TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 26-33
E-ISSN: 3048-3093
26
Alisya Roisatul Ummah at.al (Pembelajaran PPKn melalui Permainan Papan....)
Pembelajaran PPKn melalui Permainan Papan
Edukatif: Mengatasi Tantangan Perbedaan Gaya
Belajar Siswa dan Meningkatkan Pemahaman
Pancasila
Alisya Roisatul Ummah
a,1*
, Fathurrohman
b,2
a
Universitas Negeri Surabaya, Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur, 60213
b
Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo No.1, Karang Malang, Caturnungal, Kec. Depok, Kab. Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281
1
alisyaroisatul.2025@student.uny.ac.id;
2
fathurrohman@uny.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 11 Oktober 2025
Direvisi: 17 November 2025
Disetujui: 21 Desember 2025
Tersedia Daring:1 Januari 2026
Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah
dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pemahaman
nilai-nilai Pancasila pada siswa. Namun, pelaksanaan pembelajaran sering
menghadapi tantangan akibat perbedaan gaya belajar siswa yang beragam,
sehingga sebagian peserta didik kurang terlibat aktif dan hasil belajarnya
belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan
permainan papan edukatif sebagai alternatif media pembelajaran yang mampu
menyesuaikan dengan berbagai gaya belajar siswa serta meningkatkan
pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai artikel, jurnal,
dan hasil penelitian terdahulu yang membahas implementasi media permainan
edukatif dalam konteks pembelajaran PPKn maupun pendidikan karakter.
Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan papan edukatif mampu
menciptakan suasana belajar yang interaktif, kolaboratif, dan kontekstual,
sehingga dapat menstimulasi gaya belajar visual, auditori, maupun kinestetik
secara seimbang. Selain itu, media ini dinilai efektif dalam membantu siswa
memahami konsep moral dan nilai-nilai Pancasila melalui pengalaman bermain
yang bermakna. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran PPKn
melalui permainan papan edukatif berpotensi menjadi inovasi strategis dalam
mengatasi perbedaan gaya belajar siswa sekaligus meningkatkan pemahaman
dan penerapan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar.
Kata Kunci:
Pembelajaran PPKn
Permainan Papan Edukatif
Gaya Belajar
Pancasila
Pendidikan karakter
ABSTRACT
Keywords:
Civics Education
Educational Board Games
Learning Styles
Pancasila
Character Education
Pancasila and Civic Education (PPKn) learning in elementary schools plays an
important role in shaping students' character and understanding of Pancasila
values. However, the implementation of learning often faces challenges due to
differences in students' learning styles, resulting in some students being less
actively involved and their learning outcomes not being optimal. This study aims
to examine the effectiveness of using educational board games as an alternative
learning medium that can be adapted to various student learning styles and
improve understanding of Pancasila values. The method used in this study is a
literature review, examining various articles, journals, and previous research
results that discuss the implementation of educational games in the context of
PPKn learning and character education. The results of the study show that
educational board games can create an interactive, collaborative, and contextual
learning atmosphere, thereby stimulating visual, auditory, and kinesthetic
learning styles in a balanced manner. In addition, this medium is considered
effective in helping students understand moral concepts and Pancasila values
through meaningful play experiences. The conclusion of this study is that civic
education learning through educational board games has the potential to be a
strategic innovation in overcoming differences in student learning styles while
improving the understanding and application of Pancasila values in elementary
schools.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 26-33
E-ISSN: 3048-3093
27
Alisya Roisatul Ummah at.al (Pembelajaran PPKn melalui Permainan Papan....)
©2026, Alisya Roisatul Ummah, Fathurrohman
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peran strategis dalam
membentuk karakter bangsa dan menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan bernegara sejak
jenjang sekolah dasar. Melalui PPKn, siswa diharapkan mampu memahami serta mengamalkan
nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Namun, proses pembelajaran PPKn di
sekolah dasar hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah
kurangnya inovasi media pembelajaran yang dapat menyesuaikan dengan perbedaan gaya
belajar siswa. Materi PPKn sering disajikan secara abstrak dan teoritis, sehingga siswa dengan
gaya belajar visual, auditori, maupun kinestetik tidak memperoleh kesempatan belajar yang
optimal (Hanifah & Purbosari, 2022). Kondisi tersebut menyebabkan rendahnya partisipasi dan
keterlibatan siswa selama proses pembelajaran serta berdampak pada pemahaman nilai-nilai
Pancasila yang masih dangkal.
Konteks sosial saat ini memperlihatkan bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan
dalam mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan perilaku nyata. Fenomena seperti kurangnya
toleransi, rendahnya empati, dan perilaku tidak disiplin di lingkungan sekolah menunjukkan
adanya kesenjangan antara pemahaman kognitif dan pengamalan nilai moral. Guru sering kali
menemui hambatan dalam menumbuhkan keteladanan dan refleksi nilai karena metode
pembelajaran yang masih monoton dan bersifat satu arah. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi
media yang mampu memfasilitasi interaksi sosial, berpikir reflektif, dan aktivitas belajar yang
menyenangkan agar nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan melalui pengalaman langsung
siswa.
Dalam konteks tersebut, kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian penggunaan
permainan papan edukatif sebagai media pembelajaran PPKn berbasis aktivitas belajar yang
menyenangkan dan interaktif. Media permainan papan dirancang untuk mengintegrasikan
unsur visual, kinestetik, dan kolaboratif yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar
yang berada pada tahap operasional konkret menurut teori Piaget. Melalui pendekatan bermain
sambil belajar, siswa diharapkan dapat membangun pemahaman nilai-nilai Pancasila secara
kontekstual dan bermakna. Kajian ini berbeda dari penelitian sebelumnya karena menyoroti
permainan papan edukatif bukan hanya sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai sarana
diferensiasi pembelajaran untuk mengakomodasi keragaman gaya belajar.
Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan hasil positif dari penerapan media papan
dalam pembelajaran PPKn. (Hanytasari, 2015) menjelaskan bahwa penggunaan Papan Pintar
Pancasila atau Papan Edukatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN 2 Payaman
dengan peningkatan ketuntasan belajar klasikal hingga 80,68%. Hasil serupa ditemukan oleh
(Hanifah & Purbosari, 2022) yang membuktikan bahwa media tersebut mampu meningkatkan
keaktifan dan kreativitas siswa kelas V SDN Dana Bhakti hingga mencapai 98%. Selain itu,
penelitian lain juga menegaskan bahwa media Papan Pintar Pancasila atau Papan Edukatif
efektif membantu siswa memahami simbol dan makna sila-sila Pancasila secara lebih
mendalam. Sementara itu, (Pramitasari, 2021) melalui inovasi Papan Garuda berbasis Problem
Based Learning (Papan Edukatif) menunjukkan bahwa media papan dapat meningkatkan
motivasi dan hasil belajar secara signifikan pada materi penerapan nilai-nilai Pancasila.
Dari perspektif teori belajar konstruktivistik, siswa membangun pemahamannya melalui
keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Permainan papan edukatif mendukung prinsip
tersebut karena memungkinkan siswa berpartisipasi secara langsung, berdiskusi, mengambil
keputusan, dan merefleksikan nilai-nilai yang muncul selama permainan. Hasil penelitian
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 26-33
E-ISSN: 3048-3093
28
Alisya Roisatul Ummah at.al (Pembelajaran PPKn melalui Permainan Papan....)
(Z. Amelia & Rahmadani, 2023) menegaskan bahwa permainan papan dapat menumbuhkan
kemampuan berpikir logis, keterampilan sosial, dan rasa tanggung jawab peserta didik. Oleh
sebab itu, pendekatan permainan papan edukatif relevan diterapkan dalam pembelajaran PPKn
untuk menghubungkan konsep nilai dengan perilaku konkret siswa di kelas. Selain itu,
permainan papan edukatif mendukung prinsip differentiated instruction dengan memberikan
ruang bagi siswa untuk belajar sesuai dengan gaya dan kecepatannya masing-masing.
Mekanisme permainan yang melibatkan aspek visual, verbal, dan motorik membuat setiap
siswa dapat menyesuaikan cara belajarnya tanpa kehilangan esensi materi yang dipelajari.
Aktivitas kolaboratif dalam permainan juga memperkuat kemampuan sosial-emosional, seperti
kerja sama, tanggung jawab, dan empati yang merupakan bagian penting dari profil Pelajar
Pancasila. Dengan demikian, permainan papan tidak hanya berfungsi sebagai media kognitif
untuk memahami isi Pancasila, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter.
Meskipun hasil-hasil penelitian tersebut menunjukkan efektivitas media papan dalam
konteks pembelajaran PPKn, sebagian besar studi berfokus pada peningkatan hasil belajar dan
aktivitas siswa. Masih sedikit penelitian yang secara khusus membahas peran media permainan
papan edukatif dalam mengatasi perbedaan gaya belajar siswa dan hubungannya dengan
pemahaman nilai-nilai Pancasila secara konseptual. Kesenjangan ini penting untuk dikaji lebih
lanjut, mengingat keberagaman gaya belajar merupakan faktor kunci dalam keberhasilan
pembelajaran di kelas heterogen. Berdasarkan analisis tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji berbagai hasil temuan empiris terkait efektivitas permainan papan edukatif dalam
pembelajaran PPKn di sekolah dasar. Melalui pendekatan studi literatur, penelitian ini
berupaya menganalisis sejauh mana media permainan papan dapat digunakan untuk
mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai
Pancasila. Secara konseptual, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan media
pembelajaran inovatif yang selaras dengan paradigma student-centered learning dan
pembelajaran aktif berbasis nilai. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan rujukan
teoretis dan praktis bagi guru PPKn dalam merancang kegiatan belajar yang menyenangkan,
kontekstual, dan bermakna, serta mendukung implementasi pendidikan karakter yang
berlandaskan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Studi
literatur dipilih karena tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji, menganalisis, dan
mensintesis berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik pembelajaran
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) melalui media permainan papan edukatif
dalam konteks perbedaan gaya belajar siswa sekolah dasar. Menurut Rosyidhana (2014:3)
dalam (Afifah Ansori, 2024), studi literatur merupakan metode pengumpulan data yang
dilakukan dengan menelusuri dan menelaah berbagai sumber tertulis, seperti buku maupun
literatur lain yang memuat landasan teori terkait topik penelitian. Studi ini melibatkan
penggunaan berbagai referensi kepustakaan baik berupa buku, catatan, maupun laporan hasil
penelitian sebelumnya sebagai dasar dalam memahami dan memperkuat kerangka teori. Tujuan
utama dari studi literatur adalah untuk menemukan dan mengkaji teori-teori yang relevan
dengan permasalahan penelitian, sehingga dapat menjadi acuan dalam proses analisis dan
pembahasan hasil penelitian. Sedangkan menurut (Agina Tiani et al., 2025), studi literatur
memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman teoretis yang komprehensif melalui telaah
sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah yang telah dipublikasikan. Dengan demikian,
penelitian ini tidak mengumpulkan data empiris lapangan, melainkan berfokus pada penggalian
data konseptual dan hasil penelitian terdahulu untuk menemukan pola temuan yang signifikan
dan relevan.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 26-33
E-ISSN: 3048-3093
29
Alisya Roisatul Ummah at.al (Pembelajaran PPKn melalui Permainan Papan....)
Sumber data dalam penelitian ini berasal dari literatur primer dan sekunder, berupa
artikel ilmiah, jurnal nasional terakreditasi, prosiding, serta laporan penelitian yang membahas
topik pembelajaran PPKn, media permainan papan, gaya belajar siswa, dan pendidikan
karakter berbasis nilai Pancasila. Pengumpulan data dilakukan dengan cara telaah sistematis
terhadap literatur. Proses ini mencakup beberapa tahapan, yaitu: (1) penelusuran artikel dan
jurnal melalui basis data nasional dan repositori akademik menggunakan kata kunci “PPKn”,
“Pancasila”, “permainan papan edukatif”, dan “gaya belajar siswa”; (2) pemilihan artikel yang
memenuhi kriteria relevansi dan keterkinian; (3) pencatatan hasil-hasil penelitian yang
berkaitan dengan tujuan, metode, dan temuan utama; serta (4) pengelompokan temuan menjadi
beberapa tema utama seperti efektivitas media, pendekatan pembelajaran, dan dampak terhadap
gaya belajar. Prosedur ini mengikuti panduan telaah sistematis sebagaimana, yang menekankan
pentingnya proses penyaringan bertahap agar hasil analisis literatur valid dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis isi (content
analysis) untuk menemukan pola, tema, serta hubungan antarhasil penelitian. Setiap literatur
dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan temuan serta
implikasinya terhadap pembelajaran PPKn. Hasil sintesis digunakan untuk menarasikan
keterkaitan antara penggunaan permainan papan edukatif dengan peningkatan pemahaman
nilai-nilai Pancasila, sekaligus menilai potensinya dalam mengatasi tantangan perbedaan gaya
belajar siswa. Melalui pendekatan studi literatur ini, penelitian menghasilkan kerangka
konseptual yang komprehensif mengenai penerapan media inovatif dalam pembelajaran PPKn,
yang diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan model pembelajaran karakter yang lebih
adaptif dan kontekstual di sekolah dasar.
3. Hasil dan Pembahasan
Tantangan Perbedaan Gaya Belajar dalam Pembelajaran PPKn
Hasil kajian literatur memperlihatkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah dasar sering menghadapi tantangan besar dalam hal
perbedaan gaya belajar siswa. Siswa pada usia sekolah dasar memiliki karakteristik unik yang
dimana mereka belajar melalui pengalaman konkret, aktivitas fisik, serta interaksi sosial yang
intens. Namun, sebagian besar praktik pembelajaran di kelas masih berpusat pada guru
(teacher-centered), sehingga cenderung menekankan hafalan nilai-nilai Pancasila tanpa
memberi ruang bagi eksplorasi dan refleksi siswa (Hanifah & Purbosari, 2022).
Perbedaan gaya belajar yang meliputi tipe visual, auditori, dan kinestetik menjadi
kendala tersendiri ketika guru menerapkan metode yang seragam untuk seluruh siswa. Siswa
dengan gaya belajar visual membutuhkan representasi gambar dan warna untuk memahami
nilai-nilai Pancasila, sementara siswa auditori lebih terbantu melalui diskusi atau narasi, dan
siswa kinestetik memerlukan aktivitas fisik untuk memahami konsep abstrak. Ketidaksesuaian
antara gaya belajar dan metode yang digunakan dapat menyebabkan rendahnya partisipasi dan
motivasi belajar, serta berakibat pada lemahnya internalisasi nilai. Tantangan ini menjadi
semakin kompleks karena pembelajaran nilai-nilai moral seperti Pancasila menuntut proses
afektif yang mendalam, bukan hanya pemahaman kognitif. Ketika pembelajaran tidak
menyesuaikan dengan gaya belajar siswa, proses afektif ini tidak berjalan optimal. Oleh karena
itu, dibutuhkan media pembelajaran yang mampu menjembatani keragaman gaya belajar
sekaligus menumbuhkan pengalaman emosional yang bermakna.
Permainan Papan Edukatif sebagai Solusi Inovatif
Salah satu solusi yang muncul dari berbagai penelitian adalah penerapan permainan
papan edukatif sebagai media pembelajaran alternatif yang mampu mengatasi tantangan
perbedaan gaya belajar siswa. Media ini dirancang dengan menggabungkan elemen visual,
verbal, dan motorik, sehingga dapat menstimulasi seluruh gaya belajar secara seimbang.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 26-33
E-ISSN: 3048-3093
30
Alisya Roisatul Ummah at.al (Pembelajaran PPKn melalui Permainan Papan....)
(Hanytasari, 2015) membuktikan bahwa penggunaan Papan Pintar Pancasila atau papan
edukatif dapat meningkatkan hasil belajar sekaligus menumbuhkan minat belajar siswa. Dalam
permainan ini, siswa harus membaca kartu nilai, menjawab pertanyaan moral, dan berpindah
langkah di papan permainan sesuai keputusan mereka. Aktivitas tersebut melibatkan aspek
visual (membaca simbol), auditori (mendengar instruksi dan diskusi), dan kinestetik (bergerak
di papan permainan), sehingga seluruh gaya belajar mendapatkan ruang yang proporsional.
Selain itu, (Hanifah & Purbosari, 2022) menunjukkan bahwa permainan papan mampu
mengubah suasana belajar yang pasif menjadi lebih dinamis dan kolaboratif. Siswa belajar
melalui pengalaman, bukan sekadar mendengarkan penjelasan guru. Hal ini sejalan dengan
prinsip experiential learning dari Kolb (1984), di mana siswa membangun pemahaman melalui
siklus pengalaman langsung, refleksi, dan penerapan konsep. Dalam konteks mengatasi
perbedaan gaya belajar, permainan papan juga berfungsi sebagai media equalizer yang
menyeimbangkan partisipasi. Siswa yang biasanya dominan (karena gaya belajarnya cocok
dengan metode guru) dan siswa yang cenderung pasif kini memiliki kesempatan yang sama
untuk berkontribusi. Aktivitas bermain menciptakan suasana sosial yang inklusif, di mana
setiap gaya belajar memiliki peran penting dalam keberhasilan kelompok.
Peningkatan Pemahaman terhadap Nilai-Nilai Pancasila
Selain mampu menyesuaikan dengan karakteristik belajar siswa, permainan papan
edukatif juga berperan penting dalam meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila. Dalam
pembelajaran konvensional, nilai-nilai Pancasila sering diajarkan secara deklaratif, sehingga
siswa hanya menghafal bunyi sila tanpa memahami makna aplikatifnya. Pembelajaran berbasis
permainan papan dapat mengubah cara siswa memahami Pancasila, dari “sekadar teks
menjadi “pengalaman sosial”.
Melalui aktivitas permainan, siswa berhadapan dengan situasi yang menuntut mereka
menerapkan nilai-nilai moral. Misalnya, dalam Papan Garuda berbasis PBL (Papan Edukasi)
(Pramitasari, 2021), siswa diminta memutuskan langkah permainan berdasarkan prinsip
keadilan dan kerja sama. Proses ini menumbuhkan kesadaran reflektif bahwa nilai Pancasila
bukan hanya hafalan, tetapi pedoman dalam mengambil keputusan. Selain aspek kognitif,
pemahaman terhadap nilai Pancasila juga meningkat secara afektif dan sosial. Siswa
menunjukkan peningkatan empati dan rasa tanggung jawab setelah terlibat dalam permainan
yang mensimulasikan situasi sosial. Aktivitas ini memperkuat dimensi afektif pembelajaran, di
mana siswa tidak hanya “mengetahui” nilai Pancasila, tetapi juga “merasakan” dan
“melakukannya”. Dengan demikian, permainan papan berperan sebagai jembatan antara
pemahaman konseptual dan praktik moral nyata.
Analisis Perbandingan dan Sintesis Temuan
Hasil sintesis menunjukkan bahwa seluruh penelitian yang ditelaah secara konsisten
menegaskan efektivitas permainan papan dalam dua hal yakni mengatasi perbedaan gaya
belajar siswa dan meningkatkan pemahaman Pancasila.
(Hanifah & Purbosari, 2022), menekankan peningkatan aktivitas dan
keterlibatan belajar.
(Hanytasari, 2015), menyoroti hasil belajar kognitif yang lebih baik.
(Pramitasari, 2021), menemukan penguatan karakter sosial dan menegaskan
pemahaman nilai yang lebih mendalam.
Jika dibandingkan dengan media digital seperti video pembelajaran atau kuis daring,
permainan papan memiliki keunggulan dari sisi interaksi sosial dan keterlibatan emosional.
Aktivitas tatap muka dan kerja sama dalam permainan menciptakan pembelajaran yang lebih
humanis dan kontekstual. Selain itu, permainan papan memberikan ruang bagi refleksi moral
yang jarang terjadi dalam pembelajaran berbasis teknologi. Hal ini memperlihatkan bahwa
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 26-33
E-ISSN: 3048-3093
31
Alisya Roisatul Ummah at.al (Pembelajaran PPKn melalui Permainan Papan....)
media permainan papan tidak hanya efektif secara kognitif, tetapi juga relevan dengan
pendidikan karakter di era modern yang cenderung digital dan individualistis.
Implikasi terhadap Pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar
Temuan dari kajian ini memiliki beberapa implikasi penting bagi praktik pembelajaran
di sekolah dasar. Pertama, guru perlu mulai melihat perbedaan gaya belajar bukan sebagai
hambatan, tetapi sebagai potensi yang dapat diakomodasi melalui desain media yang kreatif
seperti permainan papan edukatif. Kedua, pembelajaran PPKn perlu direposisi sebagai kegiatan
yang menumbuhkan pengalaman sosial dan refleksi moral, bukan sekadar penguasaan materi
nilai. Dengan menggunakan permainan papan, guru dapat menciptakan pembelajaran yang
seimbang antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Siswa belajar memahami nilai Pancasila melalui situasi yang kontekstual dan
menyenangkan. Setelah permainan selesai, guru dapat memfasilitasi diskusi reflektif agar siswa
menafsirkan kembali tindakan mereka dalam konteks kehidupan nyata. Secara konseptual,
penelitian ini menegaskan bahwa permainan papan edukatif bukan sekadar media alternatif,
melainkan strategi pedagogis yang efektif untuk mengatasi tantangan diferensiasi gaya belajar
dan memperdalam pemahaman nilai Pancasila. Secara praktis, hasil ini dapat dijadikan dasar
bagi pengembangan kurikulum dan pelatihan guru yang berfokus pada pembelajaran berbasis
pengalaman dan nilai.
4. Kesimpulan
Kajian ini menegaskan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah dasar perlu beradaptasi dengan keberagaman gaya belajar
siswa agar tujuan utama pembentukan karakter berbasis nilai Pancasila dapat tercapai secara
optimal. Perbedaan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik yang selama ini menjadi
tantangan dalam proses pembelajaran dapat diatasi melalui penerapan media permainan papan
edukatif. Media ini menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, partisipatif, dan
kontekstual, sehingga setiap siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk memahami dan
menginternalisasi nilai-nilai Pancasila melalui aktivitas nyata. Temuan dari hasil telaah literatur
menunjukkan bahwa permainan papan edukatif bukan hanya mampu menyeimbangkan
keragaman gaya belajar, tetapi juga berperan signifikan dalam meningkatkan pemahaman
siswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Melalui interaksi sosial, diskusi, dan pengambilan
keputusan dalam permainan, siswa belajar menerapkan prinsip keadilan, gotong royong,
tanggung jawab, dan musyawarah secara langsung. Proses pembelajaran yang semula bersifat
kognitif berubah menjadi pengalaman afektif dan reflektif yang menumbuhkan kesadaran
moral serta penghayatan nilai.
Dari sisi pedagogis, hasil penelitian ini memperkuat pandangan bahwa pembelajaran
PPKn memerlukan pendekatan yang bersifat experiential dan berorientasi pada siswa.
Permainan papan memberikan ruang bagi penerapan differentiated instruction, di mana guru
dapat memfasilitasi kebutuhan belajar siswa yang beragam tanpa mengorbankan tujuan nilai.
Secara konseptual, media ini membangun jembatan antara teori Pancasila dan praktik
kehidupan sosial di kelas, menjadikannya sarana strategis dalam pendidikan karakter. Sebagai
implikasi praktis, guru diharapkan mampu mengintegrasikan permainan papan edukatif ke
dalam kegiatan pembelajaran PPKn, baik sebagai media utama maupun pelengkap dalam
pembelajaran tematik. Lembaga pendidikan dasar perlu memberikan dukungan terhadap
pengembangan media kontekstual semacam ini agar proses pembelajaran nilai menjadi lebih
hidup dan dekat dengan dunia siswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan
model permainan papan berbasis kearifan lokal agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami
secara universal, tetapi juga dihidupi dalam konteks budaya Indonesia. Dengan demikian,
pembelajaran PPKn melalui permainan papan edukatif terbukti menjadi pendekatan yang
efektif untuk mengatasi tantangan perbedaan gaya belajar siswa sekaligus meningkatkan
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 26-33
E-ISSN: 3048-3093
32
Alisya Roisatul Ummah at.al (Pembelajaran PPKn melalui Permainan Papan....)
pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Media ini tidak hanya memperkuat aspek
kognitif, tetapi juga membentuk karakter, moralitas, dan identitas kebangsaan peserta didik
sebagai generasi penerus yang berkepribadian Pancasila.
5. Daftar Pustaka
Adriannuh, F., Sihombing, E. L., Widodo, S. T., & Istiyani, F. (2023). Efektivitas Media Papan
Garuda dalam Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu,
7(6), 37933803. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i6.6395
Afifah Ansori, M. (2024). Mencari Tambahan Ilmu Afifah. Pengertian: Jurnal Pendidikan
Indonesia (PJPI), 2(1), 137144.
Agina Tiani, Annisa Suci Maulani, Hesti Desmira Iryani, Sinta Fitriani, Rully Hidayatullah, &
Harmonedi. (2025). Telaah Kesalahan Kesalahan Prosedur Penelitian Pendidikan. Jurnal
QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(2), 762768.
https://doi.org/10.61104/jq.v3i2.1115
Amelia, Z. A., Rahmadani, A. R., & Lestari, A. L. (2024). Efektivitas Media Papan Edukatif
Main Anak (PEMA) dalam Mengembangkan Pra Membaca Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal
Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(6), 17421756.
https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i6.6240
Amelia, Z., & Rahmadani, A. (2023). Media Papan Edukatif Main Anak (PEMA) untuk
Meningkatkan Pra Membaca Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan
Anak Usia Dini, 7(5), 51435154. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.4066
Chandra, M. (2021). Cara Penyusunan Makalah. Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia,
01, 123.
Fiqri Kukuh, & Linda, R. (2020). Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sekolah Dasar.
Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951952., 3(3), 22222226.
https://jurnal.uns.ac.id/SHES/article/view/57112/33729
Fitriani, D., & Dewi, D. A. (2021). Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam
Pengimplementasian Pendidikan Karakter. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 489499.
https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.1840
Hafizha, D., Ananda, R., Aprinawati, I., Pahlawan, U., & Bangkinang, T. T. (2022). Jurnal
Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian. Jurnal Review Pendidikan Dasar, 8(1), 2533.
http://journal.unesa.ac.id/index.php/PD
Hanifah, M., & Purbosari, P. P. (2022). Studi Literatur: Pengaruh Penerapan Model
Pembelajaran Guided Inquiry (GI) terhadap Hasil Belajar Kognitif, Afektif, dan
Psikomotor Siswa Sekolah Menengah pada Materi Biologi. Biodik, 8(2), 3846.
https://doi.org/10.22437/bio.v8i2.14791
Hanytasari, G. (2015). Perancangan Permainan Papan Edukatif tentang Bahaya Jajan
Sembarangan bagi Anak-anak Usia 6-12 Tahun. Jurnal DKV Adiwarna, 1, 12.
Nikmatul Latifah, D. (2023). Analisis Gaya Belajar Siswa Untuk Pembelajaran Berdiferensiasi
di Sekolah Dasar. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran ,
3(1), 6875.
Nurrita, T. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa. MISYKAT: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Quran, Hadist, Syari’ah Dan Tarbiyah, 3(1), 171.
https://doi.org/10.33511/misykat.v3n1.171
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 26-33
E-ISSN: 3048-3093
33
Alisya Roisatul Ummah at.al (Pembelajaran PPKn melalui Permainan Papan....)
Pramitasari, I. (2021). Media Papan Pintar Pancasila sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar
Siswa Kelas II SD Negeri 2 Payaman Nganjuk. PTK: Jurnal Tindakan Kelas, 2(1), 6876.
https://doi.org/10.53624/ptk.v2i1.47
Rahmi, A., Mayasari, A., Rusnaya, M., & Mukhlisin. (2021). Penerapan Media Papan Pintar
Untuk Meningkatkan Kreatifitas Dan Keaktifan Siswa Pada Pelajaran Pkn Materi
Pancasila Di Kelas 5. Jurnal Pendidikan, 1(2), 9196.
Rasyid, R., Fajri, M. N., Wihda, K., Ihwan, M. Z. M., & Agus, M. F. (2024).
29.+Ramli+Rasyid+1278+-+1285. Jurnal Basicedu, 8(2), 12781285.
Revina Rahmawati, Afisa Isnaini Irvana, Helga Putri Fatmawati, & Isna Rahmawati. (2024).
Penerapan Media Papan Pintar Pancasila Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Peserta
Didik Kelas 1 SD N Jombor. Journal Educational Research and Development | E-ISSN:
3063-9158, 1(2), 8588. https://doi.org/10.62379/jerd.v1i2.56
Santika, R., & Dafit, F. (2023). Implementasi Profil Pelajar Pancasila sebagai Pendidikan
Karakter di Sekolah Dasar. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6),
66416653. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5611
Umayrah, A., & Wahyudin, D. (2024). Analisis Kesulitan Guru Sekolah Dasar dalam
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Berdasarkan Gaya Belajar Siswa pada
Kurikulum Merdeka. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 19561967.
https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i3.6599