Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian remaja Desa Raanan Baru masih
sering menunjukkan perilaku kurang sopan, seperti mengabaikan orang lain saat
berbicara, mengejek, merendahkan orang lain, atau bersikap tidak hormat terhadap orang
tua maupun otoritas. Dampak penurunan kesopanan ini antara lain: konflik antar remaja,
hubungan yang renggang dengan orang tua, menurunnya wibawa guru dan lembaga
pendidikan, serta citra generasi muda yang kurang baik di mata masyarakat. Upaya
peningkatan nilai kesopanan memerlukan peran aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat, melalui
pendidikan karakter, keteladanan, serta pengawasan perilaku, baik di dunia nyata maupun dalam
komunikasi digital.
b. Kemerosotan Saling Menghargai
Saling menghargai adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan penerimaan,
penghormatan, dan pengakuan terhadap hak, pendapat, serta perasaan orang lain, tanpa
memandang perbedaan suku, agama, ras, budaya, maupun status sosial. Sikap ini
mencerminkan kemampuan individu untuk memahami bahwa setiap orang memiliki nilai
dan martabat yang sama pentingnya. Unsur-unsur saling menghargai meliputi: Pengakuan
terhadap keberadaan orang lain. Empati, yakni kemampuan memahami perasaan dan
sudut pandang orang lain. Kesopanan dan tata krama dalam interaksi. Toleransi terhadap
perbedaan. Keadilan dan kesetaraan.
Penelitian di Desa Raanan Baru menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki
sikap saling menghargai, tetapi ada pula yang masih melakukan perilaku negatif seperti
ejekan, intoleransi, dan kurang empati. Faktor utama munculnya perilaku ini adalah
kurangnya penanaman nilai saling menghargai di keluarga dan sekolah, serta pengaruh
media sosial. Dampaknya meliputi: menurunnya rasa percaya diri siswa, solidaritas yang
lemah, konflik sosial, serta stres atau tekanan emosional pada korban perundungan.
c. Degradasi Cara Berkomunikasi yang Baik
yang baik adalah proses penyampaian informasi atau gagasan secara jelas, sopan,
efektif, dan saling memahami. Kualitas komunikasi mencakup cara penyampaian, bahasa
tubuh, nada suara, dan empati terhadap lawan bicara. Faktor yang mempengaruhi
penurunan kualitas komunikasi di kalangan remaja Desa Raanan Baru antara lain:
pengaruh media digital dan media sosial yang menekankan kecepatan daripada etika,
kurangnya pembiasaan komunikasi sopan di rumah, berkurangnya interaksi tatap muka,
serta minimnya pendidikan karakter dan keterampilan komunikasi di sekolah. Dampak
menurunnya kualitas komunikasi mencakup: meningkatnya salah paham dan konflik,
berkurangnya empati dan kerja sama, menurunnya rasa hormat terhadap guru dan orang
tua, serta lemahnya kemampuan berbicara formal. Upaya perbaikan dapat dilakukan
melalui pendidikan karakter, latihan berbicara dan mendengarkan, serta keteladanan dari
keluarga, guru, dan masyarakat.
d. Penurunan Nilai Kejujuran
Kejujuran adalah perilaku yang mencerminkan kesesuaian antara perkataan, perasaan,
dan tindakan dengan kebenaran, tanpa menipu, memalsukan, atau menyembunyikan fakta.
Unsur kejujuran meliputi kebenaran, keterbukaan, konsistensi, dan keberanian moral.
Penelitian menunjukkan nilai kejujuran remaja di Desa Raanan Baru menurun akibat
pengaruh teman sebaya, media sosial, kurangnya keteladanan, dan budaya kompetitif.
Dampak dari penurunan ini antara lain: berkurangnya kepercayaan antara remaja dan
orang tua, meningkatnya konflik antar teman sebaya, menurunnya tanggung jawab, serta
melemahnya solidaritas sosial. Peningkatan nilai kejujuran memerlukan kerja sama
keluarga, sekolah, dan tokoh masyarakat melalui pendidikan karakter, keteladanan, serta
pembiasaan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari.