TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 40-46
E-ISSN: 3048-3093
40
Tio Jernita Sinaga et.al (Implementasi Penguatan Profil Pelajar....)
Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasia yang
Berkebhinekaan Global di Dalam Kelas SMP Advent
Remboken
Tio Jernita Sinaga
a,1*
, Apeles Lexi Lonto
b,2
, Julien Biringan
c,3
a,b,c
Universitan Negeri Manado, Kec. Tondano Selatan, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara
Email: tiojernitasinaga894@gmail.com
*
Corresponding Author: Tio Jernita Sinaga
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 15 Oktober 2025
Direvisi: 20 November 2025
Disetujui: 23 Desember 2025
Tersedia Daring: 1 Januari 2026
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan Penguatan Profil
Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi berkebhinekaan global,
dalam kegiatan pembelajaran di kelas SMP Advent Remboken.
Penelitian difokuskan pada pentingnya penerapan dimensi
berkebhinekaan global, bentuk implementasi yang dilakukan dalam
proses pembelajaran, serta pengaruhnya terhadap sikap dan perilaku
peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari
guru dan peserta didik yang kemudian dianalisis melalui tahapan
reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan Profil
Pelajar Pancasila pada dimensi berkebhinekaan global memiliki
peranan penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang
kondusif, toleran, dan inklusif. Implementasi nilai-nilai tersebut
dilakukan melalui integrasi nilai Pancasila dalam kegiatan
pembelajaran, pembiasaan sikap saling menghargai, pelaksanaan
kegiatan keagamaan, musyawarah kelas, kerja kelompok, serta
pemberian teladan oleh guru dalam kehidupan sehari-hari. Dampak
dari penerapan tersebut terlihat pada meningkatnya sikap toleransi
peserta didik, kemampuan berkomunikasi di tengah keberagaman,
tumbuhnya rasa tanggung jawab, serta kesadaran untuk menjaga
keharmonisan di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, penelitian
ini juga menemukan beberapa kendala, di antaranya keterbatasan
tenaga pendidik yang memiliki latar belakang Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan serta perlunya penguatan konsistensi dalam
pelaksanaan program.
Kata Kunci:
Implementasi
Profil Pelajar Pancasila
Berbinekaan Global
ABSTRACT
Keywords:
Implementation
Pancasila Student Profile
Global Divercity
This study aims to examine the implementation of Strengthening the
Pancasila Student Profile, especially in the global diversity dimension, in
learning activities in the Remboken Adventist Junior High School
classroom. The research focuses on the importance of applying the global
diversity dimension, the form of implementation carried out in the
learning process, and its influence on students' attitudes and behaviors.
The method used in this study is a qualitative approach with data
collection techniques through observation, interviews, and
documentation. Data sources are obtained from teachers and students
which are then analyzed through the stages of data reduction, data
presentation, and conclusion drawing and verification. The results of the
study show that strengthening the Pancasila Student Profile in the global
diversity dimension has an important role in creating a conducive,
tolerant, and inclusive learning environment. The implementation of
these values is carried out through the integration of Pancasila values in
learning activities, habituation of mutual respect, the implementation of
religious activities, class deliberations, group work, and the provision of
examples by teachers in daily life.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 40-46
E-ISSN: 3048-3093
41
Tio Jernita Sinaga et.al (Implementasi Penguatan Profil Pelajar....)
The impact of the implementation can be seen in the increasing tolerance
of students, the ability to communicate in the midst of diversity, the
growth of a sense of responsibility, and awareness to maintain harmony
in the school environment. However, this study also found several
obstacles, including the limitation of educators who have a background
in Pancasila and Citizenship Education and the need to strengthen
consistency in program implementation.
©2026, Tio Jernita Siaga, Apeles Lexi Lonto, Julien Biringan
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
menghadirkan kebijakan Merdeka Belajar dengan menempatkan Profil Pelajar Pancasila (P5)
sebagai arah utama pembangunan karakter peserta didik, sebagaimana tertuang dalam
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020. Profil Pelajar Pancasila mencakup enam dimensi
utama. Keenam dimensi ini dirancang sebagai fondasi pembentukan peserta didik (Aulia Syifa
Siti, 2024). Dengan demikian, P5 diharapkan mampu membentuk pribadi siswa yang
berpengetahuan, berintegritas, dan memiliki kemampuan sosial yang baik dalam kehidupan
bermasyarakat. Di antara keenam dimensi tersebut, berkebhinekaan global memiliki posisi
yang sangat penting. Dimensi ini menekankan kemampuan peserta didik untuk tetap
memegang teguh identitas dan budaya lokalnya, sekaligus memiliki sikap terbuka serta
menghargai keberagaman budaya lain (Firdayani, 2024). Konsep ini sejalan dengan gagasan
global citizen, yaitu individu yang memiliki identitas kebangsaan yang kuat namun mampu
berinteraksi secara positif dalam konteks global. Peserta didik yang memiliki karakter
berkebhinekaan global diharapkan mampu menunjukkan toleransi terhadap perbedaan suku,
agama, ras, bahasa, serta latar belakang sosial budaya lainnya (Hasanah, 2022).
Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran dapat terlihat melalui berbagai
aktivitas di sekolah. Nilai ketakwaan, misalnya, diwujudkan melalui partisipasi dalam kegiatan
ibadah atau pembinaan rohani (Istianah, 2024). Nilai gotong royong tercermin dalam kerja
sama saat melaksanakan proyek atau kegiatan kebersihan lingkungan sekolah. Sikap mandiri
dapat dilihat dari kemampuan siswa menyelesaikan tugas tanpa bergantung pada orang lain.
Kemampuan bernalar kritis tampak ketika siswa mampu menganalisis permasalahan secara
logis, sedangkan kreativitas tercermin dari ide dan inovasi yang dihasilkan dalam proses
pembelajaran (Oktaviani, 2023). Adapun dimensi berkebhinekaan global dapat
diimplementasikan melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun aktivitas kolaboratif di sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dipertemukan dengan berbagai latar belakang yang
berbeda, sehingga mereka belajar menghargai perbedaan dan membangun sikap toleransi.
Interaksi dalam keberagaman tersebut menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kesadaran
kolektif bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang perlu dirawat
bersama (Kurniawaty, 2022).
Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai tantangan dalam
penerapan Profil Pelajar Pancasila di lingkungan sekolah. Beberapa siswa belum menunjukkan
kurang khidmat dalam kegiatan ibadah, tidak menghargai pendapat teman saat musyawarah,
kurang bekerja sama dalam diskusi kelompok, munculnya sikap etnosentrisme yang
menganggap kelompok sendiri lebih unggul, hingga perilaku yang menunjukkan kesombongan
atas kemampuan pribadi. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan karakter, khususnya
dalam dimensi berkebhinekaan global, masih perlu ditingkatkan secara konsisten dan
berkelanjutan (Lonto, 2025).
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 40-46
E-ISSN: 3048-3093
42
Tio Jernita Sinaga et.al (Implementasi Penguatan Profil Pelajar....)
Berdasarkan berbagai fenomena tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut
mengenai “Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang Berkebhinekaan Global di
Dalam Kelas SMP Advent Remboken.” Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran
yang jelas mengenai pelaksanaan serta tantangan dalam membentuk peserta didik yang
toleran, berkarakter, dan siap hidup dalam masyarakat yang majemuk.
2. Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih karena
memungkinkan peneliti menggambarkan fenomena secara mendalam berdasarkan kondisi
nyata yang ditemukan di lapangan. Data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap
aktivitas di lingkungan sekolah sehingga hasil penelitian mencerminkan situasi yang
sebenarnya (Purwanto, 2022). Dalam penelitian kualitatif, peneliti bertindak sebagai instrumen
utama yang terlibat langsung dalam proses pengumpulan dan interpretasi data. Meskipun
demikian, pelaksanaan penelitian tetap mengacu pada pedoman wawancara dan observasi agar
prosesnya terarah. Melalui observasi dan wawancara mendalam, peneliti berupaya memahami
makna interaksi sosial serta menggali pandangan, pengalaman, dan nilai-nilai yang dimiliki
responden.
3. Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan data yang diperoleh melalui kegiatan wawancara di SMP Advent Remboken,
peneliti selanjutnya melakukan analisis dan pemaparan terhadap temuan penelitian tersebut.
Pembahasan difokuskan pada indikator yang telah ditentukan sebelumnya, yakni indikator
Implementasi Profil Pelajar Pancasila serta indikator Berkebhinekaan Global. Uraian
pembahasan mengenai kedua indikator tersebut disajikan sebagai berikut.
a. Pengutan Profil Pelajar Pancasila di SMP Advent Remboken
Menurut Idhom (2022), Profil Pelajar Pancasila mencakup enam dimensi karakter utama
yang menjadi arah pembentukan peserta didik. Dimensi pertama adalah beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Dimensi ini menjadi
fondasi etika dan spiritual dalam pembentukan kepribadian siswa. Penanaman nilai
keimanan dilakukan melalui penguatan keyakinan yang diwujudkan dalam perilaku nyata,
seperti kejujuran, kepedulian, kasih sayang, serta tanggung jawab dalam kehidupan
bermasyarakat.
Dimensi kedua adalah berkebhinekaan global, yaitu kemampuan peserta didik untuk
menghargai keberagaman budaya, suku, agama, dan latar belakang lainnya, baik di tingkat
nasional maupun global. Selain menumbuhkan rasa cinta tanah air, dimensi ini juga
menekankan pentingnya kemampuan berinteraksi secara santun, terbuka, dan produktif
dalam masyarakat yang majemuk.
Dimensi ketiga, gotong royong, mencerminkan identitas bangsa Indonesia yang
menjunjung tinggi kebersamaan. Nilai ini diwujudkan melalui sikap solidaritas,
kepedulian, serta kemampuan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.
Dimensi keempat adalah mandiri, yang mengarah pada kemampuan peserta didik
dalam mengelola diri, mengambil tanggung jawab atas proses dan hasil belajar, serta
mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dan tantangan di lingkungan
sekitarnya.
Dimensi kelima adalah kreatif, yaitu kemampuan untuk melahirkan gagasan baru,
menemukan solusi inovatif, serta menghasilkan karya yang bermanfaat. Peserta didik
didorong untuk berpikir dari berbagai sudut pandang dan menciptakan sesuatu yang
bernilai bagi diri sendiri maupun lingkungan.
Dimensi keenam adalah bernalar kritis, yang menuntut peserta didik untuk mampu
mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis informasi secara objektif dan sistematis
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 40-46
E-ISSN: 3048-3093
43
Tio Jernita Sinaga et.al (Implementasi Penguatan Profil Pelajar....)
berdasarkan bukti. Kemampuan ini penting agar siswa dapat mengambil keputusan secara
logis dan tepat. Dalam praktiknya, implementasi keenam dimensi tersebut tercermin
dalam sikap dan perilaku siswa sehari-hari di lingkungan sekolah. Nilai-nilai luhur yang
ditanamkan mulai terinternalisasi, terlihat dari meningkatnya sikap saling menghargai
keyakinan teman, menjaga toleransi, serta memelihara kerukunan. Siswa juga
menunjukkan kemandirian dalam belajar dan tanggung jawab terhadap tugasnya, serta
berpartisipasi aktif dalam kegiatan bersama seperti menjaga kebersihan sekolah.
Keterlibatan dalam kegiatan organisasi, misalnya pemilihan OSIS, memperlihatkan
berkembangnya jiwa kepemimpinan dan kesadaran berdemokrasi (Wijayanti, 2023).
Secara spiritual, pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, pemberian
kesempatan menjalankan ibadah, serta keteladanan guru dalam menunjukkan akhlak
mulia semakin memperkuat dimensi keimanan dan ketakwaan. Guru berperan penting
sebagai model perilaku dalam menanamkan sikap hormat, tolong-menolong, dan
menghargai sesama. Berdasarkan hasil penelitian di SMP Advent Remboken, penguatan
Profil Pelajar Pancasila telah dilaksanakan secara terintegrasi dalam kurikulum, budaya
sekolah, serta kegiatan kokurikuler. Sekolah menunjukkan komitmen yang kuat dalam
menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila maupun
pendekatan lintas mata pelajaran. Upaya ini dinilai efektif karena masa remaja merupakan
fase penting dalam pembentukan jati diri, sehingga penanaman nilai pada tahap ini
berkontribusi besar terhadap pembentukan pola pikir dan perilaku yang berlandaskan
ideologi negara (Zuhriyah, 2023). Dengan demikian, penguatan Profil Pelajar Pancasila
memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang berkarakter, bermoral, cinta
tanah air, serta mampu menjaga eksistensi Pancasila sebagai dasar negara. Melalui proses
pembiasaan yang konsisten dan dukungan seluruh warga sekolah, diharapkan terbentuk
peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter
dan sosial.
b. Penguatan Berkebhinekaan Global di SMP Advent Remboken
Berkebhinekaan global dimaknai sebagai kemampuan individu untuk menghormati,
menerima, serta menghargai berbagai bentuk perbedaan, baik yang berkaitan dengan
suku, agama, ras, budaya, maupun bahasa. Selain itu, konsep ini juga menekankan
kemampuan untuk berinteraksi dan berkontribusi secara positif dalam masyarakat yang
majemuk. Dalam pandangan Suarta dan Putu (2023), berkebhinekaan global merujuk pada
kecakapan hidup secara harmonis dan produktif di tengah keberagaman, baik dalam
lingkup nasional maupun internasional, tanpa kehilangan identitas pribadi maupun jati diri
kebangsaan. Dengan kata lain, menjadi bagian dari masyarakat global berarti mampu
mengapresiasi budaya lokal sekaligus terbuka terhadap budaya dunia. Dalam konteks
Profil Pelajar Pancasila, dimensi berkebhinekaan global tercermin pada kemampuan
peserta didik untuk berkomunikasi secara setara dalam situasi lintas budaya. Mereka
diharapkan mampu membangun interaksi yang dilandasi kesadaran, pemahaman,
penerimaan, serta penghargaan terhadap keunikan setiap budaya. Selain itu, pelajar juga
dituntut memiliki kemampuan reflektif dalam menyikapi pengalaman keberagaman
dengan memanfaatkan wawasan multikultural yang dimiliki. Tidak hanya berhenti pada
pemahaman, mereka juga menunjukkan tanggung jawab sosial melalui partisipasi aktif
dalam membangun masyarakat yang adil, damai, dan inklusif, baik di tingkat lokal
maupun global (Setyaningsih, 2022).
Hasil wawancara yang dilakukan di SMP Advent Remboken menunjukkan bahwa
penanaman sikap menghormati keberagaman menjadi perhatian penting sekolah. Upaya
tersebut dilakukan tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing peserta didik.
Temuan ini sejalan dengan kerangka teori penelitian yang menekankan penguatan Proyek
Profil Pelajar Pancasila serta implementasi dimensi berkebhinekaan global, yang
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 40-46
E-ISSN: 3048-3093
44
Tio Jernita Sinaga et.al (Implementasi Penguatan Profil Pelajar....)
mencakup nilai beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, gotong royong,
kemandirian, kemampuan bernalar kritis, kreativitas, penghargaan terhadap budaya,
keterampilan komunikasi, serta tanggung jawab dalam menyikapi keberagaman.
Melalui penanaman keenam dimensi tersebut, siswa diharapkan memiliki ketahanan
dalam menghadapi berbagai perbedaan di lingkungan sekolah, seperti perbedaan agama,
suku, ras, dan latar belakang sosial. Dengan demikian, penguatan Profil Pelajar Pancasila
menjadi landasan penting dalam membentuk pemahaman yang kokoh agar keberagaman
tidak menjadi sumber konflik, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun
kebersamaan. Secara lebih luas, penguatan dimensi berkebhinekaan global di SMP
Advent Remboken memberikan dampak yang signifikan bagi siswa maupun lingkungan
sekolah. Implementasi nilai-nilai kebhinekaan tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa
terhadap pentingnya saling menghormati, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial
sekolah dengan meminimalkan potensi gesekan akibat perbedaan. Siswa juga terlatih
untuk berkomunikasi secara empatik dan setara dalam konteks lintas budaya, suatu
kompetensi yang relevan di era globalisasi (Rahmi, 2025).
Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan struktural. SMP
Advent Remboken masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki latar
belakang khusus di bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Dalam
praktiknya, pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang sarat dengan nilai
kebangsaan justru diampu oleh guru dari bidang lain, yakni Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA). Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan
ketersediaan sumber daya manusia yang sesuai dengan kompetensi bidangnya.
4. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah diuraikan pada bagian
sebelumnya, dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut:
Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi
berkebhinekaan global, memiliki kontribusi yang signifikan dalam kehidupan sekolah.
Penerapan nilai-nilai tersebut berpengaruh terhadap terciptanya suasana belajar yang lebih
tertib, nyaman, serta mendorong proses pembelajaran yang efektif dan bermakna bagi
peserta didik. Dalam praktiknya, pelaksanaan dimensi berkebhinekaan global belum
sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Berbagai tantangan masih ditemui, baik yang
berkaitan dengan kesiapan dan pemahaman guru, karakter serta latar belakang siswa yang
beragam, maupun dukungan dari sistem serta kebijakan sekolah. Untuk menghadapi
kendala tersebut, guru bersama pihak sekolah melakukan sejumlah upaya strategis.
Langkah-langkah yang ditempuh antara lain mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar
Pancasila ke dalam kegiatan pembelajaran, membangun komunikasi dan pendekatan yang
lebih personal dengan siswa, serta memberikan contoh sikap yang mencerminkan nilai
toleransi. Selain itu, sekolah berusaha menumbuhkan budaya saling menghargai
perbedaan baik budaya, suku, ras, maupun agama serta melibatkan seluruh siswa dalam
kegiatan keagamaan sebagai wujud penguatan sikap kebersamaan dan toleransi.
Saran
Berdasarkan simpulan yang telah dirumuskan, beberapa rekomendasi yang dapat
diajukan adalah sebagai berikut:
a. Bagi pihak sekolah, diperlukan upaya yang lebih optimal dalam menyelenggarakan
pendidikan yang berorientasi pada penguatan Profil Pelajar Pancasila, terutama
dimensi berkebhinekaan global. Komitmen dan kerja sama seluruh warga sekolah
mulai dari kepala sekolah hingga gurusangat dibutuhkan untuk membentuk karakter
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 40-46
E-ISSN: 3048-3093
45
Tio Jernita Sinaga et.al (Implementasi Penguatan Profil Pelajar....)
siswa agar mampu menghargai keberagaman di tengah perkembangan global yang
semakin pesat.
b. Bagi peneliti berikutnya, temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat dijadikan
referensi untuk melakukan kajian lanjutan yang lebih mendalam mengenai penguatan
Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam membangun sikap toleran dan apresiatif
terhadap keberagaman di lingkungan pendidikan.
c. Bagi para pendidik, penting untuk secara konsisten menginternalisasikan nilai-nilai
berkebhinekaan global dalam setiap proses pembelajaran. Upaya tersebut dapat
diwujudkan melalui pembiasaan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan,
serta menanamkan kesadaran kepada siswa untuk menerima dan merayakan
keberagaman budaya yang ada di sekolah.
5. Daftar Pustaka
Aulia, Syifa Siti. "Persepsi tentang Kebinekaan Global Warga Negara: Penelitian pada
Mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan." Jurnal Moral Kemasyarakatan 9.1
(2024): 139-150.
Firdayani, Mei Bunga, et al. "Strategi Guru PPKn dalam mengembangkan dimensi
berkebhinekaan global Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran PPKn." Journal
of Education, Cultural and Politics 4.2 (2024): 495-507.
Hasanah, Afis Hafifah, Muhammad Mona Adha, and Ana Mentari. "Peran Guru Penggerak
Dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah." De Cive: Jurnal
Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2.10 (2022): 6-14.
Istianah, Anif, et al. "Peran pendidikan kebinekaan dalam pendidikan kewarganegaraan
untuk menciptakan lingkungan sekolah yang damai." Jurnal moral kemasyarakatan
9.1 (2024): 15-29.
Kurniawaty, Imas, Aiman Faiz, and Purwati Purwati. "Strategi Penguatan Profil Pelajar
Pancasila di Sekolah Dasar." Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan 4.4 (2022): 5170-
5175.
Lonto, L., Rorimpandey, W. H., Wua, T. D., & Biringan, J. (2025). Buku Ajar Perencanaan
Pembelajaran PPKn. Naluri Edukasi Press, 1(1), 1-211.
Oktaviani, Azra, Teguh Prasetyo, and Dedeh Sumarni. "Implementasi Pembiasaan Profil
Pelajar Pancasila pada Aspek Beriman Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan Berakhlak Mulia di Sekolah Dasar." Indonesian Journal of Teaching and
Learning 2.4 (2023): 538-548.
Parta, Ida Bagus Made Wisnu, and I. Gusti Ayu Putu Istri Aryasuari. "Implementasi Profil
Pelajar Pancasila Dalam Satua Bali: Membentuk Karakter dan Moderasi Beragama
Pada Anak." Jurnal Penelitian Agama Hindu 9.1 (2025): 95-117.
Purnawanto, Ahmad Teguh. "Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran
Kurikulum Merdeka." Jurnal Pedagogy 15.2 (2022): 76-87.
Rahmi, Putri Aulia, et al. "Dampak Globalisasi Terhadap Pancasila Sebagai Sistem Etis
Berdasarkan HAM di Indonesia." Regulate: Jurnal Ilmu Pendidikan, Hukum dan
Bisnis 2.2 (2025): 95-100.
Setiyaningsih, Suci, and Wiryanto Wiryanto. "Peran guru sebagai aplikator profil pelajar
pancasila dalam kurikulum merdeka belajar." Jurnal Ilmiah Mandala Education 8.4
(2022).
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 40-46
E-ISSN: 3048-3093
46
Tio Jernita Sinaga et.al (Implementasi Penguatan Profil Pelajar....)
Suryaningsih, Tri, Arifin Maksum, and Arita Marini. "Membentuk Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Berkebinekaan Global melalui Pendidikan Multikultural di Sekolah
Dasar." Dwija Cendekia : Jurnal Riset Pedagogik 7.3 (2023).
Wijayanti, Deni Nur, and Achmad Muthali’in. "Penguatan dimensi berkebinekaan global
profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan." Educatio 18.1 (2023): 172-184.
Zuhriyah, Ita Yuniastuti, M. Subandow, and Hari Karyono. "Pelaksanaan proyek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Studi di SMA Negeri 4 Probolinggo." PeTeKa
6.2(2023):319-328.