Berdasarkan tabel, diperoleh nilai Adjusted R Square adalah 0.297, hal ini berarti 29,7%
variasi variabel terikat yaitu minat kunjung dapat dijelaskan oleh 2 variasi variabel bebas
yaitu kualitas pelayanan dan motivasi, Sedangkan sisanya (100% - 29,7% = 70,3%)
dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Uji asumsi klasik dilakukan untuk
memastikan bahwa data memenuhi persyaratan regresi berganda. Hasil uji normalitas
menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Tidak terdapat indikasi multikolinieritas
dalam model, dan model regresi tidak mengalami heteroskedastisitas, menegaskan bahwa
asumsi klasik telah terpenuhi. Pada hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa
kualitas layanan (X1) dan motivasi (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat
kunjung wisatawan (Y). Hal ini diperkuat oleh hasil uji T, yang menunjukkan penolakan
terhadap hipotesis nol untuk kedua variabel tersebut, menegaskan bahwa kualitas layanan
dan motivasi secara individu berkontribusi secara signifikan terhadap minat kunjung
wisatawan. Uji F menunjukkan bahwa secara bersama-sama, kualitas pelayanan dan motivasi
memberikan kontribusi yang signifikan terhadap minat kunjung wisatawan pada Jeep Lavar
Tour Merapi. Dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,297, hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa 29,7% variasi minat kunjung wisatawan dapat dijelaskan oleh kualitas
pelayanan dan motivasi, sedangkan sisanya mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
Penelitian ini linier dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Didi Riadi, Lalu
Adi Permadi, dan Weni Retnowati pada tahun 2023, yang berjudul "Pengaruh Kualitas
Pelayanan Terhadap Minat Berkunjung Kembali Ke Desa Wisata Hijau Bilebante yang di
Mediasi Oleh Kepuasan Wisatawan". Penelitian tersebut menyoroti hubungan antara kualitas
pelayanan dan minat kunjung kembali wisatawan, dengan mempertimbangkan variabel
mediasi yaitu kepuasan wisatawan. Temuan dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa
kualitas pelayanan secara positif dan signifikan memengaruhi minat kunjung kembali
wisatawan. Implikasi dari temuan tersebut adalah pentingnya fokus pada peningkatan
kualitas pelayanan dalam rangka memperpanjang kunjungan wisatawan dan memperkuat
hubungan jangka panjang dengan mereka. Dalam konteks penelitian ini, fokus ditujukan
pada Jeep Lavar Tour Merapi sebagai destinasi wisata tertentu. Meskipun berbeda dengan
Desa Wisata Hijau Bilebante, namun temuan yang mengindikasikan pengaruh positif kualitas
pelayanan terhadap minat kunjung wisatawan tetap relevan. Hal ini menunjukkan bahwa
aspek-aspek kualitas pelayanan, seperti keramahan staf, kenyamanan fasilitas, keamanan
perjalanan, dan kejelasan informasi, tetap menjadi faktor kunci dalam menarik minat kunjung
wisatawan di berbagai jenis destinasi wisata Oleh karena itu, Dalam penelitian ini, ditemukan
bahwa kualitas layanan dan motivasi memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan
minat kunjung wisatawan pada Jeep Lavar Tour Merapi. Dua faktor ini secara signifikan
memengaruhi keputusan wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata tersebut. Kualitas
layanan yang diberikan oleh penyedia jasa wisata seperti Jeep Lavar Tour Merapi memiliki
dampak yang signifikan terhadap minat kunjung wisatawan. Hal ini menunjukkan bahwa
ketika wisatawan merasa puas dengan kualitas layanan yang mereka terima, mereka
cenderung lebih tertarik untuk mengunjungi tempat wisata tersebut lagi di masa depan.
Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kualitas layanan, seperti kemudahan proses
reservasi, keramahan staf, kenyamanan fasilitas, dan keamanan perjalanan, semuanya
memainkan peran dalam membentuk persepsi positif wisatawan terhadap destinasi wisata.
Selain itu, motivasi juga terbukti menjadi faktor yang signifikan dalam menentukan minat
kunjung wisatawan. Motivasi adalah dorongan internal atau eksternal yang mendorong
seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau perilaku tertentu, dalam konteks ini,
berkunjung ke Jeep Lavar Tour Merapi. Motivasi wisatawan dapat bervariasi, mulai dari
motivasi intrinsik seperti keinginan untuk mencari pengalaman baru atau mengeksplorasi
alam, hingga motivasi ekstrinsik seperti tekanan dari teman atau keluarga untuk melakukan
perjalanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat motivasi wisatawan,