TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 53-58
E-ISSN: 3048-3093
53
Yomima Lamera et.al (Peran Pemerintah dalam Pengelolaan ...)
Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Lingkungan di
Kelurahan Koya Kecamatan Tondano Selatan
Yomima lamera
a,1*
, Apeles Lexi Lonto
b,2
, Julien Biringan
c,3
a,b,c
Universitan Negeri Manado, Kec. Tondano Selatan, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara
Email: yominalamerayomina@gmail.com
*
Corresponding Author: Yomima Lamera
INFO ARTIKEL
ABSTRAK
Sejarah Artikel:
Diterima: 20 Oktober 2025
Direvisi: 25 November 2025
Disetujui: 15 Desember 2025
Tersedia Daring: 1 Januari 2026
Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis keterlibatan
pemerintah dalam pengelolaan kebersihan lingkungan,
mengidentifikasi hambatan yang muncul, serta mengkaji upaya yang
dilakukan guna mendorong partisipasi masyarakat di Kelurahan Koya,
Kecamatan Tondano Selatan. Metode yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara
mendalam, pengamatan langsung di lapangan, dan penelusuran
dokumen pendukung. Subjek penelitian terdiri atas perangkat
kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Koya. Temuan
penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kelurahan Koya telah
menunjukkan peran yang cukup aktif dalam menjaga kebersihan
lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan kerja bakti secara
berkala, penyediaan kontainer sampah sementara, layanan
pengangkutan sampah menggunakan armada kebersihan, serta
kegiatan sosialisasi yang dilakukan melalui rapat RT/RW, pemasangan
spanduk, pemanfaatan media sosial, dan dukungan dari tokoh agama
maupun tokoh masyarakat. Meskipun demikian, pelaksanaan
pengelolaan kebersihan masih menghadapi sejumlah kendala,
terutama keterbatasan fasilitas seperti tempat pembuangan sementara,
kendaraan pengangkut sampah, dan peralatan kebersihan. Selain itu,
rendahnya kesadaran sebagian masyarakat serta minimnya tenaga
kebersihan turut memengaruhi efektivitas program yang dijalankan.
Kata Kunci:
Peran Pemerintah
Pengelolaan Kebersihan
Partisipasi Masyarakat
ABSTRACT
Keywords:
Role of Government
Cleanliness Management
Community Participation
This study was conducted to analyze government involvement in
environmental cleanliness management, identify emerging obstacles,
and examine efforts made to encourage community participation in
Koya Village, South Tondano District. The method used was a
qualitative approach, with data collection through in-depth interviews,
direct field observations, and review of supporting documents. The
research subjects consisted of village officials, community leaders, and
residents of Koya Village. The research findings indicate that the Koya
Village Government has demonstrated a fairly active role in
maintaining environmental cleanliness. This is realized through the
implementation of regular community service, the provision of
temporary waste containers, waste collection services using cleaning
vehicles, and socialization activities conducted through neighborhood
association (RT/RW) meetings, banner installation, the use of social
media, and support from religious and community leaders. However,
the implementation of cleanliness management still faces several
obstacles, particularly limited facilities such as temporary disposal
sites, waste collection vehicles, and cleaning equipment. In addition,
low awareness among some residents and a shortage of cleaning
personnel also affect the effectiveness of the program.
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 53-58
E-ISSN: 3048-3093
54
Yomima Lamera et.al (Peran Pemerintah dalam Pengelolaan ...)
©2026, Yomima Lamera, Apeles Lexi Lonto, Julien Biringan
This is an open access article under CC BY-SA license
1. Pendahuluan
Kebersihan lingkungan memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang kualitas
hidup masyarakat. Lingkungan yang terpelihara dengan baik tidak hanya berdampak pada
kesehatan jasmani, tetapi juga berpengaruh terhadap kenyamanan, estetika, serta tingkat
produktivitas warga. Soemarwoto (2001:45) mengemukakan bahwa upaya menjaga kebersihan
lingkungan merupakan bagian integral dari konsep pembangunan berkelanjutan karena
berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat dan pelestarian sumber daya alam. Oleh karena
itu, pengelolaan kebersihan lingkungan perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah
dan masyarakat. Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, posisi pemerintah memiliki
peran yang sangat strategis. Suryono (2010:112) menyatakan bahwa pemerintah daerah
berfungsi sebagai pihak utama dalam penyediaan berbagai bentuk pelayanan publik, termasuk
dalam bidang kebersihan lingkungan. Peran pemerintah tidak hanya sebatas menetapkan
regulasi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam
menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing. Pendapat ini sejalan dengan
Kartasasmita (1997:87) yang menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan yang berorientasi
pada masyarakat sangat ditentukan oleh peran pemerintah dalam menyediakan pelayanan
publik yang memadai.
Meskipun demikian, permasalahan kebersihan lingkungan masih menjadi persoalan yang
dihadapi oleh banyak daerah di Indonesia. Slamet (2014:53) menjelaskan bahwa rendahnya
tingkat kesadaran masyarakat, keterbatasan fasilitas pendukung, serta sistem pengelolaan
sampah yang belum berjalan secara optimal merupakan faktor utama yang menyebabkan
permasalahan kebersihan sulit diselesaikan Creswell (2014:190). Oleh sebab itu, diperlukan
peran pemerintah yang lebih maksimal, baik dalam perencanaan kebijakan, penyediaan sarana
dan prasarana, pengawasan pelaksanaan, maupun pemberdayaan masyarakat. Kondisi serupa
juga terjadi di Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan. Berdasarkan hasil pengamatan
lapangan serta informasi yang diperoleh dari masyarakat setempat, terdapat beberapa
permasalahan utama yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan, antara lain:
a. Penumpukan sampah pada lokasi tertentu: Sampah masih sering ditemukan menumpuk di
kawasan permukiman dan sepanjang jalan akibat jadwal pengangkutan yang belum
berjalan secara rutin.
b. Terbatasnya sarana dan prasarana kebersihan: Jumlah tempat pembuangan sementara
(TPS) masih minim dan penyebarannya belum merata, sehingga menyulitkan warga
dalam membuang sampah sesuai ketentuan.
c. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat: Sebagian masyarakat belum terbiasa
membuang sampah pada tempat yang disediakan dan kurang aktif dalam mengikuti
kegiatan kerja bakti.
d. Koordinasi pemerintah dan masyarakat yang belum optimal: Program kebersihan yang
dilaksanakan oleh pemerintah kelurahan masih bersifat insidental dan belum sepenuhnya
melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan maupun pelaksanaannya.
e. Dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat: Penumpukan sampah kerap
menimbulkan bau tidak sedap serta berpotensi menjadi sumber penyakit yang dapat
mengganggu kesehatan warga sekitar.
Dwiyanto (2006:64) menyatakan bahwa kualitas kinerja pemerintah daerah dapat diukur
melalui kemampuan pelayanan publik dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,
termasuk pelayanan kebersihan lingkungan. Apabila berbagai permasalahan tersebut tidak
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 53-58
E-ISSN: 3048-3093
55
Yomima Lamera et.al (Peran Pemerintah dalam Pengelolaan ...)
ditangani secara serius, maka akan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan hidup serta
citra pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Berdasarkan uraian tersebut,
penelitian dengan judul “Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Kebersihan Lingkungan di
Kelurahan Koya Kecamatan Tondano Selatan” menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini
diharapkan mampu memberikan gambaran empiris mengenai peran pemerintah kelurahan
dalam menangani permasalahan kebersihan lingkungan, tingkat partisipasi masyarakat, serta
berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya Miles, Huberman, dan Saldana
(2014:33). Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan
pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan kebersihan
lingkungan yang lebih efektif di masa yang akan datang Patton (dalam Moleong, 2017:330).
2. Metode
Penelitian ini diterapkan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan bersifat
deskriptif. Moleong (2017:6) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif bertujuan untuk
memahami fenomena yang dialami oleh subjek, seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan
tindakan, secara menyeluruh, dengan menyajikan deskripsi berupa kata-kata atau narasi dalam
konteks yang alami. Pendekatan ini dipilih karena fokus penelitian adalah untuk
menggambarkan secara rinci dan mendalam peran pemerintah dalam mengelola kebersihan
lingkungan di Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan.
3. Hasil dan Pembahasan
A. Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Kebersihan
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Pemerintah Kelurahan Koya telah menjalankan
berbagai langkah strategis dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan yang
dilaksanakan meliputi kerja bakti secara berkala, penyediaan kontainer sebagai tempat
penampungan sementara, serta pengangkutan sampah menggunakan armada kebersihan
yang tersedia. Selain itu, edukasi mengenai pentingnya lingkungan sehat juga diberikan
melalui kegiatan posyandu, pertemuan warga, serta dukungan dari tokoh agama dan tokoh
masyarakat. Program penghijauan dan perbaikan saluran drainase turut menjadi bagian dari
strategi pencegahan agar tidak terjadi penumpukan sampah di aliran air
Meskipun berbagai program tersebut telah dilaksanakan, pelaksanaannya masih
menghadapi hambatan, terutama karena keterbatasan sarana dan prasarana seperti jumlah
TPS, kendaraan pengangkut sampah, serta perlengkapan kerja bakti yang belum memadai.
Akibatnya, pelayanan kebersihan belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah secara
optimal. Dari segi sosialisasi, pemerintah kelurahan tergolong aktif dalam menyampaikan
informasi melalui pertemuan RT/RW, pemasangan spanduk, media sosial, dan imbauan
langsung kepada warga. Namun, penyebaran informasi tersebut belum sepenuhnya efektif
karena belum semua masyarakat memperoleh informasi secara merata.
Dalam aspek pengawasan, aparat kelurahan bersama petugas kebersihan melakukan
pemantauan lapangan serta menindaklanjuti laporan dari RT/RW. Namun, kegiatan
pengawasan tersebut belum dapat dilakukan secara rutin karena keterbatasan jumlah
personel. Kondisi ini berpengaruh terhadap tingkat kesadaran masyarakat, yang cenderung
meningkat ketika pengawasan dilakukan secara intensif, tetapi menurun ketika kehadiran
aparat di lapangan berkurang.
B. Kendala Pemerintah dalam Pengelolaan Kebersihan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi pemerintah
dalam pengelolaan kebersihan di Kelurahan Koya berkaitan dengan keterbatasan fasilitas
pendukung, terbatasnya anggaran, serta masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat.
Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tersedia sering kali cepat penuh, kendaraan
pengangkut sampah tidak selalu beroperasi secara optimal, dan perlengkapan kebersihan
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 53-58
E-ISSN: 3048-3093
56
Yomima Lamera et.al (Peran Pemerintah dalam Pengelolaan ...)
yang ada jumlahnya masih terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan sampah tidak segera
terangkut sehingga menumpuk dan mengurangi kenyamanan lingkungan. Di samping itu,
jumlah petugas kebersihan dinilai belum sebanding dengan luas wilayah dan jumlah
penduduk yang harus dilayani. Faktor lain yang turut menjadi hambatan adalah perilaku
sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya peduli terhadap kebersihan. Meskipun
terdapat warga yang aktif mengikuti kerja bakti dan menjaga lingkungan, masih ada pula
yang kurang disiplin, bahkan membuang sampah sembarangan, termasuk pada malam hari.
Koordinasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat sebenarnya telah terjalin
melalui RT/RW. Namun, pelaksanaannya belum berlangsung secara konsisten. Tingkat
partisipasi warga cenderung berfluktuasi, bergantung pada intensitas imbauan serta
kehadiran aparat di lapangan. Secara keseluruhan, kendala yang dihadapi meliputi
keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya tenaga kebersihan, minimnya dukungan
anggaran, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan penambahan
fasilitas, penguatan sumber daya manusia, edukasi yang berkelanjutan, serta peningkatan
koordinasi yang lebih intensif dengan masyarakat agar pengelolaan kebersihan dapat
berjalan lebih efektif.
C. Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat
Dalam upaya mendorong keterlibatan masyarakat, pemerintah kelurahan telah
menempuh berbagai strategi. Langkah tersebut meliputi pengaktifan kembali kegiatan kerja
bakti secara berkala, penyampaian imbauan secara langsung kepada warga, pelibatan pihak
sekolah serta organisasi kepemudaan, dan kerja sama dengan tokoh agama maupun tokoh
adat untuk memperkuat pesan tentang pentingnya kebersihan lingkungan. Kegiatan kerja
bakti umumnya dilaksanakan satu kali setiap bulan, terutama menjelang perayaan tertentu
atau ketika muncul permasalahan mendesak, seperti banjir yang disebabkan oleh
penumpukan sampah. Selain itu, pemerintah memberikan bentuk apresiasi sederhana,
misalnya penghargaan bagi RT/RW dengan lingkungan paling bersih atau bantuan
perlengkapan kebersihan kepada kelompok warga yang aktif. Namun demikian, belum
diterapkannya sanksi yang tegas terhadap pelanggaran kebersihan membuat sebagian
masyarakat masih kurang disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya.
Berdasarkan tanggapan masyarakat, sebagian besar warga mengaku pernah menerima
ajakan untuk mengikuti kerja bakti dan memandang kegiatan tersebut sebagai bentuk
tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Akan tetapi, tingkat partisipasi warga
cenderung tidak stabil. Kehadiran biasanya meningkat saat ada perayaan atau kegiatan
besar, namun menurun pada hari-hari biasa. Secara keseluruhan, berbagai upaya telah
dilakukan pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, mulai dari kerja bakti
rutin, sosialisasi, pemberian penghargaan, hingga pelibatan berbagai unsur masyarakat.
Meskipun demikian, keberhasilan program tersebut masih sangat dipengaruhi oleh motivasi
dan kesadaran warga. Oleh sebab itu, diperlukan strategi tambahan seperti sosialisasi yang
berkesinambungan, keteladanan dari aparat, peran aktif tokoh masyarakat, serta penerapan
sistem penghargaan dan sanksi yang lebih jelas agar kesadaran kolektif semakin kuat dan
partisipasi masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
4. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano
Selatan, diperoleh beberapa simpulan sebagai berikut:
a. Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Kebersihan
Pemerintah Kelurahan Koya telah menunjukkan keterlibatan aktif dalam menjaga
kebersihan lingkungan melalui berbagai program, seperti pelaksanaan kerja bakti
secara berkala, penyediaan kontainer sebagai tempat penampungan sementara, serta
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 53-58
E-ISSN: 3048-3093
57
Yomima Lamera et.al (Peran Pemerintah dalam Pengelolaan ...)
layanan pengangkutan sampah menggunakan armada kebersihan. Selain itu,
pemerintah juga melaksanakan edukasi mengenai pentingnya kebersihan lingkungan
dan melibatkan tokoh masyarakat serta tokoh agama untuk memperkuat partisipasi
warga. Meskipun demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi
hambatan berupa keterbatasan fasilitas, seperti jumlah TPS, kendaraan operasional,
dan perlengkapan kebersihan yang belum memadai. Sosialisasi telah dilakukan
melalui pertemuan RT/RW, pemasangan spanduk, media sosial, dan imbauan
langsung, namun penyebaran informasi tersebut belum sepenuhnya efektif dan merata.
Pengawasan yang dilakukan pemerintah juga belum berjalan secara konsisten,
sehingga tingkat kesadaran masyarakat cenderung berubah-ubah.
b. Kendala Pemerintah dalam Pengelolaan Kebersihan
Hambatan utama yang dihadapi pemerintah kelurahan meliputi kurangnya sarana
dan prasarana, terbatasnya anggaran, minimnya jumlah petugas kebersihan, serta
rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Penumpukan sampah kerap terjadi akibat keterlambatan pengangkutan dan
keterbatasan fasilitas penampungan sementara. Dari sisi perilaku masyarakat, masih
terdapat perbedaan tingkat kesadaran. Sebagian warga sudah aktif berpartisipasi dalam
menjaga kebersihan, namun sebagian lainnya masih membuang sampah tidak pada
tempatnya. Walaupun koordinasi antara pemerintah dan masyarakat telah terjalin
melalui RT/RW, partisipasi warga belum berlangsung secara stabil dan
berkesinambungan.
c. Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat
Dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat, pemerintah kelurahan
melaksanakan kerja bakti rutin, melakukan sosialisasi, melibatkan sekolah dan
kelompok pemuda, serta menjalin kerja sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh
agama. Pemerintah juga memberikan bentuk apresiasi sederhana kepada lingkungan
yang aktif menjaga kebersihan, meskipun belum diberlakukan sanksi tegas bagi
pelanggaran kebersihan. Masyarakat pada umumnya memandang kerja bakti sebagai
kegiatan yang penting. Namun, tingkat keikutsertaan warga masih bersifat fluktuatif,
dengan partisipasi yang cenderung meningkat saat menjelang kegiatan besar atau
perayaan tertentu, dan menurun pada hari-hari biasa.
Saran
a. Bagi Pemerintah
Pemerintah Kelurahan Koya disarankan untuk memperkuat dukungan sarana dan
prasarana kebersihan, seperti menambah jumlah TPS, menyediakan kendaraan
pengangkut sampah yang lebih memadai, serta melengkapi peralatan untuk kegiatan
kerja bakti. Selain peningkatan fasilitas, pengawasan juga perlu dilakukan secara lebih
teratur, misalnya dengan membentuk tim pemantau berbasis RT/RW agar
pengendalian kebersihan berjalan lebih efektif. Upaya sosialisasi hendaknya diperluas
dan dilakukan secara merata melalui berbagai saluran, seperti media sosial, forum
warga, serta melibatkan tokoh agama dan tokoh adat agar pesan yang disampaikan
lebih mudah diterima masyarakat. Pemerintah juga dapat mempertimbangkan
penerapan mekanisme penghargaan dan sanksi sebagai bentuk motivasi sekaligus
langkah preventif bagi warga yang belum disiplin dalam menjaga kebersihan.
b. Bagi Masyarakat
Masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan
lingkungan, baik dengan terlibat aktif dalam kegiatan kerja bakti maupun dengan
membiasakan diri membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Partisipasi
warga dalam menyampaikan laporan terkait permasalahan kebersihan kepada aparat
kelurahan juga sangat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan
TUMOUTOU SOCIAL SCIENCE JOURNAL (TSSJ)
Vol. 3, No. 1, Januari 2026, page: 53-58
E-ISSN: 3048-3093
58
Yomima Lamera et.al (Peran Pemerintah dalam Pengelolaan ...)
tepat. Semangat gotong royong perlu terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga
tanggung jawab menjaga kebersihan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah,
melainkan menjadi komitmen bersama seluruh warga.
c. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian ini masih berfokus pada peran pemerintah, kendala yang dihadapi, serta
upaya yang dilakukan dalam pengelolaan kebersihan. Untuk penelitian berikutnya,
kajian dapat diperluas dengan menganalisis tingkat efektivitas program kebersihan
tertentu, mengukur partisipasi masyarakat dalam jangka panjang, atau melakukan
studi perbandingan pengelolaan kebersihan di beberapa kelurahan. Dengan cakupan
yang lebih luas, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang
lebih mendalam dan menjadi referensi yang komprehensif bagi pemerintah daerah
dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kebersihan.
5. Daftar Pustaka
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods
Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Dwiyanto, A. (2006). Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
Kartasasmita, G. (1997). Administrasi Pembangunan: Perkembangan Pemikiran dan
Praktiknya di Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A
Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mardikanto, T. (2013). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik.
Bandung: Alfabeta.
Notoatmodjo, S. (2012). Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.
Sedarmayanti. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia: Reformasi Birokrasi dan
Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Bandung: Refika Aditama.
Slamet, J. S. (2014). Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Soemarwoto, O. (2001). Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta:
Djambatan.
Soetomo. (2011). Pembangunan Masyarakat: Merangkai Sebuah Kerangka. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryono, A. (2010). Kebijakan Publik: Teori dan Aplikasi. Malang: Universitas Negeri
Malang.
WHO. (2015). Sanitation and Health Guidelines. Geneva: World Health Organization