sebagai “jalan yang ditempuh” atau “tradisi yang diikuti”. Dalam konteks Islam, sunnah
nabi didefinisikan sebagai segala bentuk ucapan, perbuatan, persetujuan, atau sifat fisik dan
moral Nabi Muhammad SAW yang dapat dijadikan teladan oleh umatnya.Definisi lebih
rinci yang diberikan oleh ulama seperti Imam Syafi'i dalam kitab Ar-Risalah , di mana
sunnah adalah "segala yang diriwayatkan dari Nabi, baik berupa perkataan, perbuatan,
maupun persetujuan, yang menjadi sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur'an". Sunnah
mencakup tiga kategori utama:
1) Qauli (Perkataan) : Hadits-hadits yang berisi sabda Nabi.
2) Fi'li (Perbuatan) : Tindakan praktis Nabi dalam ibadah, muamalah, dan kehidupan
sehari-hari.
3) Taqriri (Persetujuan) : Hal-hal yang Nabi ketahui dan tidak dilarang, sehingga dianggap
sebagai persetujuan implisit
Kewajiban mengikuti sunnah nabi
Kewajiban mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW. merupakan perintah langsung
dari Allah SWT yang menjadi bukti nyata keimanan dan ketaatan seorang muslim. Sunah
berfungsi sebagai pedoman hidup yang menjelaskan, menafsirkan, dan melengkapi ajaran
Al-Qur’an, sehingga menjadi sumber hukum Islam kedua setelah wahyu. Allah SWT
berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 7, “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka
terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah,” yang menegaskan
pentingnya menaati Rasulullah SAW. dalam segala urusan. Rasul sendiri juga bersabda,
“Barang siapa yang berpaling dari sunahku, maka ia bukan termasuk golonganku” (HR.
Bukhari dan Muslim), yang menunjukkan bahwa mengikuti sunah bukan sekadar anjuran,
melainkan kewajiban bagi setiap muslim sebagai wujud cinta kepada Nabi dan ketaatan
kepada Allah SWT. Kewajiban ini mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik dalam
hal ibadah, akhlak, maupun hubungan sosial. Dalam bidang ibadah, sunah menjadi petunjuk
pelaksanaan perintah Allah secara benar—seperti tata cara salat, puasa, zakat, dan haji yang
dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam bidang akhlak dan sosial, sunah
mengajarkan nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, serta keadilan yang menjadi dasar
membangun peradaban Islam yang beradab dan seimbang. Dengan demikian, mengikuti
sunah bukan hanya bentuk ketaatan lahiriah, tetapi juga pembentukan karakter dan
spiritualitas yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Mengikuti sunah Nabi juga memiliki hikmah besar dalam menjaga kemurnian ajaran Islam
agar tidak menyimpang dari tuntunan wahyu. Umat Islam yang menjadikan sunah sebagai
pedoman hidup akan selalu berada pada jalan yang lurus dan mendapatkan bimbingan dalam
menghadapi berbagai tantangan zaman. Sunah Rasulullah SAW menjadi cahaya yang
menuntun umat menuju kehidupan yang penuh keberkahan, kebahagiaan, dan keselamatan
di dunia maupun akhirat. Oleh karena itu, kewajiban mengikuti sunah Nabi tidak boleh
dipandang ringan, melainkan harus diimplementasikan secara menyeluruh dalam setiap
aspek kehidupan sebagai tanda cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Implementasi sunnah nabi dalam kehidupan sehari-hari
Implementasi adalah istilah yang berasal dari Bahasa Inggris, "implement", yang mengacu
pada tindakan menerapkan atau menjalankan sesuatu. Hal ini melibatkan penyediaan sarana
suatu hal. Implementasi melibatkan serangkaian tindakan yang dilakukan oleh individu,
pejabat, kelompok, pemerintah, atau sektor swasta, yang bertujuan mencapai tujuan-tujuan
yang telah ditetapkan dalam keputusan kebijakan (Kesadaran and Siswa 2023). Pengertian
implementasi tersebut menggambarkan bahwa implementasi bukan hanya sekedar tindakan
biasa, melainkan sebuah kegiatan terencana yang dilaksanakan secara serius sesuai dengan
pedoman yang telah direncanakan dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, implementasi
tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh terlaksananya suatu program kurikulum di
sekolah atau lembaga tertentu (Nafiah 2022). Implementasi sunnah Nabi dapat dilihat dalam