18
Anissa Atsilah Tsamarah et.al (Peran Kartu Kuartet dalam Meningkatkan....)
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 18-25
E-ISSN: 3048-3093
Peran Kartu Kuartet Dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Norma Siswa Sekolah Dasar
Anissa Atsilah Tsamarah
a,1
, Fathurrohman
b,2
a
Universitas Negeri Surabaya , Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kabupaten Surabaya , Jawa Timur
60213
b
Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo No. 1, Karang Malang, Caturnungal, Kec.Depok, Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
1
anissa370.2025@student.uny.ac.id,
2
fathurrohman@uny.ac.id
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 11 Oktober 2025
Direvisi: 17 November 2025
Disetujui: 21 Desember 2025
Tersedia Daring:1 Januari 2026
Motivasi belajar terkait nilai-nilai norma pada siswa sekolah dasar
masih menjadi tantangan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan (PPKn). Materi yang berkaitan dengan moral
dan etika seringkali diajarkan dengan cara konvensional dan bersifat
abstrak, sehingga kurang mampu menarik minat belajar siswa. Kondisi
ini menuntut adanya inovasi media pembelajaran yang interaktif dan
menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran
media kartu kwartet dalam meningkatkan motivasi belajar normal
siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif deskriptif melalui studi literatur terhadap berbagai sumber
ilmiah, seperti jurnal, buku dan hasil penelitian terdahulu yang relevan
dengan pembelajaran berbasis permainan edukatif. Hasil kajian
menunjukkan bahwa kartu kuartet terbukti efektif sebagai media
pembelajaran interaktif yang memadukan unsur visual, kompetisi dan
kerjasama. Media ini mampu menciptakan suasana belajar yang aktif,
menyenangkan dan bermakna sekaligus meningkatkan partisipasi,
motivasi, serta pemahaman siswa terhadap nilai sosial dan moral.
Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan
motivasi belajar siswa sekolah dasar membutuhkan sinergi dari
berbagai pihak yang terkait.
Kata Kunci:
Peran Kartu
Motivasi Belajar
Norma
Sekolah Dasar
ABSTRACT
Keywords:
Role of the cards
Learning Motivation
Norma
Elementary School
Learning motivation related to normative values in elementary school
student remains a challenge in Pancasila and Citizenship Education
(PPKn). Material related to moral and ethics is often taught
conventionally and abstractly, making it less able to attract students
interest. This condition demands innovation in interactive and enjoyable
learning media. This study aims Yo analyzer the role of quartet cards in
increasing the normal learning motivation of elementary school students.
The method used is a descriptive qualitative approach through a literatur
review of various scientific sources, such as Journals, books, and previous
research results relevant to educational Game Based Learning. The
results of the study indicate that quartet cards are proven effective as an
interactive learning medium that combines visual elements, competition
and cooperation. This media is able to create an active, fun and
meaningful learning atmosphere while increasing student participation,
motivation and understanding of social and moral values. Based on these
findings, it can be concluded that improving learning motivation in
elementary school students requires synergy from various related parties.
©2026, Anissa Atsilah Tsamarah, Fathurrohman
This is an open access article under CC BY-SA license
19
Anissa Atsilah Tsamarah et.al (Peran Kartu Kuartet dalam Meningkatkan....)
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 18-25
E-ISSN: 3048-3093
1. Pendahuluan
Pendidikan memiliki peranan strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang
berkarakter, cerdas dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui proses pendidikan,
peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, akan tetapi juga nilai-
nilai moral dan sosial yang menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat. Di Indonesia,
pendidikan dasar berfungsi sebagai pondasi utama dalam menanamkan sikap, perilaku dan nilai-
nilai kebangsaan sejak dini. Pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada transfer
pengetahuan, melainkan juga pada pembentukan karakter dan kepribadian sesuai dengan nilai-
nilai luhur bangsa. Salah satu mata pelajaran yang memiliki peran strategis dalam membentuk
karakter siswa adalah Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn). Melalui mata
pelajaran ini, siswa diarahkan untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara
dengan menumbuhkan semangat nasionalisme, serta dapat meneladani nilai-nilai Pancasila
seperti kejujuran, toleransi dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks pembelajaran PPKn di sekolah dasar, salah satu materi penting yang
diajarkan adalah norma. Norma merupakan seperangkat aturan hidup yang menjadi pedoman
bagi manusia dalam berinteraksi dengan sesama dan lingkungannya. Pemahaman terhadap
norma memiliki peran penting dalam membentuk perilaku sosial yang baik serta mendorong
terciptanya kehidupan yang harmonis di masyarakat. Namun, kenyataan di lapangan
menunjukkan bahwa pembelajaran norma di sekolah dasar masih belum mencapai hasil yang
optimal. Berdasarkan hasil observasi masih banyak siswa yang menunjukkan motivasi belajar
yang rendah. Mereka lebih cenderung pasif, kurang antusias, serta menunjukkan tingkat fokus
yang rendah selama proses pembelajaran. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan pendekatan
pembelajaran yang masih konvensional, seperti mata ceramah dan hafalan, yang membuat
materi terasa monoton dan kurang kontekstual. Berdasarkan data observasi menunjukkan bahwa
capaian motivasi belajar siswa dalam pembelajaran norma masih berada pada kategori “cukup“
yaitu berkisar antara 60 - 65%. Hal tersebut menunjukkan perlunya inovasi dalam strategi
pembelajaran agar materi norma dapat disajikan secara lebih menarik, interaktif dan bermakna
bagi peserta didik.
Menurut teori Self Determination yang dikemukakan oleh Deci dan Ryan (1985), motivasi
intrinsik siswa dapat berkembang apabila proses belajar dirancang dengan suasana yang
menyenangkan, menantang dan relevan dengan kehidupan nyata Aoliyah, n.d. (2023). Oleh
karena itu, guru perlu kreatif dalam memilih media pembelajaran yang tidak hanya
menyampaikan materi, tetapi juga mampu mendorong keterlibatan aktif siswa. Salah satu
alternatif media yang potensial untuk mencapai tujuan tersebut adalah permainan kartu kuartet,
yaitu media edukatif berbasis permainan game base learning yang menggabungkan unsur
kognitif, afektif dan sosial dalam proses pembelajaran. Melalui permainan ini, siswa dapat
belajar sambil bermain, berinteraksi dan berkompetisi secara positif sehingga tercipta suasana
belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan efektivitas media kartu kuadrat dalam
meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa. Menurut Sayfullooh et al., (2023) menemukan
bahwa penggunaan kartu kuartil berbasis game based Learning mampu meningkatkan hasil kerja
siswa pada materi hak dan kewajiban. Penelitian Tri Handayani, (2025) tentang pengembangan
kartu kuartet pada materi kerajaan-kerajaan di nusantara juga menunjukkan hasil validasi yang
sangat layak dari aspek isi dan tampilan. Selain itu, penelitian Samsiyah et al.,(2021)
Membuktikan bahwa media kartu kuadrat efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan
20
Anissa Atsilah Tsamarah et.al (Peran Kartu Kuartet dalam Meningkatkan....)
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 18-25
E-ISSN: 3048-3093
keaktifan belajar siswa pada materi pelajaran IPS. Temuan dari penelitian tersebut
memperlihatkan bahwa potensi besar media kartu keluarga sebagai sarana pembelajaran yang
interaktif dan menarik. Meskipun demikian sebagian besar penelitian terdahulu masih berfokus
pada peningkatan hasil belajar kognitif, sedangkan aspek motivasi belajar dan pembentukan
nilai-nilai norma dalam konteks PPKN masih jarang dikaji secara mendalam.
Berdasarkan hasil kajian literatur sebelumnya, sebagian besar penelitian terdahulu lebih
menitikberatkan pada peningkatan hasil belajar (aspek kognitif) melalui penggunaan media
kerja kuartet, sedangkan aspek motivasi belajar dan pembentukan nilai-nilai norma dalam
konteks pembelajaran PPKn masih jarang diteliti secara mendalam. Selain itu belum banyak
penelitian yang mengintegrasikan media kartu kuarted sebagai sarana untuk mengembangkan
motivasi intrinsik siswa dalam memahami dan menerapkan norma dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjebak tani kesenjangan tersebut dengan
menganalisis peran media kartu kuartet dalam meningkatkan motivasi belajar sekaligus nalisasi
nilai-nilai normal pada siswa sekolah dasar.
Tujuan dari kajian ini untuk menganalisis peran media kartu kuartet dalam meningkatkan
motivasi belajar norma siswa sekolah dasar, mendeskripsikan proses pembelajaran norma
berbasis kartu kuartet yang interaktif dan kontekstual, serta mengidentifikasi dampak
penggunaan media tersebut terhadap keterlibatan aktif dan positif siswa dalam memahami serta
menerapkan norma di lingkungan sekolah. Bagian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
teoritis dan praktis bagi dunia pendidikan. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkaya kajian
mengenai penerapan game based learning dalam pendidikan karakter di sekolah dasar,
khususnya pada pembelajaran PPKn. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan
bagi pendidik dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif yang mendukung
peningkatan motivasi belajar sekaligus penguatan nilai-nilai moral melalui kegiatan yang
menyenangkan.
Dengan demikian, penelitian berjudul “Peran Kartu Kuartet dalam Meningkatkan Motivasi
Belajar Normal siswa Sekolah Dasar “diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap
peningkatan kualitas pembelajaran PPKn, serta mendukung implementasi kurikulum merdeka
yang berorientasi pada pembelajaran aktif, kontekstual dan berpusat pada peserta didik.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif melalui
metode studi literatur (literatur review). Menurut Sugiono (2021: 15), metode penelitian
kualitatif merupakan pendekatan yang berlandaskan pada filsafat post - positivisme dan
digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti berperan sebagai
instrumen utama dalam memahami makna yang terkandung di balik suatu fenomena.
Pendekatan kualitatif dipilih Karena penelitian ini berorientasi pada pemahaman mendalam
terhadap teori-teori serta hasil penelitian terdahulu yang relevan, sehingga mampu
menggambarkan secara komprehensif bagaimana media kartu kuartet dapat berperan dalam
meningkatkan motivasi belajar normal siswa sekolah dasar. Sifat deskriptif dalam penelitian ini
bertujuan untuk memberikan gambaran yang sistematis, faktual dan akurat mengenai fenomena
yang diteliti, yaitu peran kartu keluarga dalam mendorong motivasi belajar norma pada siswa
sekolah dasar. Karena penelitian ini bersifat studi literatur, maka peneliti tidak melakukan
pengumpulan data lapangan melalui observasi, wawancara, maupun eksperimen, melainkan
menelaah berbagai sumber pustaka yang relevan untuk memperoleh data dan informasi yang
dibutuhkan.
Data dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari berbagai artikel ilmiah,
jurnal nasional terakreditasi, buku teks, serta dokumen resmi yang memiliki keterkaitan dengan
topik penelitian. Sumber data dikumpulkan melalui basis data akademik seperti Google sekolah,
ResearchGate, serta portal jurnal pendidikan seperti Jurnal Pendas, Madrasah Ibtidaiyah
21
Anissa Atsilah Tsamarah et.al (Peran Kartu Kuartet dalam Meningkatkan....)
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 18-25
E-ISSN: 3048-3093
Research Journal, serta Global Journal of Science and Technology. Pengumpulan data
dilakukan menggunakan teknik studi dokumentasi dan telah ahli teratur dengan beberapa
langkah sistematis, yaitu (1) menentukan kata kunci pencarian yang sesuai dengan fokus
penelitian, seperti “media kartu kuartet”, “motivasi belajar” dan “pembelajaran norma” , (2)
menyeleksi literatur berdasarkan relevansi, kredibilitas dan tahun publikasi agar data yang
diperoleh mutakhir dan valid, serta (3) mencatat dan mengelompokkan hasil temuan penting
dari setiap literatur yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian. Menurut Creswell (2014),
telaah literatur merupakan proses sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan
menginterpretasi hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan permasalahan yang sedang
dikaji, sehingga peneliti dapat membangun kerangka konseptual yang kuat.
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif
sebagaimana dijelaskan oleh Miller dan Huberman (dalam Sugiyono, 2018) yang terdiri atas
tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Reduksi data
dilakukan dengan cara menyeleksi dan memfokuskan informasi penting dari literatur yang telah
dikaji sehingga hanya data yang relevan dengan fokus penelitian yang dipertahankan.
Selanjutnya, penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian naratif yang menggambarkan
hubungan antara teori, temuan khusus yang diperoleh dari sumber-sumber literatur. Melalui
tahapan analisis yang sistematis ini, penelitian diharapkan dapat menghasilkan sintesis literatur
yang komprehensif melalui kontribusi media kartu kuartet dalam meningkatkan motivasi belajar
normal siswa sekolah dasar. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya memberikan
gambaran konseptual yang jelas tentang peran kartu keluarga dalam pembelajaran norma, tetapi
juga dapat menjadi rujukan teoritis sebagai pendidik dan peneliti dalam mengembangkan media
pembelajaran yang kreatif dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar.
3. Hasil dan Pembahasan
Hasil Kajian Literatur
Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur terhadap
berbagai sumber ilmiah yang membahas mengenai Peran Media Kartu Kuartet dalam
Meningkatkan Motivasi Belajar dan Pemahaman Norma pada siswa sekolah dasar. Tujuan
utama kajian ini adalah untuk menganalisis efektivitas kartu kuartet sebagai media
pembelajaran serta menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan motivasi belajar
siswa. Data dikumpulkan melalui kajian terhadap jurnal, buku dan hasil penelitian terdahulu
yang relevan, kemudian dianalisis berdasarkan dua indikator utama, yaitu peran kartu keluarga
sebagai media pembelajaran dan pengaruh nya terhadap motivasi belajar normal siswa.
A. Peran Kartu Kuartet sebagai Media Pembelajaran
Berdasarkan hasil telaah menunjukkan bahwa perancangan kartu kuartal sebagai
media pembelajaran perlu mempertimbangkan unsur isi, tampilan visual, serta
keterkaitan materi dengan kompetensi dasar PPKn. Tri Handayani, (2025)
mengembangkan media kartu keluarga dengan menampilkan gambar dan pertanyaan
yang berkaitan dengan nilai-nilai norma sosial seperti kejujuran, tanggung jawab dan
gotong royong. Media ini terbukti dalam menstimulasi daya ingat serta meningkatkan
kemampuan kognitif dan sosial siswa. Selain itu, kesesuaian media dengan tahap
perkembangan kognitif anak sekolah dasar sebagaimana dikemukakan Piaget (dalam
Samsiyah et al., (2021) menjadi faktor penting agar materi mudah dipahami dan
menarik bagi siswa. Dalam implementasinya, penggunaan kartu keluarga dalam
pembelajaran normal menciptakan suasana belajar yang aktif dan
menyenangkan.(Sayfullooh et al.,menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis game
based Learning melalui kartu kuartet dapat mendorong siswa untuk berperan secara
22
Anissa Atsilah Tsamarah et.al (Peran Kartu Kuartet dalam Meningkatkan....)
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 18-25
E-ISSN: 3048-3093
langsung dalam menemukan nilai-nilai norma melalui pengalaman bermain, sehingga
pembelajaran yang semula bersifat abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.
Peran guru juga menjadi aspek penting keberhasilan penggunaan media ini.
Menurut Kurniawati dan Lestari (2022) menyatakan guru yang mampu menciptakan
interaksi dialogis dan suasana belajar yang menyenangkan dapat meningkatkan
partisipasi siswa secara signifikan. Dalam konteks ini, guru berperan sebagai fasilitator
yang membantu siswa untuk memahami nilai-nilai norma melalui kegiatan bermain
kartu. Efektivitas media kartu keluarga dapat dinilai melalui observasi terhadap
keterlibatan siswa, hasil diskusi kelompok dan peningkatan pemahaman terhadap
konsep norma. Aoliyah, n.d. (2023) menunjukkan bahwa penerapan kartu kwartet
dapat meningkatkan keaktifan, fokus belajar, serta kemampuan siswa dalam
mengaitkan nilai-nilai norma dengan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa kendala yang ditemukan antara lain keterbatasan waktu pembelajaran dan
kurangnya variasi desain kartu yang kurang memadai. Syamsiah et al. (2021)
Menyarankan agar guru dapat menyesuaikan dan memodifikasi isi kartu sesuai dengan
tema pembelajaran dan karakteristik dari peserta didik. Pelatihan bagi guru dalam
merancang media interaktif juga diperlukan untuk menjamin keberlanjutan penerapan
kartu keluarga di sekolah.
B. Pengaruh Kartu Kuartet terhadap Motivasi Belajar Norma Siswa
Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa penggunaan media kartu kuartet
memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi dan partisipasi belajar pada
siswa. Isnania et al., (2023) menemukan bahwa penggunaan kartu kuartet secara
signifikan dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa dibandingkan kelas
yang tidak menggunakan media ini. Hasil serupa dikemukakan oleh Anggun Arvianti,
(2025) yang menjelaskan bahwa peningkatan partisipasi aktif siswa dalam
pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar menunjukkan bahwa media ini memiliki
daya tarik lintas mata pelajaran. Penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh
Noviasari et al., (2024) juga membuktikan bahwa penerapan kartu kuartet dalam
pembelajaran PPKN mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa terhadap
pemahaman nilai-nilai Pancasila. Persentase motivasi belajar ini meningkat dari 60%
menjadi 88,69% setelah 2 siklus pembelajaran. Aktivitas bermain kartu tidak hanya
dapat menemukan antusiasme belajar, tetapi juga dapat membantu siswa memahami
nilai-nilai seperti kejujuran, toleransi dan gotong royong secara nyata.
Selain untuk menumbuhkan motivasi belajar, media ini juga berkontribusi dalam
pembentukan sikap sosial dan internalisasi nilai-nilai norma. Olivia Herlina et al., n.d.
menjelaskan bahwa seluruh siswa berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM) setelah mengikuti pembelajaran berbasis kartu kuartet, hal ini menunjukkan
efektivitas media ini dalam membentuk tanggung jawab dan perilaku prososial siswa.
Dari segi kualitas media, Tri Handayani, (2025) menyatakan bahwa kartu kuartet
memperoleh tingkat kelayakan sebesar 95% berdasarkan hasil validasi ahli.
Pembelajaran berbasis permainan ini dapat menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan, interaktif dan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap
materi yang diajarkan. Maulani & Fitri Apriani, (2025) menambahkan bahwa
penggunaan kartu kuartet bertema keragaman budaya dalam mata pelajaran IPAS dapat
meningkatkan semangat belajar dan kerjasama antar siswa, serta memperkuat motivasi
sosial dan moral di berbagai bidang studi.
Temuan lain dari Setiyorini & Abdullah, (2013) serta Karsono et al., (2014)
menunjukkan bahwa media kartu kuartet juga efektif digunakan dalam mata pelajaran
seperti IPS dari seni budaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa. Sementara
23
Anissa Atsilah Tsamarah et.al (Peran Kartu Kuartet dalam Meningkatkan....)
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 18-25
E-ISSN: 3048-3093
itu, Permatasari & Saptuti Susiani, n.d.membuktikan bahwa penerapan model Make A
Match berbantuan kartu kuartet mampu meningkatkan motivasi belajar siswa hingga
lebih dari 80% yang menunjukkan fleksibilitas tinggi Media ini di berbagai jenjang
pendidikan.
Pembahasan
Berdasarkan hasil kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kartu kwartet memiliki peran
penting dalam menumbuhkan motivasi belajar normal sekaligus memperkuat pembentukan
karakter siswa di sekolah dasar. Media ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran
yang menarik, tetapi juga sebagai alat internalisasi nilai moral dan sosial yang relevan dengan
kehidupan nyata siswa.Hasil kajian dari Isnania et al., (2023), Anggun Arvianti, (2025),
Noviasari et al., (2024) menunjukkan bahwa kartu kuartet mampu menumbuhkan motivasi
intrinsik melalui proses belajar yang menyenangkan dan kompetitif. Hal ini sejalan dengan
teori Self Determination oleh Deci dan Ryan (1985) yang menyatakan bahwa motivasi
interistik akan muncul ketika kebutuhan dasar akan otonomi, kompetensi dan hubungan sosial
terpenuhi.
Sementara itu, temuan dari Tri Handayani, (2025), Maulani & Fitri Apriani, (2025), dan
Olivia Herlina et al., n.d. memperkuat bukti bahwa media kartu keluarga dapat meningkatkan
interaksi sosial siswa, membangun suasana belajar yang positif, serta menumbuhkan perilaku
prososial di kalangan siswa. Selain itu, hasil studi lintas disiplin dari Karsono et al., (2014) dan
Setiyorini & Abdullah, (2013) menegaskan bahwa media ini memiliki fleksibilitas tinggi
dalam berbagai mata pelajaran untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa. Dengan
demikian, media kartu kuartet dapat juga kategorikan sebagai media pembelajaran inovatif
berbasis student centered learning yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka. Penerapannya
diharapkan mampu menghidupkan pembelajaran PPKN yang berorientasi pada penguatan
karakter bangsa, kolaborasi sosial, serta pembentukan Profil Pelajar Pancasila.
4. Kesimpulan
Berdasarkan hasil kajian literatur menunjukkan bahwa media kartu kuartet berperan
penting dan strategis dalam meningkatkan motivasi belajar serta internalisasi nilai-nilai norma
pada siswa di sekolah dasar. Pemanfaatan media ini tidak hanya mendukung pemahaman
kognitif siswa terhadap konsep norma, tetapi juga berkontribusi dalam menumbuhkan motivasi
intrinsik, memperkuat interaksi sosial yang positif dan membentuk karakter moral siswa.
Melalui perpaduan unsur permainan, kerjasama dan refleksi nilai, kartu kuartet mampu
mengubah proses pembelajaran yang bersifat abstrak menjadi pengalaman belajar yang
konkret, menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. Dari sisi teoritis, hasil tersebut
memperkuat prinsip dalam Self Determination determination Theory yang dikemukakan oleh
Deci dan Ryan (1985) yaitu bahwa motivasi belajar akan berkembang secara optimal sesuai
dengan kebutuhan dasar individu seperti otonomi, kompetensi dan relasi sosial terpenuhi.
Sementara itu, secara pedagogis media kartu kuartet sejalan dengan pendekatan student
centered learning dalam kurikulum merdeka, karena menempatkan siswa sebagai subjek aktif
yang membangun pengetahuan serta nilai moral melalui kegiatan bermain yang edukatif dan
reflektif.
Berdasarkan hasil tersebut hasil kajian ini merekomendasikan agar guru sekolah dasar
dapat mengintegrasikan media kartu kuartet secara terencana dan sistematis dalam
pembelajaran PPKn, terutama pada topik-topik yang berkaitan dengan nilai dan norma sosial.
Guru diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengguna media, tetapi juga sebagai fasilitator
reflektif yang membantu siswa dalam menafsirkan nilai-nilai normal yang muncul selama
proses permainan dan mengaplikasikannya dalam perilaku nyata. Di samping itu, pelatihan
pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis nilai perlu diperkuat agar guru mampu
24
Anissa Atsilah Tsamarah et.al (Peran Kartu Kuartet dalam Meningkatkan....)
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 18-25
E-ISSN: 3048-3093
merancang desain kartu yang selaras dengan karakteristik siswa dan konteks lokal sekolah.
Secara praktis, pemanfaatan kartu kuartet dapat diperluas ke berbagai mata pelajaran lain
seperti IPS, Bahasa Indonesia, maupun IPAS untuk memperkuat integrasi nilai karakter dalam
pembelajaran lintas disiplin. Sementara itu, bagi peneliti berikutnya, disarankan untuk
melakukan penelitian empiris kuantitatif guna untuk menguji lebih lanjut pengaruh
penggunaan kartu kuartet terhadap indikator motivasi belajar dan pembentukan karakter siswa,
sehingga temuan kajian literatur ini dapat diperkaya dengan bukti empiris yang terukur dan
komprehensif.
5. Daftar Pustaka
Anggun Arvianti, D. (2025). Efektivitas Pemanfaatan Media Kuartet Card Terhadap Partisipasi
Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Inggris Sekolah Dasar. In Didaktika: Jurnal
Kependidikan (Vol. 14, Issue 1). https://jurnaldidaktika.org51
Aoliyah, N. (n.d.). Penggunaan Teknik Game-Based Learning Dalam Pembelajaran Sejarah
dan Dampaknya Terhadap Minat Belajar Siswa. 11(1), 3136. https://stkipsetiabudhi.e-
journal.id/KALA/index
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods
Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic Motivation and Self-Determination in Human
Behavior. New York: Springer, p. 56.
Della, L., Pratiwi, S., Suranata, K., & Yudiana, K. (n.d.). Media Pembelajaran Kartu Kuartet
Berbantuan Panduan Model Picture and Picture Pada Muatan Pendidikan Pancasila. 6,
265275. https://doi.org/10.23887/jippg.v6i2.63959
Fitriyana, D., Faozan, A., Sumarno, I., & Maria Zulfiati, H. (n.d.). Prosiding Seminar Nasional
Inovasi Pendidikan Dasar pada Kurikulum Merdeka Penggunaan Media Kartu Kuartet
untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar.
Isnania, H., Narulita, E., & Rusdianto. (2023). PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA
KARTU KUARTET TERHADAP HASIL DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP
DALAM PEMBELAJARAN IPA. LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA,
13(1), 3946. https://doi.org/10.24929/lensa.v13i1.295
Karsono, ), Sujana, Y., Daryanto, J., & Yustinus, N. (2014). PENGGUNAAN KARTU
KUARTET UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KEBERAGAMAN SENI TRADISI
NUSANTARA PADA SISWA SEKOLAH DASAR
(Vol. 1).
http://jurnal.upi.edu/mimbar-sekolah-dasar/~43~
Kurniawati, A., & Lestari, D. (2022). Media Permainan Nilai dan Pengaruhnya terhadap
Pemahaman Norma Sosial Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Moral, 6(2),
4457.
Maulani, D., & Fitri Apriani, I. (2025). Pengembangan media kartu kuartet sifat-sifat bangun
ruang untuk peserta didik kelas V sekolah dasar. Journal of Elementary Education, 08.
Noviasari, D., Anam, F., Fitriyah, E., Wijaya Kusuma Surabaya, U., Dukuh Kupang XXV No,
J., Pakis Surabaya, S. V, & Pakis Sidokumpul No, J. (2024). Peningkatan Motivasi
Belajar Siswa Melalui Penggunaan Media Kartu Kuartet pada Materi Penerapan Sila-sila
dalam Pancasila Kelas V SDN Pakis V Surabaya. In Journal of Education and Pedagogy
(Vol. 1, Issue 2).
25
Anissa Atsilah Tsamarah et.al (Peran Kartu Kuartet dalam Meningkatkan....)
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 18-25
E-ISSN: 3048-3093
Nur, F., 1 , Y., & Susanti, E. (2023). PENERAPAN PERMAINAN KARTU KUARTET
UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PENGAMALAN SILA PANCASILA
KELAS II SDN MAGERSARI SIDOARJO. In Jurnal Muassis Pendidikan Dasar
(Vol. 2, Issue 3).
Olivia Herlina, I., Rakhmat Riyadi, A., & Sadam Murron, F. (n.d.). Kalam Cendekia: Jurnal
Ilmiah Kependidikan Kartu Kuartet sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan
Pemahaman Pengamalan Nilai Pancasila di Fase A.
Permatasari, I., & Saptuti Susiani, T. (n.d.). Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Penerapan Model Make A Match Berbantu Media Kartu untuk Meningkatkan
Keterampilan Sosial dan Hasil Belajar IPAS.
Samsiyah, S., Kuswidyanarko, A., Pendidikan, J. I., Keguruan, F., Pendidikan, I., Pgri
Palembang, U., Jenderal, J., Yani, A., & Royong, L. G. (n.d.). EFEKTIVITAS KARTU
KUARTET TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA
PELAJARAN IPS KELAS IV.
Sayfullooh, I. A., Erita, Y., & Latifah, N. (n.d.-a). Peningkatan Hasil Belajar Materi Hak dan
Kewajiban Dengan Game-based Learning Berbantukan Permainan Kartu Kwartet.
Setiyorini, I., & Abdullah, M. H. (n.d.). Penggunaan Media Permainan Kartu Kuartet
PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN KARTU KUARTET PADA MATA PELAJARAN
IPS UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR.
Sugiyono. (2018). Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif,
dan Metode Penelitian Kombinasi. SUGIONO 2021. (n.d.).
Tri Lestyo Pamungkas, D., Budhi Santosa, E., & Magister Pendidikan Guru, P. S. (n.d.).
Eduproxima: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA IMPLEMENTASI KARTU KUARTET
DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN
IPAS PADA MATERI ENAM BENUA KELAS VI SEKOLAH DASAR.
http://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/eduproximaEDUPROXIMA7
Tri Handayani, R. (2025). PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU KUARTET
MATERI KERAJAAN-KERAJAAN DI NUSANTARA PADA MATA PELAJARAN IPS
KELAS IV SD.