Pariwisata Medan, Medan, Sumatera Utara,
Indonesia
*
Corresponding Author:
ferrycahyadi964@gmail.com
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima:10 Oktober 2025
Direvisi: 17 November 2025
Disetujui: 28 November 2025
Tersedia Daring: 1 Desember
2025
Pasar tradisional memiliki fungsi strategis dalam menopang perekonomian
masyarakat lokal sekaligus menjaga keberlanjutan nilai sosial dan budaya. Pasar
Kamu Kampung Lama di Kabupaten Deli Serdang merupakan pasar berbasis
komunitas yang berperan sebagai ruang aktivitas ekonomi masyarakat, namun
masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji model bisnis Pasar Kamu Kampung Lama melalui
pendekatan Business Model Canvas (BMC). Penelitian menggunakan metode
kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi
lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengelola pasar,
pedagang, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Kamu
memiliki keunggulan pada nilai produk lokal, kedekatan hubungan sosial antara
pedagang dan pelanggan, serta partisipasi aktif masyarakat. Di sisi lain,
optimalisasi saluran pemasaran, penguatan kemitraan, dan pemanfaatan teknologi
digital masih menjadi aspek yang perlu dikembangkan. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa penerapan Business Model Canvas mampu memberikan
pemetaan model bisnis secara komprehensif dan menjadi dasar dalam merumuskan
strategi pengembangan pasar tradisional yang berkelanjutan.
Kata Kunci:
Business Model Canvas;
pasar tradisional;
ekonomi lokal;
pengembangan pasar
ABSTRACT
Keywords:
business model canvas;
traditional market;
local economy;
market development
This study aimed to analyze the business model of Pasar Kamu Kampung Lama in
Deli Serdang Regency using the Business Model Canvas (BMC) approach. Pasar
Kamu is a community-based traditional market that plays an important role in
supporting the local economy and preserving social and cultural values. However,
its management system had not been structured comprehensively, particularly in
terms of marketing strategies and business development. This research employed
a qualitative descriptive method. Data were collected through in-depth interviews,
direct observation, and documentation involving market managers, traders, and
visitors. The results indicated that Pasar Kamu possessed strong value
propositions based on local products, affordable prices, and close social
relationships between sellers and customers. Nevertheless, several BMC elements,
such as marketing channels, strategic partnerships, and the utilization of digital
media, had not been optimally developed. The study concluded that the Business
Model Canvas was effective in mapping the overall business condition of Pasar
Kamu and could serve as a strategic foundation for developing sustainable
community-based traditional markets.
©2025, Ferry Cahyadi, Tri Handayani Simanjuntak,
Kristin Jesika Samosir, Hatta Adisaro Zega
This is an open access article under CC BY-SA license
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 219-224
E-ISSN: 3047-2288
220
Ferry Cahyadi et.al (Analisis Model Bisnis di Pasar....)
1.
Pendahuluan
Usaha tradisional merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian lokal yang
berakar pada kearifan budaya masyarakat. Keberadaan usaha tradisional tidak hanya
berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga, tetapi juga berperan sebagai penjaga
identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Kampung Lama, sebagai salah satu
kawasan dengan potensi wisata budaya, memiliki berbagai jenis usaha tradisional seperti kuliner
khas, kerajinan tangan, hingga jasa berbasis budaya lokal. Namun, dinamika perkembangan
zaman, meningkatnya persaingan pasar, serta keterbatasan inovasi dan strategi bisnis, sering kali
membuat usaha tradisional kurang mampu bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perlu
adanya alat bantu analisis untuk memahami model bisnis secara menyeluruh. Salah satu
pendekatan yang relevan digunakan adalah Business Model Canvas (BMC).
BMC merupakan kerangka kerja yang memperlihatkan sembilan elemen kunci dalam
model bisnis, mulai dari segmen pelanggan hingga struktur biaya. Dengan pendekatan ini, pelaku
usaha tradisional dapat lebih mudah memahami kekuatan dan kelemahan model bisnis yang
mereka jalankan, sekaligus menemukan peluang pengembangan agar usaha tetap bertahan dan
berdaya saing. Kampung Lama dikenal memiliki potensi wisata budaya yang tinggi, namun
usaha tradisional yang menjadi daya tarik utamanya masih menghadapi berbagai kendala.
Sebagian besar usaha dikelola secara sederhana dan turun-temurun, sehingga belum memiliki
strategi bisnis yang jelas. Permasalahan yang sering muncul meliputi keterbatasan pemasaran,
kurangnya inovasi produk, rendahnya literasi keuangan, serta minimnya jaringan kemitraan.
Dalam era digital dan persaingan global, usaha tradisional membutuhkan strategi baru agar tidak
tertinggal. BMC dapat digunakan sebagai alat untuk memetakan secara visual bagaimana usaha
tradisional dapat menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai. Melalui pemetaan sembilan
elemen BMC, pelaku usaha dapat memahami siapa pelanggan utama mereka, bagaimana
menciptakan proposisi nilai, saluran distribusi yang efektif, sumber daya yang dibutuhkan,
hingga struktur biaya yang harus dikelola. Dengan demikian, penelitian ini penting dilakukan
untuk menganalisis bagaimana model bisnis usaha tradisional di Kampung Lama berjalan, serta
memberikan rekomendasi pengembangan agar lebih adaptif dan kompetitif
2.
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di
Pasar Kamu Kampung Lama, Kabupaten Deli Serdang. Subjek penelitian terdiri atas pengelola
pasar, pedagang, dan pengunjung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan simpulan sebagaimana dikemukakan oleh Miles dan Huberman (Sugiyono, 2019).
3.
Hasil dan Pembahasan
Customer Segments
Segmen pelanggan Pasar Kamu Kampung Lama terdiri dari beberapa kelompok utama,
yaitu masyarakat lokal Kampung Lama dan sekitarnya, pengunjung dari luar kawasan yang
tertarik pada produk lokal, serta wisatawan domestik yang ingin merasakan suasana pasar
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 219-224
E-ISSN: 3047-2288
220
Ferry Cahyadi et.al (Analisis Model Bisnis di Pasar....)
berbasis budaya. Selain itu, segmen pelanggan juga mencakup kelompok keluarga, komunitas,
dan pengunjung yang memiliki minat terhadap kuliner tradisional dan produk UMKM.
Keberagaman segmen pelanggan ini menunjukkan bahwa Pasar Kamu memiliki potensi pasar
yang cukup luas, meskipun saat ini masih didominasi oleh pengunjung lokal.
Value Propositions
Nilai utama yang ditawarkan oleh Pasar Kamu Kampung Lama terletak pada pengalaman
berbelanja yang bersifat lokal, autentik, dan berbasis komunitas. Pengunjung tidak hanya
membeli produk, tetapi juga merasakan interaksi langsung dengan pedagang yang merupakan
masyarakat setempat. Produk yang dijual didominasi oleh kuliner tradisional, makanan rumahan,
dan hasil UMKM lokal yang memiliki ciri khas daerah. Nilai lain yang ditawarkan adalah harga
yang relatif terjangkau, suasana pasar yang akrab, serta nuansa budaya lokal yang membedakan
Pasar Kamu dari pasar modern.
Channels
Saluran yang digunakan Pasar Kamu dalam menjangkau pelanggan masih bersifat
sederhana dan terbatas. Promosi pasar sebagian besar dilakukan melalui komunikasi dari mulut
ke mulut, media sosial sederhana, serta informasi yang disampaikan oleh komunitas dan
masyarakat sekitar. Selain itu, keberadaan event atau kegiatan tertentu juga menjadi saluran
untuk menarik pengunjung. Namun, pemanfaatan saluran digital secara terencana masih belum
optimal, sehingga jangkauan pasar belum maksimal.
Customer Relationships
Hubungan dengan pelanggan di Pasar Kamu Kampung Lama dibangun melalui
pendekatan personal dan interaksi langsung antara pedagang dan pembeli. Pelayanan yang
ramah, suasana kekeluargaan, serta komunikasi informal menjadi ciri utama hubungan
pelanggan. Pola hubungan ini menciptakan kedekatan emosional yang mendorong loyalitas
pengunjung, meskipun belum didukung oleh sistem hubungan pelanggan yang terstruktur,
seperti basis data pelanggan atau program loyalitas.
Key Activities
Aktivitas utama Pasar Kamu Kampung Lama meliputi pengelolaan operasional pasar,
pengaturan pedagang, penyediaan fasilitas sederhana, serta penyelenggaraan kegiatan
pendukung seperti event atau pasar tematik. Aktivitas promosi juga dilakukan meskipun masih
bersifat terbatas. Selain itu, pembinaan pedagang dan koordinasi dengan masyarakat menjadi
bagian dari aktivitas penting dalam menjaga keberlangsungan pasar.
Key Partnerships
Mitra utama Pasar Kamu Kampung Lama terdiri dari masyarakat Kampung Lama,
komunitas lokal, serta pihak-pihak yang mendukung kegiatan pasar. Kerja sama dengan
pemerintah desa dan pihak lain masih bersifat terbatas dan belum terstruktur secara formal.
Padahal, kemitraan yang lebih luas dengan pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan pelaku
pariwisata berpotensi mendukung pengembangan pasar secara berkelanjutan.
Cost Structure
Struktur biaya Pasar Kamu Kampung Lama mencakup biaya operasional pasar,
pemeliharaan fasilitas, kegiatan promosi, serta biaya penyelenggaraan event. Sebagian besar
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 219-224
E-ISSN: 3047-2288
221
Ferry Cahyadi et.al (Analisis Model Bisnis di Pasar....)
biaya bersifat operasional dan relatif sederhana karena pengelolaan pasar masih berbasis
komunitas. Struktur biaya ini cenderung berorientasi pada efisiensi, meskipun ke depan
diperlukan pendekatan yang lebih berorientasi pada penciptaan nilai untuk meningkatkan
kualitas pasar.
Analisis SWOT
Gambar 1 Analisis SWOT Pasar Kamu Kampung Lama
Selanjutnya kami tampilkan dalam bentuk tabel, adalah sebagai berikut:
Tabel 1 Analisis SWOT Pasar Kamu Kampung Lama
SWOT
Uraian
Strengths (Kekuatan)
1) Menawarkan produk lokal dan kuliner tradisional sebagai nilai
utama pasar.
2) Keterlibatan aktif masyarakat lokal sebagai pedagang dan
pengelola.
3) Hubungan langsung pedagangpengunjung menciptakan
suasana pasar yang ramah dan akrab.
4) Konsep pasar berbasis komunitas yang memiliki identitas
budaya khas Kampung Lama.
Weaknesses
(Kelemahan)
1) Promosi dan pemasaran pasar masih terbatas dan belum terkelola
optimal.
2) Pengelolaan pasar belum sepenuhnya terstruktur secara
manajerial.
3) Kerja sama dengan pihak eksternal masih minim.
4) Fasilitas pendukung dan pemanfaatan teknologi digital masih
terbatas.
Opportunities
(Peluang)
1) Meningkatnya minat terhadap pasar lokal dan produk UMKM.
2) Perkembangan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif.
3) Dukungan program pemerintah terhadap UMKM dan ekonomi
kreatif.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 219-224
E-ISSN: 3047-2288
222
Ferry Cahyadi et.al (Analisis Model Bisnis di Pasar....)
4) Potensi pengembangan event tematik dan kegiatan berbasis
budaya.
Threats (Ancaman)
1) Persaingan dengan pasar modern dan pusat perbelanjaan.
2) Perubahan pola konsumsi masyarakat yang lebih praktis dan
instan.
3) Masuknya produk non-lokal yang dapat mengurangi keunikan
pasar.
4) Ketergantungan pada kondisi ekonomi dan dukungan pihak luar.
Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pasar tradisional memiliki kekuatan utama
pada produk lokal yang segar, harga terjangkau, serta hubungan personal antara pedagang dan
pelanggan yang tercermin dalam value proposition dan customer relationships pada Business
Model Canvas. Peluang berupa dukungan pemerintah dan minat masyarakat terhadap produk
lokal dapat dimanfaatkan melalui penguatan key partnerships dan channels. Namun, kelemahan
pada aspek fasilitas, kebersihan, dan pengelolaan sumber daya masih perlu dibenahi melalui
peningkatan key activities dan key resources. Ancaman dari pasar modern menuntut pasar
tradisional untuk melakukan diferensiasi dan efisiensi cost structure agar revenue streams tetap
berkelanjutan.
4.
Simpulan
Berdasarkan hasil wawancara dan analisis menggunakan pendekatan Business Model
Canvas (BMC), dapat disimpulkan bahwa Pasar Kamu Kampung Lama merupakan pasar
tradisional berbasis komunitas yang memiliki kekuatan utama pada nilai budaya lokal, suasana
kekeluargaan, serta keterlibatan aktif masyarakat sekitar. Segmen pelanggan pasar ini
didominasi oleh masyarakat lokal dan wisatawan domestik yang tertarik pada produk tradisional
dan pengalaman berbelanja yang autentik. Proposisi nilai yang ditawarkan mencakup keaslian
produk lokal, harga yang terjangkau, serta interaksi sosial yang erat antara pedagang dan
pengunjung. Namun demikian, sebagian besar elemen BMC masih dikelola secara sederhana
dan belum terintegrasi secara optimal, terutama pada aspek saluran pemasaran, kemitraan
strategis, dan pengelolaan hubungan pelanggan berbasis digital. Sumber pendapatan Pasar Kamu
Kampung Lama masih bergantung pada aktivitas jual beli langsung, dengan struktur biaya yang
relatif rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar memiliki potensi keberlanjutan usaha,
namun masih memerlukan inovasi dan pengembangan agar mampu meningkatkan daya saing
serta memperluas jangkauan pasar di tengah persaingan dengan pasar modern dan platform
digital.
5.
Rekomendasi
Berdasarkan simpulan tersebut, beberapa rekomendasi yang dapat diajukan untuk
pengembangan Pasar Kamu Kampung Lama adalah sebagai berikut:
Penguatan Promosi Digital
Pengelola pasar disarankan untuk memanfaatkan media sosial secara lebih terstruktur sebagai
sarana promosi, informasi kegiatan, dan branding pasar tradisional berbasis budaya lokal.
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 219-224
E-ISSN: 3047-2288
223
Ferry Cahyadi et.al (Analisis Model Bisnis di Pasar....)
Peningkatan Kapasitas Pedagang
Diperlukan pelatihan bagi pedagang terkait pengemasan produk, pelayanan pelanggan, serta
pemanfaatan teknologi digital sederhana guna meningkatkan kualitas dan daya tarik produk.
Pengembangan Kemitraan Strategis
Pengelola dapat menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas pariwisata, serta
institusi pendidikan untuk mendukung promosi, penyelenggaraan event, dan pengembangan
pasar berkelanjutan.
Diversifikasi Produk dan Kegiatan
Pasar disarankan untuk mengembangkan variasi produk dan kegiatan pendukung seperti
pertunjukan budaya, kuliner khas, dan event tematik guna meningkatkan minat kunjungan.
6.
Daftar Pustaka
Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business model generation: A handbook for visionaries,
game changers, and challengers. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Osterwalder, A., Pigneur, Y., Bernarda, G., & Smith, A. (2019). Value proposition design: How
to create products and services customers want. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Rangkuti, F. (2016). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education
Limited.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
David, F. R., & David, F. R. (2017). Strategic management: Concepts and cases. Pearson
Education.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2020). Pengembangan
ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Jakarta: Kemenparekraf.
Prastowo, A. (2016). Metode penelitian kualitatif dalam perspektif rancangan penelitian.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Apriyanti, D., & Nugroho, R. A. (2020). Strategi pengembangan UMKM berbasis Business
Model Canvas. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 17(1), 4556.
https://doi.org/10.14710/jmb.17.1.45-56
Bocken, N. M. P., Short, S. W., Rana, P., & Evans, S. (2015). A literature and practice review to
develop sustainable business model archetypes. Journal of Cleaner Production, 65, 42
56.
https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2013.11.039
Hamdani, J., & Susanti, E. (2019). Peran pasar tradisional dalam meningkatkan ekonomi
masyarakat lokal. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2), 112121.
https://doi.org/10.23887/jish.v8i2.21345
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Vol. 2, No. 4, Desember 2025, page: 219-224
E-ISSN: 3047-2288
224
Ferry Cahyadi et.al (Analisis Model Bisnis di Pasar....)
Kurnia, H. (2022). Peningkatan partisipasi dan hasil belajar daring PPKn melalui pendekatan
problem posing berbasis infografis. Journal of Contemporary Issues in Primary Education
(JCIPE), 1(1), 110.
https://doi.org/10.51188/jcipe.v1i1.001
Hapsara, A. S. (2020). INFOGRAPHIC-BASED PROBLEM POSING APPROACH TO
INCREASE PARTICIPATION AND RESULT OF LEARNING IN SOCIOLOGY
ONLINE LEARNING. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 5(2), 919.
https://doi.org/10.51169/ideguru.v5i2.170
Kurnia, H., & Kurnia, S. N. (2022). Tes instrumen keterampilan berpikir tingkat tinggi dan
keterampilan literasi digital. Journal of Contemporary Issues in Primary Education
(JCIPE), 1(1), 110.
https://doi.org/10.51188/jcipe.v1i1.001
Massawe, J., & Mpogole, H. (2021). Application of business model canvas in small enterprises
development. International Journal of Business and Management Studies, 13(1), 3547.
Mulyani, S., & Hidayat, R. (2020). Analisis model bisnis UMKM menggunakan pendekatan
Business Model Canvas. Jurnal Administrasi Bisnis, 9(1), 2332.
https://doi.org/10.14710/jab.v9i1.30123
Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business model generation. John Wiley & Sons.
Putra, A. D., & Wijaya, T. (2022). Strategi penguatan daya saing pasar tradisional di era digital.
Jurnal Ekonomi Kreatif, 5(2), 98109.
https://doi.org/10.32734/jek.v5i2.5678
Ramdani, R., & Lestari, D. (2018). Peran pasar tradisional dalam penguatan ekonomi lokal.
Jurnal Pembangunan Wilayah, 4(1), 5566.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Suryani, T., & Hendrawan, A. (2021). Transformasi pasar tradisional menuju pasar