dengan yang namanya sifat manusia sebagai makhluk sosial, yang dimana seorang individu
membutuhkan pariwisata sebagai sarana untuk mengekspresikan diri mereka. Pariwisata juga
merupakan salah satu sumber pendapat devisa terbesar negara yang mana menurut data dari
(Kemenparekraf) mencapai Rp1.236 triliun pada tahun 2022, tidak hanya itu pada tahun yang
sama tercatat mengalami peningkatan dari segi estimasi angka perihal kunjungan para
wisatawan yang berlabel mancanegara dan mengarah pada kuantitas atas pergerakan
wisatawan yang berasal dari wilayah lokal atau Nusantara. Setidaknya tercatat 4,58 juta
kunjungan wisatawan yang berasal dari mancanegara sementara sebanyak 633 juta per
akumulasi dari aspek pergerakan wisatawan berbasis lokalnya.
Angka-angka tersebut tidak akan bisa terwujud tanpa integritas kinerja yang senada dari
semua aspek yang terlibat, terutama masyarakat/pelaku pariwisata kreatif yang terlibat
langsung dengan wisatawan baik itu wisman ataupun wisnu. Dengan meningkatkan fasilitas
pariwisata dan juga pelayanan yang memberikan efek memuaskan akan memiliki konsekuensi
berupa keputusan oleh para wisatawan melakukan suatu kunjungan secara berulang ke
destinasi tersebut. Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan peninggalan dari kolonial
Belanda yang dibangun pada tahun 1900an yang terletak pada pusat kota Semarang. Bangunan
ini dulunya adalah kantor administrasi kereta api Belanda bernama Nederlandsch-Indische
Spoorweg Maatschappij (NIS). Selepas melewati renovasi sekaligus pemugaran sekarang ini
Lawang Sewu beralih fungsi jadi museum yang menghadirkan sejumlah kumpulan cukup
kompleks dengan keterkaitannya akan bidang perkeretaapian. Koleksi yang tersuguh berawal
dari seragam masinis, kemudian ada perangkat komunikasi seperti halnya telepon kayu atau
telegraf, berlanjut ke lemari karcis edmondson, hingga mesin cetak tunggal untuk kepentingan
pengadaan karcis kereta, alat kalkulasi friden, sampai perwujudan dari karcis kereta kuno dan
lain yang masih banyak lagi. Adapun jam operasionalnya dibuka dari pukul 08.00 WIB sampai
17.00 WIB dan untuk konteks hari libur dibuka dengan jam yang sama namun untuk tutupnya
lebih lama yakni pukul 20.00 WIB (Firhannusa, 2022).
Lawang Sewu juga menjadi destinasi yang memiliki daya tarik tersendiri dan mempunyai
label favorit di Kota Semarang. Tidak bisa dipungkiri bahwa bangunan dengan nuansa sejarah
tersebut menjadi landmark yang lekat dengan Semarang di mana penonjolan terletak di daerah
Tugu Muda yang memiliki peran krusial dalam pembentukan citra atas lingkungan setempat.
Diberikan label dengan penamaan Lawang Sewu atau pintu seribu tentu tidak lepas dari
representasi di dalamnya karena terdapat banyak sekali pintu sekaligus busur yang memberi
kesan seolah tempat tersebut mempunyai beragam rongga. Sementara itu, daya tarik Lawang
Sewu tentu tidak lepas dari sejumlah komponen pariwisata yang memberikan efek mendukung
di dalamnya (Herman Novry Kristiansen Paninggiran, 2020). Salah satu harapan yang dicari
oleh wisatawan setelah memutuskan untuk melakukan kegiatan wisata adalah pengalaman
yang dapat memuaskan kegelisahan yang dirasakan wisataan tersebut. Dengan melakukan
kegiatan wisata terdapat 2 kemungkinan bahwa wisatawan akan mendapatkan pengalaman
yang positif maupun negatif, hal ini bergantung kepada apa yang didapatkan wisatawan
selama mereka berada di destinasi pariwisata dan juga setelah mereka meninggalkan destinasi
tersebut.
Jika wisatawan mendapatkan pengalaman yang positif maka selama berada di destinasi
wisata mereka menerima pelayanan yang baik dan juga harapan mereka terpenuhi ketika
berkunjung ke destinasi tersebut. Wisatawan akan mempunyai harapan atau ekspetasi yang
mereka dapatkan setelah mereka melihat profil destinasi dan juga review dari para pengunjung
sebelumnya, dengan terpenuhnya ekspetasi wisatawan maka pengelola destinasi wisata
tersebut menjalankan tugas mereka dengan baik dengan menjaga kualitas dan standar
pelayanan yang dapat memuaskan wisatawan. Namun ketika harapan wisatawan tidak
terpenuhi maka pengelola destinasi tersebut harus melakukan evaluasi secara menyeluruh apa
penyebab dari ketidakpuasan yang timbul pada wisatawan tersebut, apakah dari segi fasilitas