salah satu faktor internal dalam diri siswa, yakni rasa percaya diri (self-confidence). Dengan
rasa percaya diri yang kuat, siswa diharapkan dapat lebih menikmati proses pembelajaran
karena merasa termotivasi dan terdorong untuk meraih prestasi akademik yang lebih tinggi.
Rasa percaya diri dalam pembelajaran menggambarkan kapasitas siswa untuk belajar secara
efisien, cepat, dan memiliki ketekunan saat menghadapi berbagai rintangan. Individu dengan
rasa percaya diri akan merasakan keyakinan terhadap diri sendiri. Tanpa adanya rasa percaya
diri, seseorang akan menghadapi tantangan dalam merencanakan tujuan, aspirasi hidup, dan
mencapai keberhasilan. Seseorang yang memiliki rasa percaya diri memiliki ekspektasi yang
realistis yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya. Sebelum menetapkan harapannya,
individu yang percaya diri terlebih dahulu mengidentifikasi kemampuan serta potensi yang
dimiliki. Sebaliknya, individu yang kurang percaya diri sering mengalami kesulitan dalam
mengenali potensi dan impian hidup mereka. Mereka yang memiliki percaya diri memiliki
kapasitas untuk menerima diri sendiri dan tetap optimis meskipun beberapa dari harapan-
harapannya tidak terwujud.
Hasil belajar merujuk pada modifikasi perilaku individu yang dapat terlihat dan diukur
dalam bentuk sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Menurut Bloom dalam (Rusmono, 2014)
hasil belajar mencakup perubahan perilaku yang terbagi ke dalam tiga domain yaitu kognitif,
afektif, dan psikomotor. Domain kognitif berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang fokus
pada pengembangan pengetahuan serta peningkatan kemampuan intelektual dan keterampilan.
Sementara itu, domain afektif terbentuk melalui tujuan-tujuan belajar yang terkait dengan
nilai, minat, sikap, dan peningkatan apresiasi hingga penyesuaian. Di sisi lain, domain
psikomotor mencakup perubahan perilaku yang menunjukkan bahwa siswa telah belajar
keterampilan manipulatif fisik yang spesifik. Hamalik, (2015) menyatakan bahwa hasil belajar
adalah dampak dari proses belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka atau nilai yang
mencerminkan hasil, yang dihasilkan dari perubahan dalam aspek kognitif, afektif, dan
psikomotor. Sementara itu, Wahidmurni, (2010) mengemukakan bahwa hasil belajar terjadi
ketika individu dapat menunjukkan perubahan dalam dirinya. Perubahan ini mencakup sikap
terhadap objek, keterampilan, dan pola pikir. Selanjutnya Achdiyat & Andriyani, (2016)
menjelaskan hasil belajar matematika merupakan capaian siswa setelah mengikuti proses
pembelajaran yang diukur berdasarkan kemampuan menyelesaikan masalah matematika dan
dinyatakan dalam bentuk skor melalui pemberian instrumen tes. Selanjutnya, Kunandar,
(2014) menjelaskan bahwa hasil belajar mencerminkan kemampuan yang dimiliki oleh siswa,
di mana kemampuan kognitif berupa pengetahuan meliputi kecerdasan logika dan bahasa,
kemampuan afektif yang diperoleh dari nilai-nilai dan sikap emosional, serta kemampuan
psikomotor yang berkaitan dengan keterampilan seperti kecerdasan visual-spasial dan musikal.
2. Metode
Penelitian dilaksanakan di MTs Darul Ulum Muhammadiyah Galur Tahun Ajaran
2025/2026. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain
penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design Dimana subjek pada kelompok
kontrol dan kelompok eksperimen tidak dipilih secara acak. Desain quasi experimental
terdapat pada tabel berikut.
Tabel 1. Desain Kelompok Quasi Experiment